0

Workshop BRIDGE Bagian-2: Hubungan antara ILC, 5C, 3A, dan Pembelajar yang Efektif (0)

Yusmini April 11, 2021

Hai sahabat Guraru-ers. Semoga masih tetap semangat dan semoga sehat selalu dalam lindungan Allah Swt. Kali ini pembahasan artikel kita masih lanjutan dari catatan kegiatan BRIDGE Educator Workshop. Kegiatan ini diadakan via Zoom Meeting pada tanggal 8 s.d 9 April 2021 yang membahas bagaimana menjadi pendidik yang sehat dan profesional di era digital.

Artikel kali ini fokus kepada kesimpulan akhir yang diberikan Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd. Pada bagian akhir kegiatan Prof. Juntika memberikan empat kesimpulan, yaitu:

  1. Agar semua guru, kepala sekolah sehat dan profesional dalam melakukan tugasnya sebagai profesi guru, maka guru dan kepala sekolah harus terus belajar, belajar, dan belajar. Agar para guru dan kepala sekolah tetap belajar tentang hidup sehat, belajar tentang pengembangan profesional di bidangnya masing-masing. Hidup sehat itu dalam arti yang sangat luas, tidak hanya fisik. Tapi sehat mentalnya, sehat kehidupan sosialnya, dan yang paling penting juga adalah sehat kehidupan spiritualnya. Sehingga terjadilah sehat yang utuh, dan hal ini harus terus perlu dipelajari dan terus dikembangkan. Tidak hanya dalam arti hanya knowledge (pengetahuan) yang dikembangkan, tetapi juga attitude dan skill-nya perlu terus dikembangkan. Dalam bekerja sebagai seorang profesional perlu ada sebuah panggilan, yaitu panggilan jiwa. Panggilan jiwa ini hendaknya kita terpanggil sebagai seorang profesional di profesi guru, di profesi pendidik ini dalam rangka pengabdian kita terhadap profesi kita, pengabdian kita terhadap bangsa, pengabdian kita tentunya kepada Tuhan Yang maha Esa. Sehingga pekerjaan itu menjadi pekerjaan yang menyenangkan karena timbul dari dalam kita karena kebutuhan dari dalam diri kita bukan dipaksa dari luar. Untuk itu diperlukan ILC (Intelligent, Love, Care). Kita harus selalu belajar dengan intelligent (cerdas), kita harus punya Love (rasa cinta) terhadap profesi dan tentunya punya Care (kepedulian) terhadap diri kita untuk mengembangkan diri, kepedulian terhadap peserta didik kita untuk mengarahkan siswa kita berkembang dengan optimal, dan punya kepedulian pada profesi kita sehingga profesi kita bermartabat.
  2. Agar guru dan kepala sekolah dapat mengatasi berbagai macam permasalahan yang kompleks tentang pendidikan yang di dalamnya ada pembelajaran, ada pembimbingan, dan ada pelatihan. Maka di era digital ini guru dan kepala sekolah harus menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman dengan era digital. Sehingga berupaya terus untuk mengembangkan kepribadiannya menjadi kepribadian yang efektif. Kepribadian yang efektif adalah yang  dicirikan dengan 5C (Competen, Creative, Control, Consistent, Commitment). Khusus untuk pembelajaran, guru dan kepala sekolah hendaknya menggunakan di era digital ini blended learning dengan menggunakan berbagai sumber pembelajaran yang tentunya bermakna bagi peserta didik.
  3. Tujuan pendidikan yang autentik adalah membantu peserta didik menjadi mandiri dan sejahtera sehingga peserta didik merasa bahagia. Untuk itu diperlukan guru dan kepala sekolah yang sehat secara utuh yang mampu membantu peserta didik memberdayakan dirinya dan dia mampu menggunakan lingkungan di sekitarnya sehingga memperoleh kebahagiaan juga bagi anak didik kita. Itulah pentingnya 3A (Acceptance, Achievement, Affection) yang harus kita ingat,  yaitu kita bisa menerima diri kita, kita bisa berprestasi dalam kehidupan kita, dan kita selalu bahagia dalam hidup ini merasa senang dengan tentunya emotional  intelligent yang tertata dengan baik.
  4. Dalam menghadapi era digital dan era pandemi ini tentunya guru dan kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya dituntut untuk mempunyai kepribadian yang sehat. Kepribadian yang sehat itu adalah kepribadian yang tangguh dan mampu menyesuaikan diri dengan luwes, fleksibel. Sehingga guru-guru dan kepala sekolah mampu mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya di dunia pendidikan dengan baik sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan peserta didik. Hal ini sesuai dengan pepatah, yaitu didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya. Oleh sebab itu guru dan kepala sekolah harus terus menjadi pembelajar yang efektif agar mampu bertahan dan mengembangkan, menikmati profesinya secara profesional. Di sini diperlukan adaptif dengan perkembangan zaman.

*Semoga bermanfaat*

Sumber:

BRIDGE Educator Workshop via Zoom Meeting (8 s.d 9 April 2021)

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar