1

Cerita Guru dan Pandemi Virus Corona… (0)

Rina Rusmawati October 18, 2020

Pandemi virus corona membuat perubahan drastis dalam sendi kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan.

Sejak kasus Covid-19 diumumkan Presiden Jokowi pada 2 Maret 2020, sejumlah perubahan pun dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran virus yang disebutkan bermula pertama kali menyebar di Wuhan, China tersebut.

Di awal-awal pandemi, pemerintah menginstruksikan agar segala sesuatu dilakukan di rumah, mulai dari kerja dari rumah (work from home), ibadah di rumah, hingga sekolah dari rumah.

Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang biasanya dilakukan dengan sistem tatap muka langsung, berubah menjadi offline dengan sistem jarak jauh.

Problematika pun bermunculan, satu per satu. Pembelajaran dengan sistem jarak jauh tidaklah semudah membalik tangan, terlebih bagi saya yang notabeneĀ  merupakan guru baru di sebuah madrasah setingkat SD, yang terletak di sebuah kecamatan di Sukoharjo.

Sebelum pandemi berlangsung, saya merupakan guru honorer yang baru bergabung di dunia pendidikan, tepatnya mulai 13 Maret 2020.

Meski terbilang baru, dunia mengajar bukanlah baru bagi saya lantaran kerap berkecimpung dari skala kecil, mulai dari menjadi guru privat, hingga mengajari anak baru di dunia banking.

Perlu diketahui, dunia lama saya merupakan dunia banking, yang penuh dengan angka-angka, begitulah kiranya orang melihat.

Kembali ke soal mengajar, menjadi guru merupakan pengalaman yang luar biasa. Meski baru didapuk menjadi guru honorer, saya langsung diminta mengampu untuk sebuah mata pelajaran.

Sebuah sekolah, tidak akan lengkap kiranya tanpa ada kehadiran guru dan murid. Dan baru beberapa hari mengajar di kelas, tiba-tiba datang surat edaran dari Kementerian Agama (Kemenag) yang meminta pemberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Bingung? pastilah, karena baru beberapa hari mengajar, lantas semua dihadapkan dengan kondisi mengajari siswa tanpa bertatap muka langsung, banyak orang yang menyebut fase ini dengan new normal.

Pengalaman bertatap muka langsung dan mengajari murid di sekolah mendadak dipaksa berubah 180 derajat.

Tetapi, perintah tetap perintah. Semua harus dijalankan semaksimal mungkin dan seoptimal mungkin.

Jurus memutar otak untuk pembelajaran pun dimulai. Namun sejumlah kendala juga muncul seiring pemberlakuan PJJ, mulai dari sinyal, sarana penunjang murid hingga keterjangkauan sinyal internet yang notabene di daerah tertentu terkadang masih undlap-undlup.

Saat pemberian materi disajikan dalam bentuk video dan di-upload ke YouTube, lagi-lagi kuota dan sinyal internet menjadi kendala.

Apa yang terjadi, wali murid terkadang tidak sabar karena proses loading yang lama, akhirnya mereka memilih mengikhlaskan materi yang sudah susah payah dibuat oleh para guru.

Belum lagi, keluhan dari orang tua murid soal cepatnya kuota yang habis apabila materi diberikan dalam bentuk video.

Kendali lain yang muncul adalah tidak semua orang tua murid memiliki sarana pendukung materi PJJ, misalnya terkait dengan perangkat komputer atau handphone (HP) yang dipergunakan.

HP yang dimiliki rata-rata memiliki memori kecil sehingga aplikasi yang dimiliki pun terbatas. Materi yang disajikan berupa video atau media serupa lainnya pun terkadang menjadi persoalan sendiri.

Perlu diketahui, masyarakat satu daerah dengan daerah lain tidak dapat disamakan. Masyarakat perkotaan yang terbiasa dengan akses internet tentunya berbeda halnya dengan masyarakat pedesaan yang terkadang masih kagok dengan teknologi informasi.

Fakta yang terjadi, yakni selain harus mengajari murid, guru juga harus membimbing orang tua murid terkait teknologi yang dipergunakan untuk mempermudah penyampaian materi ke anak didik.

Bahkan, proses bimbingan tersebut dilakukan step by step, untuk memudahkan orang tua memahami tugas dalam bentuk google form dan sejenisnya.

Misalkan solusi di atas tidak mempan, hal terakhir yang bisa dilakukan yakni meminta murid yang bersangkutan hadir di sekolah. Meski menjadi ironi tersendiri, namun pemberlakuan hal tersebut dengan kondisi dan situasi tertentu.

Semoga pandemi bisa segera berlalu dan pembelajaran tatap muka antara murid dan guru bisa segera dilakukan.

#WritingCompetition #NewNormalTeachingExperience

Comments (1)

  1. Selamat Malam šŸ™‚
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar