5

Bintang yang bersinar di Kegelapan Malam: Sebuah Kisah ‘ANIMAL SCHOOLING’ (0)

Ar-Rofi' an-Nabhany September 29, 2020

Di sebuah hutan belantara berdirilah sebuah sekolah para binatang. Statusnya “disamakan” dengan sekolah manusia. Kurikulum di sekolah tersebut mewajibkan setiap siswa harus lulus semua pelajaran, baru akan mendapatkan ijazah.
Terdapat 5 mata pelajaran dalam sekolah tsb :
a. Terbang
b. Berenang
c. Memanjat
d. Berlari
e. Menyelam

Banyak siswa yang bersekolah di “animals schooling”, ada elang, tupai, bebek, rusa dan katak.
Terlihat di awal masuk sekolah, masing2 siswa memiliki keunggulan pada mata pelajaran tertentu.
Elang, sangat unggul dalam terbang. Dia memiliki kemampuan yg berada diatas kemampuan binatang lain.
Demikian juga katak, sangat mahir pd pelajaran menyelam. Rusa pun berpredikat sebagai pelari tercepat di antara yang lain.

Namun, beberapa waktu kemudian karena “animals schooling” mewajibkan semua harus lulus 5 Mapel.
Maka, mulailah si Elang belajar memanjat dan berlari., namun tak banyak membuahkan hasil.
Tupai pun berkali-kali jatuh dari dahan yang tinggi karena belajar terbang.
Bebek seringkali ditertawakan meski sdh bisa berlari dan sedikit terbang.
Semua siswa berusaha dgn susah payah bahkan hampir putus asa, namun belum jg menunjukkan hasil yg lebih baik. Tidak ada siswa yg menguasai 5 mapel tsb dengan sempurna.
Kini, kelamaan…
Tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat berenang dgn baik karena sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek, sebab terlalu sering belajar memanjat.

Kondisi ini bisa saja terjadi dengan kondisi pendidikan kita.
Guru apalagi orang tua berharap siswa dan anaknya serba bisa. Sangat kecewa ketika matematikanya dapat nilai 5. Berkecil hati ketika B.inggrisnya di bawah rata2, bingung ketika siswa atau anaknya mendapat nilai rendah pada pelajaran tertentu. Padahal, Setiap anak memiliki dominan otak masing2, Ada yg dominan di limbik kiri, neokortek kiri, limbik kanan, dan neokortek kanan. Sehingga masing2 memiliki kelebihannya.

Fokuslah dengan kelebihan itu, kawal, dan berilah stimulus agar terus berkembang. Janganlah kita disibukkan dengan kekurangannya.
Karena sesungguhnya setiap anak yg terlahir di dunia ini adalah “Cerdas” (di kelebihannya msg2), istimewa dan mereka adalah bintang yang bersinar di kegelapan malam.

A.Rofi An-Nabhany

Tagged with: ,

Comments (5)

  1. Terima kasih Bapak Ar-Rofi untuk sharingnya 😉
    Cerita yang dikemas dengan analogi yang sangat menarik, untuk menjelaskan bahwa setiap anak cerdas dan memiliki kelebihan masing-masing!

    Rekan guraru, sharing bapak Ar-Rofi kali ini bisa dijadikan referensi untuk mengarahkan orang tua, rekan guru dan memotivasi para anak murid kita nih. Semoga bermanfaat guraru-ers

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar