7

Cara Menghemat Listrik. Sederhana Saja (0)

Supadilah S.Si October 23, 2020

Sebuah kampus di Pulau Sumatera memberikan imbauan tentang besarnya biaya listrik yang harus dikeluarkan kampus tersebut. Nominalnya cukup mencengangkan. Kampus tersebut harus membayar listrik lebih kurang Rp. 720 juta setiap bulan. Di akhir imbauan, terdapat tulisan “Mohon hemat listrik” yang ditulis dengan dengan background warna merah.

Kampus tersebut memang besar dan luas. Namun tetap saja jumlah uang hanya untuk membayar listrik itu sangat besar. Apatah lagi jika ditambah dengan biaya-biaya lainnya, kira-kira berapa miliarkah pengeluaran kampus tersebut? Dari sejumlah tagihan itu saya yakin banyak disebabkan pemakaian listrik yang kurang bijaksana. Perilaku yang dimaksud misalnya membiarkan lampu ruangan tetap hidup padahal tidak sedang digunakan, membiarkan pendingin ruangan tetap beroperasi padahal ruangan sedang kosong, atau penggunaan alat-alat listrik yang terlalu mubazir.

Pemandangan seperti itu jamak ditemui di berbagai tempat baik itu tempat umum, rumah-rumah, atau instansi pendidikan. Kesadaran untuk hemat listrik memang belum maksimal. Sebagai seorang guru, saya sering menemukan alat-alat listrik yang masih bekerja padahal tidak sedang digunakan seperti infocus, lampu, kipas angin, atau pendingin ruangan yang masih menyala padahal kelas tidak sedang ada penghuninya. Di luar karena faktor lupa sebagai penyebabnya, kesadaran untuk hemat listrik memang menjadi penyebab utamanya. Mungkin karena merasa tidak ikut mengeluarkan uang secara langsung sehingga tidak merasa perlu berhemat.

Pernah lho ada kejadian pada 4 Agustus 2019 dulu. Yaitu listrik padam total selama sepuluh jam saja telah membuat kehidupan kita kalangkabut. Kita tidak siap dengan ketiadaan listrik. Kesadaran kita lantas muncul.  Betapa kehadiran listrik sangat penting listrik dalam kehidupan sehari-hari. Listrik seakan menjadi simbol adanya kehidupan. Tidak ada listrik, tidak ada kehidupan. Berbagai berbagai aktivitas kita menjadi terkendala. Berbagai alat transportasi lumpuh, perekonomian tersendat, dan komunikasi terganggu. Kerugian akibat Pemadaman listrik di sekitar wilayah Jawa yang disebabkan adanya gangguan pada transmisi SUTET 500 kV ditaksir mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah.

Masalah ketersediaan energi menjadi tanggung jawab dari hulu ke hilir. Pemerintah melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) bertanggungjawab dalam pengadaan dan pemeliharaan, sementara masyarakat juga bertanggungjawab dalam hal hemat pemakaian agar energi listrik tidak lekas habis.

Penggunaan listrik prabayar sebetulnya menjadi alarm bagi kita untuk hemat energi. Agar kita menggunakan listrik dengan hati-hati dan perhitungan. Kiranya tagline dari PLN “yang penting matikan yang tidak penting” sudah gencar dikampanyekan. Sekali lagi sangat penting memunculkan kesadaran untuk menghemat energi listrik sekecil apapun.

Langkah kecil yang dapat kita lakukan dalam menghemat energi listrik adalah menggunakan lampu LED yang lebih sedikit konsumsi energinya, menghidupkan alat listrik hanya saat digunakan, mematikan alat listrik atau mencabut steker listrik jika tidak digunakan, menghindari ‘TV menonton kita” dan mengajak keluarga serta orang terdekat untuk ikut serta dalam gerakan hemat energi listrik. Dibutuhkan kerelaan untuk berpayah-payah mengingatkan oranglain untuk hemat energi. Juga kesediaan meluangkan waktu dan tenaga untuk mematikan alat-alat listrik yang beroperasi tanpa penghuni. Memang ini sepertinya hal yang kecil. Namun langkah kecil ini bisa berefek besar jika dilakukan secara bersama-sama.

Gunakan lampu LED

LED memiliki segudang keunggulan seperti hemat energi, lebih terang, tidak panas, dan daya pakainya pun lebih panjang. =

Gunakan AC hemat listrik

Pilih AC yang hemat listrik. Sekarang gampang untuk cari yang hemat listrik. Tinggal cari keterangannya berapa persen si AC itu menghemat listrik.

Cabut steker kabel jika tidak dipakai

steker yang tercolok itu tetap mengkonsumsi listrik lho meskipun tidak tersambung ke perangkat lain seperti televisi, hape, laptop dan lain sebagainya. Emang sih nggak besar dimakannya. Tapi kalau dalam waktu lama tentu ngaruh juga.

Matikan alat elektronik di malam hari

Istirahatkan alat listrik di malam hari. Alat yang terus bekerja sepanjang hari akan berkurang daya efisiensinya yang nanti bisa membuat alat semakin boros pada kebutuhan energinya.

Miliki Sensitivitas Hemat Listrik

Punya rasa eman, sayang, dan merasa mubazir kalau membuang energi listrik. Agak rewellah dengan alat-alay listrik yang terus dibiarkan menyala. Dengan begitu kita akan selalu fokus pada penghematan energi listrik.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Mari bersilaturahim :)

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (7)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar