0

Blended Learning: Metode Pembelajaran Dua Arah yang Lebih Efektif (0)

Pengelola Guraru August 26, 2022

Di masa pandemi Covid-19, semua sektor dituntut untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Tidak terkecuali pada sektor pendidikan, yang dituntut untuk melakukan proses belajar mengajar secara daring. Namun, pembelajaran tersebut dinilai makin mempercepat penerapan Praktik Pendidikan Era 5.0. Salah satunya adalah diciptakan metode pembelajaran baru yaitu Blended Learning. 

Lalu, apa itu metode pembelajaran Blended Learning? Simak infonya berikut ini.

Konsep Metode Pembelajaran Blended Learning 

Sebelum rekan guru mempelajari lebih jauh mengenai Blended Learning, ada baiknya guru memahami terlebih dahulu konsep Blended Learning.

Metode pembelajaran Blended Learning adalah gabungan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka dan virtual. Metode ini adalah bentuk penyempurnaan dari sistem e-learning dan lebih efektif dibanding hanya guru yang menjelaskan secara satu arah karena blended learning bisa dilakukan dua arah. Metode ini mempunyai empat konsep, yaitu:

  1. Kombinasi berbagai teknologi web.
  2. Kombinasi format teknologi (video tape, web-based training) dengan pembelajaran tatap muka.
  3. Kombinasi berbagai pendekatan belajar (behaviorisme, konstruktivisme, dan kognitivisme).
  4. Kombinasi teknologi pembelajaran dengan perintah tugas kerja aktual untuk menciptakan pengaruh baik pada pembelajaran dan tugas.

Baca juga: Kepemimpinan Berbasis Elektronik (e-Leadership)

Manfaat Metode Pembelajaran Blended Learning

Setelah rekan guru mengetahui konsep Blended Learning, akan memunculkan pertanyaan mengenai manfaat model pembelajaran Blended Learning. Apakah Blended Learning lebih baik dari model pembelajaran lainnya? Mari simak beberapa manfaat metode pembelajaran Blended Learning berikut ini:

1. Fleksibel

Metode Blended Learning menerapkan proses pembelajaran antara virtual dan tatap muka, maka siswa dapat belajar lebih fleksibel tidak terikat waktu dan tempat. Metode ini juga memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kemampuannya.

2. Siswa lebih aktif

Pada sistem pembelajaran tradisional, siswa cenderung lebih pasif karena metode belajar yang satu arah. Namun dalam metode pembelajaran Blended Learning, siswa dituntut aktif dalam belajar sehingga siswa dapat dengan maksimal memahami materi yang diberikan.

3. Efektif tingkatkan hasil belajar siswa

Hal ini diuji menggunakan metode pembelajaran Blended Learning Core 5 pada anak sekolah dasar di Inggris. Hasilnya menunjukan bahwa adanya peningkatan pencapaian membaca hingga 20 poin dari biasanya.

4. Mencapai tujuan belajar dengan baik

Dalam metode Blended Learning siswa akan memahami dan mengetahui tentang alur pembelajaran yang akan diterima. Mulai dari awal pemahaman sampai pengaplikasian materi sehingga tujuan pembelajaran akan dicapai dengan baik.

5. Menghemat biaya dan waktu

Perjalanan menuju sekolah pasti menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Dengan menerapkan metode Blended Learning, guru dan siswa bisa menghemat biaya dan memanfaatkan waktu untuk aktivitas lainnya.

6. Materi pembelajaran beragam

Guru dan siswa bisa mengambil materi tidak hanya dari buku pelajaran saja, namun juga bisa dari video, podcast, atau e-book. Hal ini bisa membuka wawasan lebih yang diterima dari berbagai sumber pembelajaran.

7. Suasana belajar yang nyaman

Setiap orang pasti memiliki cara sendiri untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman. Melalui metode Blended Learning, siswa bisa menentukan sendiri posisi nyaman untuk belajar seperti duduk di kasur, mengenakan pakaian nyaman, atau sambil mendengarkan lagu. Jika kenyamanan sudah didapat, hasil belajar juga akan menjadi maksimal.

8. Belajar aman di masa pandemi

Pandemi Covid-19 belum juga hilang dan bisa seketika menambahkan banyak kasus baru. Untuk mengatasinya kita harus meminimalisir aktivitas yang melibatkan bertemu banyak orang. Metode Blended Learning sangat cocok karena semua dilakukan melalui internet dan bisa mengurangi resiko terpapar Covid-19.

Baca juga: Solusi Acer for Education untuk Membuat Hybrid Learning jadi Lebih Terjangkau

Tantangan Metode Pembelajaran Blended Learning

Metode pembelajaran Blended Learning belum sepenuhnya diterapkan dalam proses pembelajaran di Indonesia. Beberapa sekolah bahkan belum mengenal metode pembelajaran Blended Learning. Berikut beberapa tantangan dalam penerapan metode pembelajaran Blended Learning yang rekan guru harus ketahui:

1. Penguasaan teknologi yang baik

Tidak hanya siswa, guru juga dituntut untuk menguasai teknologi dengan baik agar guru dapat memanfaatkan data dan mengevaluasi hasil pembelajaran siswa.

2. Bergantung pada teknologi

Sekolah harus memiliki alat-alat dan fasilitas yang mendukung metode Blended Learning.

Dengan diterapkannya metode pembelajaran Blended Learning, siswa dapat berinteraksi lebih baik melalui pertanyaan atau diskusi untuk membahas materi pelajaran. Metode ini juga memberikan pengalaman tambahan bagi siswa yang tidak akan mereka dapatkan jika menggunakan metode belajar tradisional. Diharapkan metode Blended Learning dapat memberikan peningkatan kualitas pendidikan pada saat pandemi Covid-19 ini sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan maksimal.

Tagged with:

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar