1

Buku Petunjuk Pengintegrasian Pendidikan Anti Korupsi Dalam Kurikulum Pendidikan (0)

Fauji Rezki April 21, 2021

Halo teman-teman guru dimanapun Anda berada.

Ini adalah artikel pertama yang saya buat di Guraru. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi buku petunjuk pengintegrasian Pendidikan Anti Korupsi dalam kurikulum pembelajaran baik untuk jenjang SD, SMP dan SMA sederajat.

Sebagai guru, maka kita adalah lokomotif perbaikan khususnya dalam pemberantasan korupsi melalui berbagai tindakan pencegahan melalui pendidikan sejak dini.

Untuk mempermudah para guru atau pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran anti korupsi, diperlukan pengintegrasian pendidikan anti korupsi dengan mata pelajaran tertentu yang erat kaitannya dengan nilai nilai anti korupsi, yaitu pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan atau PPKn. Oleh karena itu Pemerintah dalam hal ini melalui KPK menyusun panduan insersi Pendidikan Anti Korupsi melalui mata pelajaran PPKn sebagai pegangan bagi guru atau pendidik dalam menerapkan Pendidikan Anti Korupsi dalam kurikulum pendidikan.

Panduan ini bersifat umum untuk penguatan nilai-nilai antikorupsi di setiap jenjang pendidikan dengan pelibatan seluruh elemen agar dapat lebih memahami, menyadari, meyakini, serta mengaktualisasikan pendidikan antikorupsi dari ruang kelas, sekolah, rumah dan lingkungan. Keniscayaan akan generasi ke depan yang memiliki karakter moral sesuai nilai-nilai antikorupsi, akan terwujud jika dalam setiap proses pembelajaran tidak hanya mengajarkan tetapi juga adanya pengkondisian yang dipraktekkan secara nyata melalui sikap dan perilaku yang baik.

Perilaku koruptif telah merasuki semua elemen bangsa. Padahal, kita semua tahu perilaku seperti itu membuat tindak pidana korupsi menjadi hal yang dianggap biasa. Sebuah ironi karena perilaku tersebut adalah perbuatan tidak bermoral.

Perilaku koruptif ditandai oleh hilangnya nilai-nilai jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil dari dalam diri individu. Mengapa nilai-nilai karakter ini makin menghilang, tentu menjadi keprihatinan kita.

Padahal, dunia pendidikan, ditujukan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Inti dari pendidikan adalah penguatan karakter. Ayo kita bangun kembali penguatan nilai-nilai antikorupsi mulai dari sekolah. Kini saatnya mengembalikan sekolah sebagai lokomotif penguatan budaya antikorupsi untuk jangka panjang.

Pendidikan antikorupsi diawali dengan memastikan bahwa kurikulum mengakomodasi nilai-nilai antikorupsi. Sehubungan dengan ini, sebagai jantung pendidikan, kurikulum memiliki dua kekuatan, yaitu:

Pertama, ketepatan memilih substansi atau lingkup pengetahuan yang akan dibelajarkan. Kebenaran substansi tidak disangsikan, urgent (penting) untuk dipelajari, benar-benar bermanfaat, relevan dengan kebutuhan peserta didik dan kehidupan, serta memancing minat peserta didik untuk mempelajari lebih lanjut secara mandiri.

Kedua, pengelolaan kurikulum melalui pembelajaran yang efektif yang didukung oleh sistem penilaian yang mengarah pada pencapaian kompetensi (valid) dan realiable (dapat dipercaya, ajeg, konsisten, andal dan stabil). Pengelolaan kurikulum diawali dengan penyusunan perencanaan pembelajaran yang benar-benar dapat dijadikan sebagai acuan dan pengendalian proses pembelajaran. Perencanaan tersebut memperhitungkan kelayakan dan keterlaksanaanya, disesuaikan dengan kondisi yang ada, mempertimbangkan perbedaan potensi dan kecepatan serta gaya belajar peserta didik, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari siswa, tanggap terhadap berbagai perubahan situasi yang terjadi tiba-tiba, dan memberikan berbagai alternatif pengalaman belajar.

Mari bersama-sama menanamkan sikap anti korupsi sejak dini pada generasi mendatang.

Terima kasih sudah berkenan membaca.

Link download: https://drive.google.com/file/d/1bCZSdRtp492Z7mgLX2oN7Jbu1VA0Z2h1/view?usp=drivesdk

1 2

Comments (1)

  1. Pendidikan anti korupsi sebagai nurturant effect, dari pembelajaran melalaui tauladan dari guru dan media. Siswa ndak bisa lepas dari media massa, kita ajarkan dengan contoh dan pelurusan pemahaman pada realitas yang ada di dunia nyata .

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar