10

Cara Jitu Mengajar Ketika Kita “Bete” di kelas (+3)

Trisno Widodo December 6, 2013

Model pembelajaran banyak sekali ragam , namun dalam menggunakan model pembelajaran tersebut , kita harus mempersiapkan dengan baik. Namun ada kalanya kadang-kadang kita “tidak siap mengajar” sehingga kita “bete”. Hal ini jangan pernah terjadi, kita harus memutar otak dan sedikit kereatif.

Pengalaman penulis dalam hal ini … , harus berfikir untuk menggunakan model-model pembelajaran yang sederhana , misalnya Model Pembelajaran Permainan Bola Salju. Ketika saya di kelas mengajar jam 7-8 dalam keadaan panas dan sedikit mengantuk munculnya rasa bete di kelas tersebut. Pada waktu saya melihat siswa juga kurang semangat , muncullah ide untuk menggunakan model pembelajaran tersebut.

Saya langsung menyampaikan pada siswa , bahwa pelajaran IPS di siang ini akan menarik dan mengasikkan. Lalu saya menyuruh siswa untuk berdiri sejenak untuk melakukan Ice breaking ”  Goyang Sesar ” . Setelah itu kondisi kelas berubah dan pembelajaran lebih fokus. Untuk itu saya menyuruh setiap siswa untuk membuat 1 pertanyaan dan 1 jawaban dari materi pembahasan hari itu.

Setelah siswa selesai melakukan tugasnya dengan membuat 1 pertanyaan dan 1 jawaban, maka saya menyuruh siswa mengumpulkan kertas bekas yang ada di kelas dan kolong meja untuk dikumpulkan, setelah itu saya remas-remas dan di buat bola dan diberi karet. Kemudian saya berkata kepada siswa di kelas, ” anak-anak kita akan bermain boladan sekarang bola di pegang oleh Ronaldo. Anak-anak bengong kenapa Pak Trisno ini , mau main bola ?

Saya menyampaikan langkah-langkah permaian “Bola Salju”  pada siswa. Anak-anak Pak Trisno melempar bola  ,  bola ditangkap oleh Riqki , nanti Riqki membacakan pertanyaan yang telah dibuat, kemudian yang lain berusaha mencari jawaban, setelah itu Riqki melempar dan bola ditangkap oleh Anisa , kemudian Anisa menjawab, Anak-anak memberi tepuk tangan pada Anisa karena ia dapat menjawab, setelah itu Anisa membacakan pertanyaannya, kemudian ia melempar dan ditangkap Lukman . Lukman menjawab ulang dari pertanyaan Riqki dan menjawab pertanyaan Anisa ternyata Lukman . Setelah itu Lukman diberi penghargaan dengan tepok tangan oleh seluruh siswa kemudian Lukman menyampaikan 1 pertanyyan kemudian melemparkan bola ke temannya . Nanti yang tidak dapat menjawab diberikan hukuman dengan menyanyi atau berjoget di depan kelas.

Ternyata dengan model pembelajaran bola salju tersebut suasana kelas menjadi asik dan menyenangkan karena dalam belajar ada unsur bermain dan sesuai dengan prinsif belajar itu sendiri. Sehingga dapat mengatasi masalah kita di dalam melakukan tugas mulia membelajrkan siswa di kelas.

Itulah sekelumit pengalaman yang perlu saya lakukan  dan hal ini patut di coba oleh bapak dan ibu warga guraru yang tercinta.

Dari perje

Comments (10)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar