0

Bermain: Solusi Agar Belajar Jadi Menyenangkan? (0)

AfanZulkarnain February 28, 2021

Ketika kali pertama membaca kalimat ” Bermain Sambil Belajar, pasti terpikir di benak kita tentang aktivitas pembelajaran yang menghibur dan menyenangkan. Ada satu metode yang berkaitan dengan hal tersebut. Metode edutainment.

Dalam buku berjudul “Revolusi Pendidikan di Indonesia” yang ditulis oleh Sutrisno, edutainment berasal dari kata “education (pendidikan)” dan entertainment (hiburan). Dari dua kata tersebut , dapat didefiniskan bahwa edutainment adalah pendidikan yang menghibur atau menyenangkan. Sementara itu, berdasarkan terminologynya, edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmonis sehingga pembelajaran terasa menyenangkan.

Pembelajaran yang menyenangkan biasanya dikombinasikan dengan humor, permainan (game), bermain peran (role–play), dan demonstrasi. Tetapi dapat juga dengan rasa senang – senang dan mereka menikmatinya. Perpaduan antara belajar dan bermain ini mengacu pada sifat alamiah anak yang dunianya adalah dunia bermain. Bagi anak jarak antara belajar dengan bermain begitu tipis.

Pilihan model edutainment ini juga berlandaskan hasil riset cara kerja otak. Penemuan-penemuan terbaru ini bahwa anak akan belajar efektif bila dalam keadaan fun dan bebas dari tekanan (revolution learning).

Adapun pelajaran yang diterapkan dikemas dalam suasana bermain dan bereksperimen sehingga belajar tidak lagi membosankan, tetapi justru menjadi wahana bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa. Mayke dalam bukunya “ Bermain dan Permainan”, mengatakan bahwa dengan bermain akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat memanipulasi, mengulang-ngulang, menemukan sendiri, bereksplorasi, mempraktekkan dan mendapatkan bermacam-macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya.

Disitulah proses pembelajaran berlangsung. Anak dapat mengambil keputusan, memilih, menentukan, menciptakan, memasang, membongkar, mengembalikan, mencoba, mengeluarkan pendapat, memecahkan masalah, mengerjakan secara tuntas, bekerjasama dengan teman, dan mengalami berbagai macam perasaan.

Pendidikan untuk anak perlu disesuaikan dengan minat serta tahap perkembangan anak, untuk itu pentingnya penerapan bermain dalam belajar, supaya proses dalam belajar mengajar tidak terasa jenuh dan membosankan tetapi menjadi suasana belajar yang fun, enjoy dan menyenangkan.

Bermain, selain berfungsi penting bagi perkembangan pribadi, juga mempunyai fungsi sosial dan emosional. Dengan bermain, anak merasakan berbagai pengalaman emosi, senang, sedih, bergairah, kecewa, bangga dan lain-lain. Melalui bermain anak memahami kaitan dirinya dengan lingkungan sosialnya, belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tatacara pergaulan. Selain itu kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan kognitif anak. Bermain juga sangat penting dan berpengaruh besar terhadap perkembangan psikologi anak. Pelatihan, pembelajaran, pembiasaan, dan pendidikan aspek apapun, hendaklah dilingkupi dengan keaktifan bermain. Hal itu akan mengubah kecerdasan otak, kecerdasan emosi dan ketrampilan fisik, yang dilakukan dengan ceria, bebas dan tanpa beban.Tiada waktu yang paling menyenangkan pada usia dini, kecuali ketika kita sedang bermain.

Kak Seto Mulyadi dalam bukunya “Bermain itu penting” menyebutkan bahwa bermain tidak bertentangan dengan kegiatan belajar. Justru dengan bermain sesuai dengan tahap perkembangan anak, sangat membantu proses belajar mengajar.Kegiatan bermain adalah kegiatan apa saja dalam suasana menyenangkan merupakan kata kunci dalam setiap kegiatan bagi anak. Tanpa suasana yang menyenangkan, kegiatan itu bagi anak tidak berarti apa-apa. Oleh karena itu, orang tua dan pendidik dalam menciptakan kegiatan belajar, pelatihan dan pembiasaan hendaknya dalam suasana yang menyenangkan. Dengan demikian, anak tidak akan terbebani, tanpa paksaan.

Dunia anak – anak adalah bermain, kalau kita ingin mendidik, melatih, dan membiasakan anak-anak dengan kemampuan dan keterampilan tertentu, masuklah melalui media bermain.Dunia anak adalah dunia bermain. Tentu saja dengan bermain itu anak-anak belajar berbagai macam hal. Dengan bermain, berbagai kemampuan dasar anak dikembangkan , seperti a.       Keterampilan motorik. Dikembangkan melalui permainan : berjalan, berlari, melompat, meniti, melempar, menangkap, berdiri satu kaki, berjinjit, berguling dan sebagainya.

b.      Kemampuan bahasa, daya pikir dan bermasyarakat. Dengan bermain sambil belajar, terlebih jika permainan mengharuskan mereka berkelompok, akan membuat anak lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain, disitulah kemampuan bahasanya akan berkembang. Saat melakukan interaksi, muncullah diskusi yang mengembangkan daya pikir mereka. Saat bermain dalam kelompok, timbullah rasa kebersamaan untuk saling gotong royong mencapai tujuan.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar