1

Bryophyta (0)

Elisa Kristiyanti March 25, 2021

Bryophyta (lumut) merupakan anggota kingdom Plantae (tumbuhan) yang paling sederhana dan bisa dikatakan sebagai bentuk peralihan antara Thallophyta atau tumbuhan bertalus (belum memiliki akar, batang, daun sejati) dengan Cormophyta atau tumbuhan berkormus (sudah memiliki akar, batang, daun sejati). Tumbuhan lumut bersifat autotrof karena memiliki klorofil. Tubuh lumut dapat dibedakan antara sporofit dan gametofitnya.

Cara Hidup dan Habitat Alami

Sebagian lumut merupakan tumbuhan teresterial atau hidup di daratan. Lumut mudah ditemukan terutama di tempat yang lembab, di tanah, tembok, bebatuan lapuk, dan menempel di kulit pohon. Di tempat yang lembab dan teduh, lumut tumbuh subur. Contohnya : Lumut lambut (Sphagnum) yang tumbuh di bioma tundra di daerah kutub utara.

Ciri-Ciri Tubuh Lumut

Bentuk dan Ukuran Tubuh Lumut

Tubuh lumut ada yang berbentuk lembaran dan ada juga yang berbentuk seperti tumbuhan kecil dan tegak. Lumut berukuran kecil umumnya memiliki tinggi sekitar 1 – 2 cm, sedangkan yang berukuran besar tingginya kurang lebih sampai dengan 20 cm. Lumut berbentuk tumbuhan kecil berdiri tegak dan memiliki bagian-bagian tubuh yang mirip akar, batang, dan daun. Bagian tubuh yang menyerupai akar pada lumut disebut rizoid yang berfungsi menyerap air dan garam mineral, serta melekat pada habitat. Daun lumut sangat tipis dan tulang daun terdiri dari beberapa lapis sel. Pada ujung batang terdapat titik tumbuh yang mengakibatkan lumut tumbuh memanjang.

Lumut tidak memiliki pembuluh angkut baik xilem maupun floem. Jaringan pengangkut berupa jaringan empulur. Air diserap oleh rizoid dengan cara imbibisi, kemudian diedarkan ke seluruh bagian tubuh melalui proses difusi. Lumut mengandung klorofil dan memiliki dinding sel tetapi tidak diperkuat oleh lignin seperti tumbuhan darat lainnya.

1 2 3 4

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar