5

Bersama mereka saya merasa tidak hanya menjadi seorang guru (+5)

Yetty D Novia May 16, 2015

Sudah hampir dua semester ini saya melewati hari-hari bersama mereka, anak didik saya. Ini sudah menjadi tugas saya sebagai wali kelas. Setiap hari senin sampai sabtu saya menemani mereka belajar, terkecuali saat jam pelajaran tertentu yang harus dipegang oleh guru mapel. Bersama mereka saya merasa tidak hanya sebagai “Guru”. Berbagi waktu bersama mereka adalah suatu hal yang luar biasa bagi saya. Hari-hari seakan berjalan sangat menyenangkan. Mereka murid yang luar biasa dengan karakter yang berbeda-beda.

Banyak kejutan yang saya peroleh ketika bersama mereka. Setiap pagi, sebelum saya masuk ke kelas. Mereka, sudah duduk rapi di bangku masing-masing. Saat saya masuk dan mengucapkan salam, dengan senyum manis mereka langsung menjawab salam saya. Kadang mereka dengan lucunya mengucapkan selamat pagi cik gu. Menirukan karakter tokoh yang ditontonya di salah satu sinetron. Kadang mereka juga menyanyikan lagu himne guru. Itu yang membuat saya terharu. Mereka masih kelas III, wajah-wajah merekapun masih imut-imut. Tidak jarang saya gemes dibuatnya.

bersama mereka

Banyak sudah pengalaman menyenangkan bersama mereka, seperti yang saya katakan diatas. Bersama mereka saya merasa tidak hanya menjadi seorang guru. Kadang, saya bisa menjadi penasehat bagi mereka. Tidak jarang, ada beberapa anak yang melaporkan tentang tingkah laku temannya dirumah. Seperti beberapa hari yang lalu salah satu murid saya yang bernama shofi melaporkan teman sebangkunya. “Shofi “bu, fara kemaren bentak-bentak neneknya”. Saya lalu memanggil fara untuk duduk dibangku dekat saya “. Fara ini anak piatu ibunya sudah meninggal dunia, sekarang dia tinggal bersama Bapak dan nenek perempuanya. Dengan wajah memelas dia mendekati saya dan bilang saya tidak membentak nenek bu. Kemudian saya bilang pada dia. Fara “ Siapa tadi pagi yang masak buat kamu? Dia menjawab nenek bu. Lalu saya tanya lagi siapa yang setiap hari merawat kamu dia menjawab nenek bu. Saya bilang pada fara, nenek sangat sayang pada kamu, jadi kamu harus sayang pada nenek. Kalau gak ada nenek siapa nanti yang akan merawat fara. Sekarang fara harus sayang nenek ya. Fara menjawab iya bu. Semoga dia tidak pernah lagi membentak neneknya.

Sebagai penasehat saya merasa harus mengingatkan mereka untuk mengaji dan sholat. Ini saya lakukaan sesaat setelah berdoa dan mengakhiri pelajaran. Lalu, ada beberapa teman mereka si ini bu kemaren gak ngaji, si itu bu kemaren gak ngaji. Hehe, padahal saya tidak menyuruh untuk membuat laporan. Saya menjelaskan kepada mereka pentingnya mengaji. Saya juga melarang mereka untuk menonton sinetron-sinetron yang kurang mendidik. Kalian boleh menonton tetapi sinetron anak-anak. Karena beberapa waktu yang lalu banyak dari anak-anak SD kelas I dan II saat istirahat meraung-raung seperti serigala dan menakuti temannya. Alhamdulillah sekarang sudah tidak. Anak-anak merupakan peniru yang hebat, jadi kita harus mengontrol apa yang seharusnya mereka tonton. Karena mungkin orang tua mereka belum memahami dampak buruk dari sinetron yang anak lihat terhadap perkembangan anak.

Tidak hanya menjadi pensehat bagi meraka, saat mereka merasa sakit saya pun harus mampu menjadi perawat bagi mereka. Bagaimanapun mereka adalah amanah yang dititIpkan kepada saya saat di sekolah. Karena mereka masih kecil dan suka lari-lari tidak jarang dari mereka jatuh dan terluka disitu saya harus bisa jadi perawat meberikan obat yang ada di kotak p3k dan memperban luka mereka. Kadang ada juga yang mengeluh perutnya sakit jadi harus cepat memberikan minyak kayu putih sebagai pertolongan pertama. Semua itu adalah pengalaman berharga bagi saya.

fotol

Sebagai anak kelas III mereka masih suka menyanyi. Saya mengajarkan mereka untuk mengenal berbagai lagu anak, daerah dan nasional yang belum mereka pernah kenal. Disitu mau tidak mau saya harus menjadi penyanyi hehe walau suara saya fals, tetapi mereka tetap sangat senang menyanyi bersama saya. saya merasa mempunyai kewajiban untuk memperkenalkan kepada mereka generasi penerus bangsa lagu-lagu yang seharusnya mereka nyanyikan di usia mereka. Saya sebisa mungkin melarang mereka menyanyikan lagu-lagu dewasa yang saat ini beredar jika mereka berada di sekolah. Jadi di sela-sela pelajaran atau saat mata pelajaran SBK. Saya menuliskan lirik lagu anak-anak, daerah atau nasional untuk mereka catat kemudian saya menyuruh mereka untuk menirukan saya menyanyi tak jarang saya juga memutarkan lagu dari HP atau Laptop saya. Itu semua saya lakukan agar mereka mengenal dan mencintai lagu-lagu yang seharusnya mereka kenal di usia mereka dan untuk menghindari agar mereka tidak dewasa sebelum waktunya. Alhamdulillah mereka sekarang sudah mengenal dan bisa menyanyikan lagu-lagu anak-anak, lagu daerah dan lagu nasional.

Menjalani hari-hari bersama mereka memang menyenangkan kadang saat istirahat kita foto bersama, narsis bersama. Yaah disitu kadang saya harus menjadi fotografer untuk mereka. Hehe gak papa, suatu saat nanti itu akan menjadi kenangan bagi saya dan mereka. Sudah banyak foto yang saya abadikan bersama mereka baik melalui HP ataupun Kamera digital dan sekarang masih tersimpan di Laptop saya.

Mereka selalu ingin tahu, dan selalu bertanya jika melihat hal-hal yang baru. Seringkali saat waktu istirahat dan saya tetap di meja guru mereka pasti langsung menggerombol di meja saya dan bertanya ini itu. Disitu kadang saya merasa jadi artis hihi. Kadang jika saya ke kantor saat istirahat. Mereka seringkali mengintip di pintu kantor dan memangil-manggil saya. Lalu, saya harus mengingatkan mereka untuk bermain bersama teman-teman atau jajan di kantin karena waktunya istirahat. Kadang guru lain sampai bilang “ Bu dipanggil penggemarnya itu”.

Pernah mereka memberi kado untuk saya, kalo gak salah saat itu adalah hari guru. Mereka memberi saya kado. Saya merasa terharu mereka sekecil itu sudah bisa memberi kejutan. Hehe katanya mereka iuran. Walhasil saya harus menerima kado dari mereka. Saya ingatkan pada mereka lain kali jangan ngado-ngado bu guru lagi ya. Eh mereka malah bilang besok saya kado lagi ya bu, benar-benar lucu. Setelah saya buka kado saya tertawa sendiri selain alat tulis menulis sampho juga ada disitu. Ealah kok mereka ini lucu sekali sampek sampho pun mereka kado buat saya.

Pernah suatu kali saat pelajaran bahasa Indonesia saya menyuruh mereka membuat surat untuk guru. Setelah saya buka dirumah surat-surat mereka saya merasa terharu karena surat-surat tersebut kebanyakan berisi do’a untuk saya. Salah satunya semoga bu guru diberi kesehatan dan rizqinya lancar. Saya sangat senang dalam hati saya mengamini semua do’a mereka, karena mereka masih anak-anak kecil yang tak punya dosa.

Saat ujian baik itu ulangan tengah semester atau ulangan akhir semester, tanpa disuruh mereka membuat benteng pertahanan. Iya benteng pertahanan untuk melindungi jawaban mereka agar tidak dicontoh oleh temannya. Lha kalo semua sudah buat benteng pertahanan seperti itu kan sudah gak ada niat buat contekan. Hehe itulah dunia anak-anak mereka polos, jujur, dan tingkah polah mereka sangat lucu.

Saya merasa senang bisa menjadi guru, karena saya bisa merasakan menjalani profesi lainnya. Menjadi seorang guru kita dituntut untuk bisa segalanya jadi marilah kita perbanyak belajar karena akan banyak hal yang tak terduga nantinya. Semangat belajar, berkarya dan cintai profesi kita.

Itulah pengalaman menyenangkan menjadi seorang guru

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menlis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar