10

Cerita Mistis untuk Memasarkan Museum ? (+3)

Siti Mugi Rahayu November 17, 2013
Museum Nasional

Museum Nasional

Mendikbud Mohammad Nuh, seperti ditulis kemdikbud.go.id., memberikan tips bagaimana caranya memasarkan museum. Perhatian Nuh tertuju pada anak-anak sekolah dan turis mancanegara. Museum memang tidak banyak yang menarik, Pak Mentripun mengakui hal ini. Kita juga bisa mengetes ketertarikan kita pada museum. Coba saja datang ke museum dan hitung berapa lama waktu yang paling panjang kita habiskan di dalamnya? Kalaulah tidak boleh foto-foto bergaya kiri kanan, mungkin hanya selintas dua saja waktu yang kita habiskan untuk menikmatinya. Padahal, isi museum di Indonesia ini banyak yang luar biasa. Bayangkan saja, peninggalan sebuah negara, dinasti, dan sebagainya. Bagaimana tidak bernilai ? Belum lagi nilai seni di banyak artefak dan peninggalan-peninggalan zaman kerajaan masa lampau. Nilai seni dan nilai sejarah sebenarnya menjadi raja pada semua museum. Namun, apa pula sih yang bisa membuat kita tetap tertarik atau tetap memaksakan diri mendatanginya ?

guide di Museum Fatahillah

guide di Museum Fatahillah

Saya jadi teringat Museum Nasional yang beberapa hari lalu kami kunjungi. Besar dan sepi. Bener loh… serem. Sepertinya ga perlu ada cerita mistik, sudah sangat menyeramkan. Coba kalau pengunjungnya kita sendiri. Benar-benar horror. Bagaimana saya mau ke museum ? kok saya jadi merasa ga kompak begini ya sama Pak Mentri. Ada museum wayang di Kota. Dalam perjalanan keliling museum ada yang nyeletuk “kalau malam wayangnya pada jalan nih…”. Ya ampun deh, anak-anak jadi ilpil denger kemistisannya. So… sepertinya saya setuju dengan Museum Bank Indonesia yang menata koleksi begitu apik. Setiap pengunjung rombongan akan diantar ke teather terlebih dahulu. Ada film yang mengisahkan tentang bagaiman sejarah MBI itu sendiri dan sejarah uang. Tentu saja sekaligus perjalannya sambung menyambung dengan sejarah nasional Indonesia. Dari situ, anak-anak punya bekal untuk jalan-jalan ke area selanjutnya.

Guidenya tersedia. Guide-guide ini yang akan membimbing pengunjung dengan memberikan penjelasan. Di Museum Linggarjatipun demikian. Guide disediakan gratis. Ternyata, ketika ke Museum Nasional kemarin saya merasakan benar pentingnya guide, soalnya kami bingung. Perjalanan keliling museum dimulai dari mana ? Tanpa guide, keliling museum menjadi perjalanan hampa. Widih.. berlebihan ya ? Tapi tidak juga lho. Kalau jumlah guide terbatas, pengelola bisa saja mengatur kedatangan pengunjung sehingga semuanya bisa ditemani guide.

Penerangan alias lampu-lampu juga sangat diperlukan. Suasana temaram tentu saja membuat enggan ditinggal sendiri di museum, dan suasana gelap tanpa lampu akan membuat suasana menjadi lebih dingin. Amankah untuk koleksi-koleksi yang dipajang ? Belum lagi, jika suasana gelap, CCTV menjadi tidak jelas terlihat. Resikonya, barang-barang antik yang dipamerkan bisa raib.

Ada banyak kenyataan yang kita hadapi perihal museum, salah satunya adalah : Museum itu membosankan. Jarang ada orang yang tertarik melihat-lihat peninggalan bersejarah ini, mungkin karena tidak memiliki ikatan batin atau kepentingan khusus dengan isi museum itu sendiri. Semisal, mungkin saja para pejuang angkatan 45 akan merasa senang dengan melihat-lihat koleksi senjata, mobil tank, bambu runcing, dan sebagainya di museum-museum dengan tema perjuangan. Sama halnya dengan saya yang guru ekonomi, saya senang ketika pertama kali mengunjungi Museum Bank Indonesia karena isi museumnya ada hubungannya dengan pelajaran yang saya sampaikan. Ada rasa penasaran, gitu… tapi, anak saya belum tentu bahagia jika diajak ke museum-museum ini.

Justru, menurut saya, museum harus dimeriahkan dengan berbagai cara yang harus aman tentu saja. Semisal, museum Fatahillah sering kali merelakan pelatarannya untuk acara-acara massif yang bakal dikunjungi banyak orang. Pagelaran musik, misalnya, atau pameran-pameran tertentu. Yang penting, museum jangan disepikan dan diseramkan.

Comments (10)

  1. Ya itulah bu Mugi, apakah kita harus memaksa siswa ke sana? Hehehe. Di luar negeri, ketika week end orang suka sekali ke museum. Bagus, terang, ramai, gak ada mistiknya, senang deh. Yg sy kunjungi Australia, Inggris, Belanda, Malaysia, dan Singapura. Insya Allah Guraru bisa ke sana ya, dan Insya Allah Indonesia ke depan juga memiliki museum yg hebat deh. Terima kasih sharingnya bu, salam hormat, saya vote up.

  2. hehe benar sekali bu mugi gak usah diseremin memang udah serem.. saya juga sudah pernah berkunjung kesana,. guide memang sangat penting. perlu adanya perubahan desain dan penataan museum yang lebih menarik lagi agar generasi muda senang berkunjung ke museum.

  3. Iya harus direnovasi, buat yg meriah, intelek, asyik, sebagai hiburan. Orang luar negeri suka sekali museum, tetapi mengaturnya asyik, menyenangkan, gak disengaja serem begitu, hehehe. Ya Guraru ayo terus berjuang, Insya Allah bisa ke luar negeri. Doaku menyertai Guraru.

  4. Museum nasional pada umumnya menampilkan karya-karya patung nenek moyang yang kepercayaannya animisme. Mengapa banyak dalam bentuk patung? meneurut kepercayaan animisme: “Bila orang mati maka ruhnya akan meninggalkan raganya, ruh tidak mati, ruh bersifat abadi dan tetap ada dan tinggal disekitar kita. Ruh masih bisa menolong orang yang masih hidup oleh karenanya dipuja. agar ruh tidak gentanyangan kemana-mana maka dibuatkanlah rumah Kos-kosan berupa media patung”. Patung adalah tempat bersemayamnya ruh sehingga orang yang masih hidup masih bisa berhubungan dengan arwah nenek moyangnya, itulah alasan mengapa nenek moyang kita banyak meninggalkan karya dalam bentuk Patung nenek moyang, demikian juga ada peninggalan Hindu – Budha… jadi patung itulah yang membuat suasana menjadi magis. tempat seterang apapun dan seindah apapun akan langsung berubah kesannya jika di dalamnya ada media-media simbolis seperti di atas, makanya Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS melarang membuatkan patung untuk simbol-simbol agama, kalau gak seram ya bukan museum nasional karena patung-patung disukai banyak mahluk abstrak he he he

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar