7

Cerita Guru Aini (0)

Supadilah S.Si December 21, 2020

Desi Istiqamah merupakan lulusan terbaik di sekolah ikatan dinas. Dia diberikan kesempatan memilih lokasi penempatan kerja. Ternyata dia memilih mengajar di Pulau Tanjung Hampar. Daerah pelosok yang perjalanannya ditempuh selama enam hari enam malam. Untuk ke sana harus naik berbagai macam kendaraan, mulai dari bus, angkot, hingga perahu. Ibunya ingin dia kulih di kedokteran. Namun, sejak dulu dia menjadi guru matematika yang mengajar anak-anak miskin di pelosok. Idealismenya adalah mendapatkan murid yang genius dalam matematika.

Ada satu sumpahnya yang unik. Dia tidak akan ganti sepatu pemberian bapaknya sebelum menemukan anak jenius. Di kampung terpelosok itu, tidak mudah menemukan anak yang suka matematika. Apalagi jenius di pelajaran angka-angka yang bagi mereka semenakutkannya dengan hantu. Mengajarimu matematika macam mengajari ayam mengeong! (hal. 170)

Guru Desi menemukan bakat pada Debut Awaludin. Dia cukup jenius di matematika. Namun semangatnya tidak sebanding dengan kemampuannya. Debut membuat kecewa Guru Desi.

Aini merupakan murid yang bebal dalam matematika. Dia hanya bisa mengerjakan satu soal saja. Nilainya paling tinggi di angka 1. Dia menderita psikosomatis yang secara aneh mengalami sakit perut saat pelajaran Matematika. Namun, dia berubah saat ayahnya sakit keras dan sulit diobati. Tabib bilang, ayahnya hanya bisa disembuhkan dengan pengobatan oleh dokter. Sejak itulah Aini bercita-cita menjadi dokter.

Aini harus menaklukkan matematika agar bisa kuliah di fakultas kedokteran. Tidak ada jalan lain, kecuali ia harus belajar matematika pada guru terbaik, yaitu Guru Desi. Tiap jam sekolah usai, meski sudah penat mengajar di sekolah, guru Desi mengajar Aini secara privat. Tanpa imbalan. Meskipun paling bebal dalam matematika, Aini tidak pernah absen ke rumah guru Desi. Apakah lantas Aini segera menuai hasil? Tidak. Bahkan nilainya beranjak pada angka 2,5 saja. Masih ada keraguan dan ketakutannya pada matematika. Matematika, kawan, bukan untuk para penakut! (hlm 293).

Guru Desi sempat kecewa dan tak sabar. Dengan kalkulus dia temukan metoda yang tepat untuk mengajari Aini. Berhujan-hujan Aini datang untuk belajar. Mengayuh sepeda hingga sejauh-jauhnya. Menanti guru Desi membuka pintu rumah, mengalami pengusiran tak membuatnya surut ke belakang. Demi sebuah cita-cita menjadi seorang dokter.

Berkat kesabaran dan keuletan serta metoda yang tepat, Aini menjadi menyukai matematika juga pelajaran lainnya. Dia memperoleh nilai matematika yang fantastis. Mampu bersaing dengan siswa pintar lainnya. Guru Aini merupakan prekuel dari novel Orang-orang Biasa Andrea Hirata. Masih berformat cerita pendidikan. Menjadi penegas bahwa peran guru sangat penting. Guru Desi, menjadi seperti ini, juga terinspirasi dari Guru Marlis. Aini berubah juga terinspirasi dari guru Desi. Seorang anak dari keluarga miskin yang bercita-cita kuliah di kedokteran yang terkenal dengan mahal biayanya dan harus pintar pula.

Menjadi seorang guru sangat mulia namun bahwa banyak tantangannya pula. Seperti guru Desi yang tidak ragu untuk berkorban pikiran, waktu dan tenaga. Guru Desi bisa memilih pekerjaan dengan gaji yang lebih besar, bisa memilih tempat bekerja yang lebih nyaman, dan tantangan yang jauh lebih kecil. Namun, dia memilih memperjuangkan idealismenya yaitu menjadi guru matematika di pelosok.

Guru merupakan inspirasi bagi murid. Tengoklah perubahan yang diturunkan dari Guru Desi-Debut-Aini atau Debut-Anisa. Maka penting bagi guru menjaga optimisme dalam mendidik. Bahwa seorang guru menjadi panutan hidup bagi murid. Jika apa yang diajarkan guru merupakan hal yang baik, dia menuntun hidup murid. Namun, jika apa yang diajarkan guru merupakan hal melenceng, itu juga yang akan menyesatkan murid. Novel ini sangat tepat menjadi inspirasi bagi guru Indonesia agar semakin sabar, kreatif, dan menjaga idealisme. Bagi guru Desi, pendidikan memerlukan pengorbanan. Itu tetap. Tak lekang walau waktu terus berubah.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (7)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar