1

Beruntung Mengenal Guraru (Part 2) (0)

AfanZulkarnain July 30, 2021

Penulis : ” Moch Afan Zulkarnain”

Tahun ini saya diberi tugas tambahan oleh madrasah, menjadi salah satu anggota tim humas. Tugas humas adalah mewartakan segala kegiatan maupun prestasi madrasah di berbagai platform, baik website, facebook, maupun instagram.

Awalnya saya merasa kebingungan dan ragu apakah saya bisa melakukan tugas tersebut. Namun saya suka tantangan baru. Saya yakinkan diri saya bahwa saya bisa.

Saya mendapat limpahan tugas untuk mewartakan 2 kegiatan sekaligus. Saya buat kerangka berita dan mengembangkannya lewat microsoft word. Setelah jadi, beberapa kali saya kroscek. Saya masih takut apabila saya salah menulis. Saya juga memeriksa apakah saya sudah tepat menggunakan tanda baca.

Setelah selesai menyusun berita, saya menyetorkannya kepada waka humas madrasah. Sebelum berita naik ke laman madrasah, prosedurnya harus melalui pertimbangan waka humas. Ada satu hal yang beliau koreksi. Langsung saya benahi. Setelah beliau setuju dengan konten berita tersebut, beliau meminta saya untuk segera mengunggah di web madrasah.

Ini yang menjadi sumber keraguan saya selanjutnya. Saya belum pernah mengisi secara langsung website madrasah. Lagi-lagi, takut salah. Kembali ke prinsip saya, learning by doing. Jangan takut salah. Tak apa nanti bila salah, pasti ada pelajaran berharga di baliknya.

Saya memasukkan username dan password. Saya berhasil masuk. Terkejutlah saya, ternyata website tersebut berbentuk wordpress. Hal yang sama dengan apa yang pernah saya dapati di komunitas Guraru. Well, saya bisa langsung mengeksekusinya. Berita langsung terunggah.

Dari situ saya merasa beruntung pernah mengenal Guraru. Komunitas yang menggugah semangat menulis saya. Kalau tidak mengenal guraru sebelumnya, pasti saya kesulitan dalam mengunggah berita di web madrasah.

Jujur, awal bergabung dengan Guraru, semangat menulis saya amat berkobar. Satu hari bisa dua-tiga tulisan. Bermacam-macam konten, dari tips mengajar hingga pengalaman kala mengajar di kelas. Saya tidak peduli tulisan saya masih ada kesalahan disana sini, yang penting adalah saya harus menulis. Saya pasang target. Setiap hari satu tulisan. Hal yang sangat menyenangkan menumpahkan segala gagasan dan bercerita tentang pengalaman mengajar. Pengalaman paling berkesan adalah ketika tulisan saya tentang pengalaman mengajar di sekolah Katolik dibaca ribuan kali dan sempat masuk trending. Alhamdulillah sekali. Ada kebanggaan di hati.

Saya juga sangat suka membaca tulisan dari guru-guru lain dari seluruh pelosok nusantara. Tulisan mereka bagus-bagus dan menumbuhkan semangat bagi saya untuk terus belajar menulis. Tulisan mereka juga kaya informasi bagi para pendidik yang ingin meningkatkan kulitas dalam mengajar. Sempat terpikir di benak saya, “Gila,ya para guru di komunitas Guraru ini. Gagasannya keren. Luar biasa. Out of the box.”

Hal yang semakin menumbuhkan semangat menulis adalah point. Saya teringat sempat berapi-api mengejar poin. Ada suatu kebanggan apabila akun saya terpajang di kolom anggota teraktif mingguan dan bulanan. Alhamdulillah saya sudah merasakan mendapatkan hadiah dari Guraru. Namun saya kembali berpikir tentang tujuan saya bergabung di guraru : belajar menulis. Poin adalah bonus, yang paling penting dari itu adalah saya harus menggunakan guraru untuk mengembangkan kemampuan menulis saya.

Artikel ini saya tutup dengan kalimat sepenuh hati: “Terima kasih, Guraru aas segala pengalaman berharga ini.”

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar