0

Catatan Perjalanan (0)

Supadilah S.Si May 2, 2021

Sesuai edaran pemerintah, kami pun menyiapkan persyaratan yang harus dipenuhi untuk melakukan perjalanan dalam negeri. Apa saja? Pertama, swab antigen. Kami survey harga dulu. Ada yang seharga Rp 250 ribu, Rp 230 ribu, dan Rp. 175 ribu. Tentu saja kami pilih yang paling murah. Hehe. Ada tiga orang yang diswab. Saya, istri, dan anak sulung. Pelaksanaan swab antigen di rumah sakit ada jadwalnya. Sebelumnya, saya survey dulu. Biar sewaktu ke sana, pas waktunya. Alhamdulillah swab berjalan lancar. Anak pun bisa diatasi. Nggak nangis.

Caranya, kami sudah bilang jauh hari sebelum ke rumah sakit. Bahwa dia juga harus di swab kalau naik pesawat. Apa langsung mau? Tidak. Bahkan dia takut. Apalagi sebelumnya dia lihat video anak yang di swab di laman Yutub, makin takutlah dia.

Tapi dengan berbagai cara saya yakinlah dia bahwa swab itu nggak sakit, rasanya hanya geli, dan pengen bersin karena hidung yang dicolok dengan alat. Butuh empat atau lima kali bilang seperti itu, sampai akhirnya dia mau dan berani di swab.

Alhamdulillah, proses swab lancar, nggak ada drama pula. Setelah lama menunggu, akhirnya hasil pun keluar. Alhamdulillah, kami negatif Covid-19. Kami pun semakin akan mudik eh pulang kampung. Kami berangkat pukul 05.00 WIB.

Perjalanan ditaksir 3 jam. Jadi akan sampai pukul 08.00. Eh ternyata karena jalan sepi, perjalanan hanya 2 jam saja. Tak seperti biasanya, keamanan di bandara cukup ketat. Ada 4 lapisan keamanan disiapkan.

Mulai dari pemeriksaan hasil swab antigen, periksa tas, periksa tas, dan periksa boarding pass.Jadwal pesawat pukul 10.00. Lebih dari dua jam kami di bandara. Emang sih lama nunggu. Tapi lebih bagus lama nunggu daripada telat.

Kalau buru-buru di jalan itu rasanya nggak tenang. Bahkan bisa jadi kecelakaan karena harus ngejar jadwal. Apalagi kalau sampai telat kan tidak ada pengembalian uang tiket. Dan ingat, bandara Soetta itu luas. Kalau telat, lari-lariannya sangat jauh. Besar kemungkinan tetap tertinggal.

Pukul 10 kami sudah di pesawat. Tapi pesawat belum terbang juga. Anak-anak sudah nggak sabar nunggu. Akhirnya ketiduran. Mereka nggak merasakan pesawat take off. Apalagi si bungsu, selama pesawat mengudara, tidur penuh. Kecapekan. Hehe..

Antre Masuk Pesawat

Sesi ini cukup ribet. Karena penumpang harus cari tempat duduknya dengan segera. Biasanya mengantre sekali. Kalau lambat, antrean akan panjang, penumpang lain tertahan. Jadi kalau bisa cepet aja cari tempat duduk, setelah meletakkan ransel, kopor, atau bawaan lain. Kita bisa letakkan kopor seadanya. Biarkan pramugari yang merapikan.

Sering banget terjadi kemacetan di sini. Ada saja insiden yang membuat antrean mengular panjang. Meskipun, pramugari berkali-kali ngasih tau agar penumpang segera duduk dulu. Tapi ya namanya praktik, nggak semudah teori. Satu dua human eror bisa terjadi.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar