1

Biasa, terbiasa, luar biasa (Refleksi kegiatan TMC 2) (+3)

Syahrul Ismet July 7, 2013

Salam kenal Guraru..

 

Kegiatan Teacher Writing Camp 2 yang berlangsung tanggal 6-7 Juli 2013 di Wisma UNJ memberi inspirasi yang menggugah, untuk segera menjadi guru yang punya keterampilan dalam menulis. Semua pemateri sepertinya ijma (sepakat) menyatakan bahwa waktu yang tepat untuk mulai menulis itu adalah saat ini. Tidak menunggu sampai siap atau punya kemampuan teknis yang mumpuni.

 

Penulis beruntung sekali, karena mendapatkan tiket free mengikuti kegiatan TWC 2 setelah melihat info di FB Omjay. Pemateri yang mengisi  lima sesi hari pertama dan empat sesi di hari kedua, merupakan para pendekar dunia penulisan inspiratif.  Mereka memiliki karya dan prestasi dalam bidang penulisan.  Sedangkan beberap peserta yang ikut kegiatan merupakan guru yang familiar menulis di blog, baik yang bersifat pribadi maupun komunitas.

 

Menyimak setiap sesi materi yang disampaikan, membuat penulis terasa menjadi “orang biasa”, walaupun sebelumnya penulis sudah memiliki blog (yang mati suri), menggunakan internet sebagai sumber belajar, dan menjadi editor buku terbitan lokal (di balik layar).   Penulis mendapatkan informasi baru tentang teknis sukses dalam menulis, serta motivasi untuk meningkatkan keterampilan menulis bukan hanya sekedar hobi tetapi menjadi sebuah pilihan yang menjanjikan.

 

Kunci sukses menulis menurut para pemateri sepertinya sama, yaitu mulailah dari apa yang mudah dan disukai,  tanpa takut dengan berbagai aturan baku yang membelenggu. Prinsip inilah yang akan membuat siapa saja, didorong memiliki budaya “terbiasa” menulis.

 

Untuk menjadi terbiasa dalam menulis, para pemateri memiliki kiat-kiat tersendiri.  Omjay menganjurkan untuk menulis setiap awal pagi dan sore hari, minimal tiga paragraf (pembuka, inti, penutup).  Mas Bhayu Sulistiawan menyarankan untuk rutin menulis pada pagi jumat, karena hari yang berkah. Bapak J Sumardianta  menekankan agar menulis itu dicicil satu bab per bulan sehingga dalam setahun menjadi satu buku.  Bapak Johan Wahyudi  menyarankan agar memulai menulis dengan sesuatu yang kecil-kecil, fokus dan linear. Mbak Ester memberi anjuran untuk mulai menulis dari hal yang paling mudah dan disukai.

 

Hal menarik menurut penulis dari pemateri yang tampil, semuanya  merupakan penulis aktif, memiliki karya hebat bahkan penghargaan  dalam berbagai sayembara menulis, dengan tetap menjalankan berprofesi sebagai guru.  Panitia yang diketuai Omjay berhasil menghadirkan orang-orang yang  “luar biasa”, yang dapat dijadikan contoh nyata.  Penulis meyakini, panitia berupaya memberi cermin berkilau kepada para guru, untuk segera menjadi guru luar biasa melalui keterampilan menulis.

 

Tiga kata kunci yang mewakili antusias penulis dalam mengikuti TWC 2, menulis itu awalnya “biasa”, setelah itu harus “terbiasa” dan siapkan diri menjadi orang yang  “luar biasa”.

 

Terima kasih kepada panitia dan sahabat TMC 2.

 

Comments (1)

  1. Terimakasih pak Syahrul Ismet atas sharingnya. Sangat bermanfaat pak buat Guraru. Kita mulai menulis dari hal-hal yang kita sukai dan kita kuasai. Menulis setiap hari dan jadikan menjadi suatu kebiasaan. Jika sudah menjadi kebuasaaan maka akan menjadi budaya. Yah, budaya menulis.

    Salam hormat dan perjuangan..,

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar