6

Berbagi, Tak Mengenal Era, dan Bukan untuk Juara (0)

Urip Rukim October 16, 2020

Berkarya tak mengejar kaya. Berbagi bukan hendak dipuji. Tebar tautan tidak berarti cari perhatian. Prinsip hidup yang selalu saya pegang di era digital semenjak menulis di blog sejak 2006.

Pada blog lama  (urip.wordpress.com)  jumlah tulisan sudah lumayan banyak walaupun secara kualitas berada pada tingkat asal-asalan. Menulis tanpa ada beban. Kalau merasa perlu menulis biasa saya tulis begitu saja. Berkat aktivitas tersebut kemudian saya beruntung mendapat anugerah dari Pustekomdikbud ketika itu (2008). Ini benar-benar anugerah karena memang tidak pakai pendaftaran sebagai lomba untuk memperebutkan juara, tidak, tiba-tiba saja diundang untuk presentasi tentang blog saya.

Screenshhot blog urip

Blog Penulis

Terus menulis hingga 2015 di wordpress.com. Saya tidak peduli dengan ada yang membaca atau tidak ada, intinya menumpahkan unek-unek dan juga materi pelajaran kimia yang saya bisa. Dari blog tersebut saya kembali beruntung mendapatkan penghargaan Acer Guraru dari kegiatan Pesta Blogger 2010. Terima kasih Acer Indonesia, dengan mendapatkan laptop canggih pada zaman itu saya semakin bersemangat berbagi.

Sempat mendapatkan kontrak kerja dengan Acer selama 3 tahun menjadi Duta Acer Guraru. Berkesempatan berbagi tentang menulis ringan kepada beberapa rekan seprofesi di beberapa kegiatan yang di-support penuh oleh Acer. Ketika itu bekerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI). Senang sekali rasanya.

Karena di wordpress dot com penggunaan skrip baik html, css, dan java script dibatasi, akhirnya saya berpindah ke blogspot/blogger miliknya Google dengan alamat urip.info hingga sekarang. Pada blog terakhir ini saya sepenuhnya fokus pada pengajaran kimia (niche blog ini sesuai dengan profesi saya). Menulis semakin ringan.

Konten yang saya buat lebih kepada melengkapi materi pelajaran kimia yang mungkin tidak tersedia dalam buku pelajaran kimia. Selain senang belajar dan menuliskan apa yang baru saya pelajari ketika membantu siswa menyelesaikan soal sekelas olimpiade atau ajang kompetisi kimia lainnya. Semua berjalan secara smooth.

Hingga masa BDR (belajar dari rumah) saya mendapatkan beberapa permintaan untuk membuat konten video pembelajaran secara populer, tidak baku seperti yang umum guru kimia lain buat. Jadilah saya berusaha untuk membuat video pembelajaran kimia untuk umum selain untuk siswa saya sendiri. Selain melengkapi tulisan di blog urip.info itu yang mungkin kurang begitu jelas prosesnya, berharap lewat video di kanal uriprukim bisa membantu siswa yang ingin memahami tentang bahasan kimia sma/ma/smk.

Saya tidak peduli video yang saya buat ada yang menonton atau tidak, saya akan membuatnya terus, setiap hari kalau perlu. Saya sadar betul konten kimia yang saya buat bukanlah konten yang umum dicari pelajar yang baru belajar kimia. Niche video saya buat memang levelnya agak sedikit lebih tinggi. Saya senang karena beberapa rekan guru kimia juga banyak yang mengapresiasi itu, terima kasih rukim (guru kimia) Indonesia.

Selain konten pembelajaran kimia saya sesekali juga membuat tutorial video tentang penggunaan aplikasi kimia. Mengingat masa BDR ini banyak rekan yang sedang giat-giatnya belajar hal baru untuk menyiapkan materi pelajaran berformat new era. Tidak seperti dulu hanya berupa lembaran kertas atau paling banter format tayang yang di jadikan format PDF. Sekarang formatnya lebih beragam.

Bersama komunitas saya, Asosiasi Guru Kimia Indonesia (AGKI) yang sekarang berubah menjadi Perkumpulan Pendidik Sains Kimia Indonesia (PPSKI), beberapa kali mengadakan kegiatan belajar daring baik secara formal maupun informal. Senang sekali bisa belajar bareng guru kimia Indonesia yang memang sedang ingin belajar tentang TIK terkait kimia.

Berbagi memang mengasyikkan. Guru belajar mandiri jauh lebih menantang, tidak menunggu ada penyelenggara yang mengadakan kegiatan. Toh semua bahan yang ingin dipelajari tersedia lewat gerbang internet. Apa saja bisa dipelajari secara otodidak, yang penting punya minat-niat-kuat. Belajar model begini tidak terikat dengan institusi, bukan karena ingin mengejar sertifikat atau penghargaan tertentu, tetapi memang mau.

Menulis dan membuat video juga bukan karena ada lomba atau ada yang menjanjikan sesuatu. Semua adalah murni berbagi. Saya selalu memegang prinsip, bahwa ilmu yang kita dapat, kita terima di otak kalau tidak dialirkan maka itu seperti selang air yang buntu. Kewajiban bagi saya adalah mengalirkan air melalui selang otak saya entah ke mana alirannya itu tidak perlu dipikirkan. Dengan mengalirkan apa yang masuk, saya meyakini, hal baru, ilmu baru, akan lebih mudah masuk ke dalam selang otak saya dan mengalirkannya lagi, begitu siklusnya.

Yang jelas pada masa BDR dan era yang selalu baru ini semakin meningkatkan intensitas belajar dan berbagi. Salam sehat, semangat berbagi, dari salah satu guru kimia di tepian hutan Borneo.

#WritingCompetition #NewNormalTeachingExperience

Comments (6)

  1. Terima kasih untuk kata-kata motivasinya Pak Urip.

    “Berkarya tak mengejar kaya. Berbagi bukan hendak dipuji. Tebar tautan tidak berarti cari perhatian.” (Urip Kalteng)

    Berbagi kita niatkan semata-mata diniatkan untuk menyebarkan hal positif, bukan untuk mendapatkan pujian dari siapapun. Semoga ada yang mendapatkan manfaat dari tulisan-tulisan kita.

    Salam dari Makassar, Pak.

  2. Selamat Sore Bapak Urip 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Wah ternyata bapak merupakan Guru Era baru yang sangat aktif di dunia blog dan tulisan! semoga menginspirasi rekap lainnya, dan #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru. Tidak lupa emoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar