6

Blogger itu Bergengsi (+3)

Botaksakti December 16, 2013

Di dalam sebuah tayangan TV kabel, ada acara yang sangat menarik. Acara ini adalah semacam ajang pencarian bakat seperti yang digelar oeh banyak stasiun televisi. Hanya saja, bukan manusianya yang akan dikembangkan bila memenangi kontes melainkan produknya.

Kontestan yang menjadi peserta adalah warga masyarakat biasa. Mereka tidak punya spesifikasi khusus. Hanya saja, mereka harus menampilkan sebuah resep masakan. Bila menang, maka resep mereka akan dikembangkan oleh sebuah tim untuk diproduksi massal dan dijual di seluruh jaringan sebuah supermarket besar di Amerika.

Yang menarik adalah proses untuk menjadi pemenang dari kontes tersebut. Setiap peserta diminta menampilkan olahan dengan resep andalan mereka. Resep itu kemudian akan diuji dengan berbagai indikator. Dibantu dengan beberapa tenaga ahli dan laboratorium memadai, mereka akan mencoba mengolah kembai resep mereka menjadi lebih baik.

Setelah masakan hasil pengembangan itu selesai, maka akan didatangkan keompok surveyor yang akan menguji hasil masakan itu. Rekomendasi dari kelompok surveyor inilah yang nanti akan menentukan makanan manakah yang memenangi kontes dan mendapatkan kesempatan meraih ratusan juta dari hasil penjualan produk olahan tersebut.

Lantas siapakah yang menjadi anggota kelompok surveyor tersebut? Sebelum mereka tampil, host menyebutkan bahwa kelompok ini terdiri dari orang-orang yang menghabiskan hampir sebagian waktunya untuk bepergian ke seluruh penjuru dunia untuk menemukan yang terbesar dan terbaik. Dan yang dimaksud oleh sang host tersebut ternyata adalah para blogger kuliner.

Nah, bermula dari sebuah kegiatan ‘ngeblog’, mereka akhirnya bisa tampil dalam sebuah acara yang bergengsi. Gaya mereka sangat meyakinkan sebagai seorang yang ahli ‘mencicip’ makanan. Komentar-komentarnya begitu pas dan sangat berwawasan. Pertanyaannya, kenapa blogger yang diambil sebagai keompok surveyor dan bukan ahli masak yang boleh jadi lebih tahu tentang dunia masak-memasak?

Barangkali, seorang blogger memang memiliki kelebihan dibanding seorang ahli. Mereka mungkin dipandang lebih piawai dalam melakukan pengamatan dan lebih jujur dalam beropini. Dengan demikian, mereka dianggap bisa mewakili keinginan masyarakat atas sebuah produk yang akan diproduksi. Nah, ini berarti menjadi blogger itu bergengsi bukan?

@Tulisan ini juga diposting di http://www.cintabelajarcintanya.wordpress.com

Comments (6)

  1. Benar pak Isna, blogger memiliki wawasan jauh lebih luas sebab melacaknya melalui dunia maya, menembus segala masakan di mana saja. Blogger juga mampu menganalisis, membandingkan, memberikan argumentasi kuat, berdasar landasan teori yang tekah banyak di internet, masalah gizi, menu, khasiat bahan makanan, dll. Blogger juga mempraktikkan/melakukan apa yang ditulis, dan menulis apa yang dilakukan. Amerika seperti itu. Jaringan internet di sana dapat segera menemukan orang-orang canggih, sebab data selalu masuk internet. Insya Allah di Indonesia segera seperti itu. Guraru Insya Allah bisa. Salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar