0

Blended Learning di Indonesia (0)

ISWANTO S.S June 25, 2021

Blended learning sebagai model pembelajaran abad 21

Pembelajaran jarak jauh telah dilaksanakan hampir disemua jenjang pendidikan di Indonesia sejak merebaknya kasus covid 19. Seluruh stakeholder pendidikan banyak mendukung pelaksanakan pembelajaran jarak jauh ini meskipun banyak tantangan yang belum siap untuk diterapkan baik dari sisi wali murid, peserta didik dan infrastruktur. Namun, pelaksanaan pembelajaran jauh telah merubah banyak mindset kita tentang sekolah dan belajar. Siap atau tidak perubahan akan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh harus tetap dilaksanakan bagi Anda yang berjiwa open minded teacher dan sebagai agen perubahan di negeri ini.

Pandemi Covid 19 tidak selamanya memberikan efek negatif dalam pendidikan. Banyak hal baru yang muncul saat penyebaran Covid 19 melanda bangsa dan dunia ini. Pembelajaran Jarak Jauh, salah satu contohnya, yang membutuhkan peran aktif dan open minded seorang pendidik era 4.0. Sebagai pendidik Anda wajib memahami bahwa mendidik bukan hanya orientasi datang ke kelas, mengajar dan menuntaskan beban kurikulum serta lain-lainnya namun saat ini sesuai dengan perkembangan zaman pendekatan pendidikan terus berkembang mengikutinya. Anda sudah siap untuk menjadi Agent of change di era 4.0 ?

Pembelajaran dengan model blended learning sudah mulai marak diterapkan di Indonesia sejak Pandemi Covid 19 . Ini karena tuntutan keselamatan penerus bangsa dan tuntutan profesi pendidik sesuai dengan PERMENDIKBUD NOMOR 719 TAHUN 2020 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KURIKULUM PADA SATUAN PENDIDIKAN DALAM KONDISI KHUSUS yaitu pembelajaran darurat covid 19 dan program merdeka belajar.

Melalui model blended learning memungkinkan peserta didik dan pendidik untuk memanfaatkan tekhnologi dalam model pembelajaran ini baik secara individu atau berkelompok sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan belajaranya. Dalam pembelajaran Blended learning siswa tidak hanya banyak mendengar dari pendidik di depan kelas nya (Guru bukan sumber utama) melainkan memfasilitasi dan membantu siswa untuk lebih banyak mengexplorasi materi dan pembelajaran dengan tujuan untuk pencapaian komptetensi pembelajarannya

Blended learning sebagai model pembelajaran Abad 21

Secara etimologi, blended learning terdiri dari dua kata yaitu, blended dan learning. Blended atau berasal dari kata blend yang berarti “campuran, bersama untuk meningkatkan kualitas agar bertambah baik”Oxford English learning Sedangkan Learning adalah proses pembelajaran

Menurut UNESCO, pembelajaran Abad 21 adalah siswa memiliki empat kompetensi yang harus dimiliki siswa di abad 21 yang disebut 4C, yaitu Critical Thinking and Problem Solving (berpikir kritis dan menyelesaikan masalah), Creativity (kreativitas), Communication Skills (kemampuan berkomunikasi), dan Ability to Work Collaboratively (kemampuan untuk bekerja sama dan melek 6 literasi untuk hidup dan berkarir dalam masa depan.

Sebagai seorang pendidik di era 4.0 Pendidik sudah seharusnya dan wajib memiliki, memhami dan menerapkan pengetahuan dan ketrampilan pembelajaran abad 21, bagaimana menggunakan berbagai media tekhnologi modern dan menyusun konten materi pembelajaran dan mengintegrasikannya ke dalam kelas online ataupun offline. Hal ini karena kedepan keseluruhan kegiatan belajar akan terintegrasi dengan tekhnologi baik hardware ataupun software.

Penerapan pembelajaran Blended Learning

Sebagai pendidik di era 40. Seorang pendidik harus mampu mempersiapkan dan menguasai ketrampilan dalam proses penataan konten materi dan pemilihan strategi pembelajaran menggunakan model blended learning sesuai dengan karakter konten dan peserta didik.

Untuk menata dan mempersiapkan konten diatas, pendidik dan peserta didik harus terampil menggunakan perangkat tekhnologi pada saat penyampaian materi, berdiskusi, latihan mandiri dan kerja kelompok serta melakukan penilaian baik saat tatap muka maupun online.

Melalui model Bledned learning , pendidik diharapkan untuk mengkaokomodasi peningkatan kualitas pembelajaran sesuai dengan tuntuan dan tantangan era abad 21 dan era industri 4.0

Sebagai model pembelajaran, Blended learning memungkinkan seorang pendidik untuk dapat memvariasikan proses dalam menyampaikan dan memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik, tentunya peserta didik diharapkan untuk menguasai ketrampilan sesuai kriteria kecakapan abad 21

Mengapa harus blended learning ?

Dalam model pembelajaran blended learning, kegiatan pembelajaran online dan tatap muka berjalan untuk saling melengkapi dan berkesinambungan. Berikut alasan mengapa Anda sebagai seorang pendidik yang inovatif dan open minded harus menggunakan model blended learning dalam pembelajaran kelas Anda.

Blended learning meningkatakan kualitas belajar peserta didik.

Dengan model pembelajaran ini, Anda dapat mengaplikasikan berbagai strategi belajar yang mungkin tidak bisa diterapkan dalam pembelajaran konvensional. Tentunya model ini akan meningkatkan keterlibatan peserta didik dan meningkatkan kualitas belajar mereka.

Blended learning dapat meningkatkan akses dan fleksibilitas

Melalui model blended learning, peserta didik akan memperoleh pengalaman belajar dengan menjangkau sumber belajar tanpa batas daripada hanya mendengar ceramah dan membaca dan mengerjakan LKPD

Memaksimalkan efisiensi pembelajaran

Dengan blended learning, efisiensi pembelajaran akan maksimal karena menggunakan waktu yang fleksibel dan biaya yang terjangkau baik dari sudut pendidik ataupun peserta didik. 

Partisipsi peserta didik meningkat

Dalam pemelajaran blended learning, partisipasi siswa akan meningkat untuk berdiskusi, bertukar pikiran dan menyampaikan pendapat. Diskusi dan tanya jawab secara online menjadi alternatif bagi pendidik dan peserta didik untuk mengungkapkan ide dan pendapat dalam pembelajarannya

Kecepatan Belajar

Pembelajaran tatap muka di kelas berjalan sesuai dengan unit atau bab materi dan akan berpindah ketika unit atau bab materi tersebut selesai. Dalam hal ini, pembelajaran model ‘blended learning’ dapat memfasilitasi siswa dalam mengatur kecepatan penguasaan, pengulangan, serta pengayaan dari bab materi yang dapat dipelajari secara mandiri. maupun kolaboratif.

Individualisasi

Setiap peserta didik memiliki minat, kemampuan, dan tujuan yang berbeda. Pembelajaran secara online dapat membantu guru dalam memfasilitasi peserta didik untuk mengarahkan pembelajaran sesuai dengan minat, kemampuan, dan tujuan masing-masing.

Tempat lebih fleksibel

Pembelajaran secara online bersifat lebih fleksibel dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Melalui pembelajaran online, peserta didik dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Baik sebelum jam sekolah, atau setelah jam sekolah.

Interkasi pribadi

Pembelajaran model blended learning juga memungkinkan pendidik untuk dapat lebih banyak berinteraksi dan membantu peserta didik secara individual. Hal ini dikarenakan fokus guru tidak terpusat pada satu kelas secara keseluruhan seperti pada pembelajaran konvensional.

Persiapan

Dalam pembelajaran ‘blended learning’ peserta didik dapat mengakses bahan ajar secara online sehingga peserta didik dapat lebih siap sebelum mengikuti pembelajaran tatap muka, serta peserta didik

Umpan Balik

Dalam suatu proses pembelajaran, umpan balik terhadap hasil pekerjaan siswa adalah bagian yang sangat penting. Namun seringkali pendidik tidak mempunyai banyak kesempatan untuk dapat memberikan umpan balik segera setelah peserta didik menyelesaikan tugasnya. Melalui sistem online dalam pembelajaran blended learning, guru dapat memberikan umpan balik atas hasil pekerjaan seluruh siswa melalui sistem aktivitas penilaian yang interaktif.

Blended Learning : Online and Offline

Berdasarkan artikel pendidikan singkat ini, dapat disimpulkan bahwa Blended learning adalah pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran online dengan pembelajaran konvensional (tatap muka). Dalam pembelajaran model blended learning, peserta didik difasilitasi untuk dapat belajar dan mengulang materi secara mandiri untuk satu bagian sesi menggunakan bahan dan sumber belajar online dan satu bagian sesi lainnya dilakukan secara tatap muka di dalam ruangan kelas.

Pembelajaran blended learning tidak hanya sekedar mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran di kelas. Namun dalam pembelajaran blended learning, keberadaan teknologi lebih difokuskan untuk memfasilitasi peserta didik dalam mengeskplorasi materi bahan ajar dan mendapatkan pengalaman belajar secara mandiri.

Ditulis oleh : Iswanto, S.S – Guru di SMP Umar Mas’ud Sangkapura

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar