1

Butuh Kesabaran dalam Pembelajaran Jarak Jauh (0)

Thurneysen Simanjuntak March 5, 2021

Dari berbagai status rekan guru di media sosial atau cerita langsung dari rekan – rekan guru yang mengajar, setidaknya ada seribu satu cerita suka duka atau pengalaman menjalankan pembelajaran jarak jauh.

Menurut hemat saya dari berbagai cerita tersebut, satu kata yang harus dimiliki seorang guru adalah kesabaran. Sabar menghadapi berbagai proses perubahan yang terjadi. Sabar menghadapi dinamika pembelajaran. Bahkan sabar menghadapi keragaman anak didik.

Intinya, jangan pernah habiskan jatah sabarmu, sebab kita belum tahu sampai kapan pandemi Covid – 19 ini berakhir. Kita pun harus tetap bersabar menunggu kapan pembelajaran jarak jauh akan berakhir.

Sebagai guru, harus diakui bahwa bertemu dengan anak didik secara langsung memang jauh lebih menyenangkan. Interaksi dengan tatap muka langsung, tentu jauh lebih efektif, dapat meminimalkan pesan yang tidak tersampaikan.

Sementara berdasarkan pengalaman pembelajaran jarak jauh, seringkali ada faktor penghambat proses pembelajaran dari peserta didik atau guru sendiri, misalnya keadaan jaringan dan perangkat yang digunakan. Sehingga hal itu dapat memengaruhi tingkat kesabaran.

Nah, sekarang bagaimana kita harus mengelola kesabaran dalam diri? Menurut hemat saya ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang guru.

Pertama. Berdoalah selalu, agar Tuhan memberikan hikmat dan bijaksana ketika mengajar. Berdoa agar selalu diberikan kemampuan diri untuk bersabar menghadapi berbagai keadaan dan kenyataan yang barangkali berbeda dengan ekspektasi atau harapan kita sebelum mulai proses pembelajaran.

Kedua. Jangan pernah memendam atau mengingat setiap ragamnya perilaku anak didik yang barangkali tidak sesuai dengan keinginan kita. Keinginan kita memang semua anak baik dan menurut perintah dan aturan. Tapi kenyataannya sering sekali fakta berbeda dengan harapan. Misalnya, ada yang tidak mengerjakan tugas tepat waktu, ada yang mengerjakan kegiatan lain saat pembelajaran, ada yang tidak mau membuka kamera, dan sebagainya.

Tetaplah selalu tulus membimbing, sabar mengingatkan hal-hal yang perlu diperbaiki dan dibenahi anak didik. Begitulah peran kita sebagai pendidik.

Ketiga. Minimalkan setiap hal yang dapat mengganggu proses pembelajaran. Terkadang gangguan – gangguan itu akan membuat kita tidak berkonsentrasi bahkan kesabaran terganggu. Memang gangguan terkadang tidak bisa dihindari, tetapi meminimalkan setiap gangguan adalah upaya yang paling tepat kita lakukan.

Keempat. Perencanaan pembelajaran dan berbagai kelengkapan administrasi pendukung ketika hendak mengajar ternyata membuat kita lebih nyaman. Kenyamanan atau kesiapan diri tentu menjadi sarana pendukung untuk membuat kita tenang, dan akan lebih sabar berhadapan dengan proses pembelajaran.

Keempat hal di atas hanyalah beberapa pengalaman dari penulis. Barangkali sahabat pembaca, yang juga adalah guru, tentu dapat memperkaya pengalaman ini. Setiap guru pasti memiliki pengalaman berbeda dan unik Yuk, ceritakan melalui platform guraru ini yang kita cintai ini. Salam

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar