14

Benarkah semua plastik merupakan musuh utama lingkungan? (+4)

Bu Etna @gurutematik January 14, 2014

Selamat Sore Guraru. Di seluruh dunia, tak satu rumahpun yang tak menggunakan barang dari plastik. Plastik benar-benar sudah tak mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sedangkan plastik merupakan musuh utama lingkungan, sebab plastik tidak ramah lingkungan. Nah bagaimana jalan keluarnya? Apa upaya manusia untuk menanggulangi hal tersebut? Melarang memakai plastik? Tak mungkin. Membakar limbah plastik? Polusi udara menjadi lebih membahayakan lingkungan. Mendaur ulang? Sudah dilakukan, namun tak semua plastik dapat didaur ulang. Sampah plastik tetap masih membukit dan mengganggu kesehatan lingkungan. Menghentikan produk plastik? Ehm … mungkin bisa. Namun buktinya tak satupun industri yang mau menghentikan dan menutup usaha besar yang telah dirintisnya itu. Ini masalah dunia. Begitu hebohnya orang sedunia mencari solusi untuk mengatasi masalah ini.

Benarkah semua plastik merupakan musuh utama lingkungan? Tidak benar. Plastik jenis manakah yang ramah lingkungan? Plastik yang bersifat biodegradasi, yaitu dapat diurai oleh mikroba. Pernahkah mendengar tentang Bioplastik? Dewasa ini industri kimia di seluruh  dunia dianjurkan melaksanakan program “Green Chemistry”, yaitu  memproduksi bahan-bahan yang ramah lingkungan, aman, tidak beracun,  bersih, dan dapat didaur ulang. Jika jenis plastik ini benar-benar ramah  lingkungan, maka sampah plastik ini ketika tercampur dengan sampah lain  tentu tetap aman, tak menimbulkan suatu masalah. Harapan kita, seluruh  dunia segera mengganti produksi plastiknya dan diharapkan pula secara  berangsur-angsur para konsumen mengganti penggunaan plastik dengan  bioplastik ini. Perubahan terhadap sesuatu yang telah menyebar di  masyarakat dunia tidaklah mudah dilakukan. Untuk itu maka seluruh dunia  sangat diharapkan melakukan “Green Chemistry ini secara kompak.”  Penyebaran pengetahuan, berupa penyuluhan, pemberian label pada  bioplastik dan terobosan lain hendaknya segera dilaksanakan, sehingga  harapan kami “Green House Effect” dan “Global Warming” dapat dikurangi  secara bertahap dan pasti.

Marty Mulvihill, Executive Director of the UC Berkeley Center for Green Chemistry,  menceritakan bahwa universitas ini telah mengembangkan laboratorium  baru, dan mengadakan kuliah tentang bermacam-macam plastik yang dapat  diproduksi dengan aman, tak beracun, dan biodegradasi. Biodegradasi  berarti dapat diurai oleh mikroba, sehingga plastik itu tidak merusak  struktur dan tekstur tanah. Ini merupakan berita yang sangat  menggembirakan, diharapkan tak lama hasilnya akan segera dirasakan,  harapan seluruh umat di dunia akan segera terwujud, terutama kerusakan  bumi segera dapat diperbaiki.

“Green Chemistry” melibatkan  investigasi dan implementasi proses kimia dan produk yang aman, bersih,  dan lebih efisien. Melalui Green Chemistry ternyata harga produk menjadi  lebih murah, limbahnya sedikit, dan energi yang digunakan juga lebih  sedikit.Produk yang aman membuat kesehatan kita dapat terjaga. Segi  ekonomispun tak kalah pentingnya. Dengan murahnya harga produk yang aman  ini, maka penyebaran produk ini dapat sampai ke masyarakat ekonomi  lemah. Dengan demikian, segala lapisan masyarakat dapat hidup lebih aman  dan sehat. Jika produksi yang aman ini dapat menjangkau berbagai jenis  sandang dan papan, maka faktor ekonomi jelas akan sangat menguntungkan  terutama bagi ekonomi lemah. Anggaran belanja dapat lebih diatur,  sehingga dapat berdampak kepada kehidupan yang lebih baik dan masa depan  juga lebih baik.

Bioplastik atau plastik organik merupakan plastik yang dibuat dari sumber biomas, diantaranya minyak  sayur, tepung jagung,dan mikroba. Plastik ini jauh lebih baik dibanding  plastik dari petroleum, karena plastik ini ramah lingkungan dan dapat  didaur ulang. Istilah organik berarti bahan-bahan yang mengandung  senyawa organik.Senyawa organik merupakan senyawa-senyawa yangberasal  dari organisme hidup. Karena itu bahan organik adalah bahan alami  sehingga secara alami pula akan terurai oleh organisme hidup. Dikatakan  karena sejenis, sama-sama dari alam (natural), dengan sendirinya akan  ramah lingkungan. Senyawa organik tergolong senyawa karbon, karena  kandungan utamanya adalah karbon yang berupa rantai. Namun tidak semua  senyawa karbon yang mengandung rantai atom karbon ini alami (organik).  Sebagian senyawa karon adalah buatan manusia, tidak alami. Contohnya,  karet sintetis dan plastik nonbiodegradasi adalah senyawa karbon, bukan  senyawa organik. Karena itu plastik yang berasal dari bahan organik  dinamakan bioplastik. Nama bioplastik sebaiknya disosialisasikan, agar  masyarakat mengenal mana plastik yang ramah lingkungan. Insya Allah pengetahuan ini bermanfaat bagi kita.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (14)

  1. Cara mudahnya adalah dengan merebus plastik itu hingga airnya hampir mendidih. Jika plastik tersebut meleleh dan melarut bercampur dengan air, seperti gula yang diaduk dalam air, maka itulah bioplastik. Terima kasih responnya pak Isna, Insya Allah bermanfaat. Salam.

  2. Prof Dr Irwandi Jaswir Pengajar Universitas Islam International Malaysia (asal Indonesia/orang buangan jadi rebutan) menemukan pendeteksi lemak babi dengan infra red tanpa harus uji lab. Ditunggu temuan alat pendeteksi mana plastik berbahaya mana plastik yang aman, sebab sampai hari ini cuma Bu Etna Rufiati saja yang jeli terhadap bahaya plastik. Jika ditemukan alat deteksi tersebut ramai-ramai jadi paham. ikuti penjelasan Prof Dr Irwandi Jaswir http://www.youtube.com/watch?v=9ANNfa5Qx_0

  3. Pak Isna, sayang sekali pihak pemerintah kurang fokus dalam menangani masalah plastik. Terbukti masyarakat banyak yang tidak mengerti jenis plastik, sifat, dan kegunaannya. Sehingga tas kresek yang seharusnya hanya ditujukan untuk bahan makanan mentah, bahan sandang, atau lainnya, oleh para penjual dimanfaatkan sebagai kantong makanan matang, karena harganya jauh lebih murah. Akhirnya banyak menimbulkan masalah. Apalagi ada oknum yang sengaja melakukan pelanggaran penggunaan plastik. Insya Allah ke depan makin banyak generasi penerus yang sadar dan peduli lingkungan sehat, sehingga pemerintahan makin peduli pula pada rakyatnya. Insya Allah bapak dapat mensosialisasikan hal ini, terutama kepada anak didik. Thx dan salam.

  4. Alhamdulillah, terima kasih banyak pak Subhan, Insya Allah akan saya ikuti perkembangan tersebut. Saya amat prihatin atas kesembronoan masyarakat yang mengerti tentang plastik namun membiarkan bahaya kesehatan rekan-rekannya. Astaqfirullah, sungguh malang nasib rakyat jelata yang tak sempat mengenyam pendidikan, namun ketika berjualan ternyata pembawa masalah kesehatan karena ketidak-tahuannya. Seharusnyalah ada sosialisasi berkala dan rutin tentang kesehatan lingkungan hidup, paling tidak ke pelosok desa yang masyarakatnya amat langka dalam mengenyam pendidikan layak. Thx respon, perhatian, dan motivasinya. Insya Allah amanah ini akan saya lakukan. Salam takzim.

  5. Iya bu Mugi, saya sudah membacanya. Saya sudah hubungi mantan murid jadulku yang menjadi dosen di sana, namun sayang ya, produk itu kurang dikembangkan dan disosialisasikan. Hingga saat ini, masyarakat Indonesia buta akan pengetahuan plastik, apalagi bioplastik. Hingga detik ini belum ada tanda-tanda promosi tentang produk bioplastik tersebut, tak seperti di luar negeri. Oleh sebab itu hingga kini masih banyak pelanggaran atau tepatnya salah mengerti atau memang tak mengerti dari pihak penjual maupun konsumen. Sayang sekali ya bu. Thx respon dan motivasinya bu, saya tetap terus berjuang untuk mencari pencerahan. Salam perjuangan.

  6. di Lumajang para penjual banyak menggunakan plastik warna item yang baunya khas …. 🙁 ih ngeriiiiiii
    *****************
    seneng baca tulisa bunda …. wah pantas dan layak jadi menteri kesehatan nih ….. tapi awas ya … jangan bagi-bagi KDM ke maha siswa kalau ke guraru sih …..jangan lah ….. 🙂

  7. @pak Nuel: Alhamdulillah, saya senang mendengarnya. Semoga masyarakat memahami tentang hal tersebut. Namun bagaimana dengan pedagang kaki lima atau sejenisnya yang menjual jajanan? Umumnya mereka langsung memasukkan jajanan ke dalam kantong plastik yang berupa tas. Sedangkan tas ini bukan diperuntukkan makanan matang. Sejauh mana pelanggaran sejenisnya yang masih marak di Bali? Thx infonya. Salam perjuangan.

  8. @pak Bakri: Itulah pak yang sampai sekarang masih belum teratasi dengan tuntas. Kalau kita bertanya pada pedagang tersebut, mereka hanya membeli plastik dengan harga murah agar labanya cukup besar. Kalau beli kantong plastik yang biasa dipakai untuk gula misalnya, mahal dan bisa-bisa rugi, apalagi kalau musim hujan begini. Insya Allah ke depan pelanggaran yang berdampak negatif terhadap kesehatan kita dapat segera di tindak lanjuti. Thx respon dan motivasinya, salam sukses.

  9. Sebenarnya daur ulang itu dalam tanda petik bu. Sebagian daur ulang ternyata mendaur ulang segala jenis plastik, hingga paralon, pipa air yang mengandung khlor juga disatukan. Memang harga produknya jadi murah, diantaranya tas kresek atau kantong plastik yang berbentuk tas, dulu umumnya berwarna hitam, sekarang warna-wani bahkan banyak yang putih atau transparan. Nah tas ini tidak untuk makanan matang seperti jajanan berminyak yang digoreng. Saya sudah pernah membahasnya dalam artikel bahaya plastik. Itulah bu yang memprihatinkan. Thx responnya dan salam sehat.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar