15

Benarkah air dan gula itu berteman? (+5)

Bu Etna @gurutematik January 16, 2014

Selamat pagi Guraru. Ketika saya mengajar di kelas X dan membahas tentang campuran zat (bahan kimia), saya membawa keranjang yang berisi seperangkat bahan kimia dan alat-alat sederhana yang diperlukan. Kompetensi dasar tentang larutan (salah satu jenis campuran) kali ini tergolong mudah. Namun kalau pembahasannya tidak lengkap, akan terasa ketika konsep ini diperlukan untuk memahami konpetensi dasar yang lain. Telah saya putuskan untuk membuat konsep ini dapat terkesan secara mendalam, sehingga kuharapkan kesan ini masuk ke memori jangka panjang siswa.

“Anak-anak, air dan gula itu merupakan teman yang baik.”

Para siswa berpandang-pandangan.

“Maksud Ibu apa?”

“Pikirkanlah. Ini ibu membawa air dan gula. Amati kedua zat ini. Jelaskan apa yang kalian lihat.”

“Air berupa cairan tak berwarna dan gula zat padat berupa kristal putih.”

“Ya, rumus gula adalah C12H22O11 dan molekulnya bersifat polar. Bagaimana dengan molekul air?”

“Rumusnya H2O dan tergolong polar juga Bu.”

“Sekarang ibu minta seorang siswa maju untuk mencampurkan air dan gula.”

Seorang siswa maju ke depan dan melakukan seperti yang kuminta.

“Apa yang kalian amati?”

“Setelah dicampur, gula melarut dengan baik ke dalam air bu.”

“Mengapa gula melarut dengan baik ke dalam air?”

“Karena mereka berteman bu.”

Huahahaha. Anak-anak pada tertawa lebar.

“Mengapa mereka berteman?”

Kutunggu beberapa saat belum ada yang mengangkat tangan. Ya akan kumulai aksiku, aku akan menerapkan kimia humor dengan kalimat-kalimat pengandaian, hehehe.

“Anak-anak, andaikan zat kimia dapat berbicara, maka dengarlah pembicaraan mereka. Air dan gula sudah lama berteman. Oleh karena itu, saat kita mencampurkan keduanya dan mengaduknya, mereka gembira karena dapat bertemu lagi dengan teman lamanya. Mereka berterima kasih kepadamu sayang, karena kau telah menyatukan mereka.”

Huahahaha … sebagian siswa tertawa agak keras, yang lain tersenyum simpul. Ada yang terpingkal juga, tak tahan saya juga ikut tertawa.

“Sebenarnya air sebagai pelarut terkejut saat kau memasukkan gula; kita kedatangan tamu, teriak air kepada teman-temannya. Ternyata air menyambut dengan baik kehadiran molekul-molekul gula yang dengan tersenyum malu mendekati molekul-molekul air. Mereka kemudian bersalam-salaman melepas rindu. Gula menundukkan kepala, malu terhadap air yang agresif. Apa yang terjadi? Setiap molekul gula terpaksa berada diantara molekul-molekul air, hingga tertata dengan rapi. Disana-sini homogen, ya kita akui bahwa mereka selalu disiplin, tak seperti kita.”

Aku berhenti dan memandang seluruh siswa. Eh … mulai ada yang melongo, semoga saja di ruang kelas ini tidak kedatangan lalat atau nyamuk.

“Karena gula tergolong zat pemalu dan bersifat netral, maka air yang agresifpun menjadi malu. Dengan tersenyum air meminta maaf atas kelakuannya tadi dan mengucapkan selamat datang. Gula tidak marah, senyum dibalas senyum dan gula menjelaskan bahwa mereka ingin tidur karena agak lelah. Gula bersedia tidur diantara molekul air. Air merasa kasihan terhadap gula, diajaknya teman-temannya menjaga gula yang sedang tidur itu.” Aku menarik nafas panjang. Sebagian besar siswa juga mengikuti gerak-gerikku, hehehe.

“Mengapa mereka dapat bercampur secara homogen hingga kita nyatakan sebagai larutan?”

Terjadi pembicaraan antar siswa di kelompoknya masing-masing. Beberapa saat kelompok bagian tengah mengangkat tangannya.

“Karena keduanya tergolong polar Bu, jadi mereka dapat saling tarik menarik.”

“Bagus terima kasih ya. Nah … sekarang 2 siswa majulah untuk menguji daya hantar listrik larutan gula.”

Dua siswa maju untuk menguji daya hantar listrik larutan gula sambil menunjukkan hasilnya ke teman-temannya.

“Anak-anak pikirkan dahulu apa yang kalian amati dan diskusikan, setelah itu kita bahas bersama.”

Kembali siswa bertukar pikiran.

“Silakan siapa yang akan membahasnya.”

“Saya bu.” Saya … saya ….

Waduh … banyak sekali yang mengangkat tangannya, kupilih yang mana? Wah … aku tidak melihat siapa yang duluan.

“Siapa tadi yang mengangkat tangan lebih dahulu?”

Mereka ramai, saya Bu, saya … saya, saya duluan. Ya ampun, mereka tampak senang, berebut untuk menjawab sambil tertawa-tawa.

“Ya sudah, kau saja mas, kan jarang bicara. Jangan kalah dengan air donk, air saja berani bicara, hehehe.”

“Itu Bu, tadi dikatakan gula pemalu, sifatnya netral, mereka tidur. Artinya kan pasif Bu, jadi mereka tetap sebagai molekul, tidak terurai menjadi ion-ion.”

“Iya Bu, benar itu, gula malu, tidurnya juga pakai selimut, ditutupinya badannya dengan rapat, khawatir air agresif lagi. Hahahaha … iya kan Bu?” Eh siswa itu kok nimbrung saja, ya sudahlah.

“Kok kau tahu sayang, darimana?”

“Dari sifat pemalunya itu Bu, andaikan bicara sayapun mendengar dan melihatnya seperti itu Bu.”

Huahahaha … sekelas pada tertawa terpingkal. Aku ikut tertawa, apalagi teringat wajah mereka tadi yang lucu-lucu.

“Bagus sekali. Ya benar, OK, OK … pertanyaan selanjutnya … larutan gula tergolong larutan apa menurut daya hantar listriknya?”

“Non elektrolit Bu.”

“Benar, dapatkah kalian memberikan contoh non elektrolit yang lain?”

“Larutan urea dan glukosa.”

“Iya benar, kalau garam dapur dilarutkan ke dalam air, bagaimana?”

“Tergolong elektrolit Bu.”

“OK bagus sekali, setelah ini kita diskusikan tetang larutan elektrolit.”

“Bu kami senang dengan pengandaian tadi, kimia rasanya mudah dan menyenangkan. Hehehe … beneran lho Bu, tadi teman-teman berbisik-bisik begitu. Terima kasih Bu, minggu depan lagi ya Bu untuk larutan elektrolit.”

“Ya Bu … please.”

Aku tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju. Itulah penggalan contoh diskusi sifat zat yang disisipi pengandaian. Insya Allah bermanfaat.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (15)

  1. Humor yang sesuai itu amat penting. Saya telah mencoba berkali-kali dan alhamdulillah hasilnya amat memuaskan. Hampir tak ada anak yang remidi. Namun paket pemelajarannya harus dirancang lebih dahulu dengan baik agar hal-hal yang penting bisa tersampaikan. Silakan mencobanya. Salam sukses.

  2. nah, jadi berasa ikut dalam kelas beneran nih. Seperti itu pula konsep mengajar yang saya impikan, Bu, ketika materi tak hanya berupa angka mati melainkan benar-benar dimunculkan daam bentuk jiwa-jiwa yang berinteraksi, Keren, Bu. Tks!

  3. Di rumah saya ada banyak air dan ada gula sejak dahulu kala, cuma biasa-biasa aja, dimana-mana ada air ada gula juga biasa-biasa saja. Tapi gara-gara artikel ini, gula dan air menjadi luar biasa. Berarti bukan apanya tapi ide membagaimanakannya itu yang mahal… he he he guru selain harus punya rasa humor juga harus memahami sungguh-sungguh apa yang mau disampaikan. berarti bukan hanya gula dan air, materi ajar apapun bisa juga ni, mau coba ah sesuai materi ajar saya. Tks Bunda Etna Rufiati

  4. @Pak Subhan: Amin ya rabbal alamin. Terima kasih tak terhingga atas respon bapak yang membuat saya juga lebih menyadari lagi bahwa humor yang tepat amat bermanfaat untuk membuat pelajaran apapun menjadi mudah dinalar. Kemasan ini sesungguhnya sederhana sekali, namun tersirat suatu pendidikan karakter yang diumpakan ke benda dan setelah siswa menyadarinya, mereka malu kalah dengan sifat benda itu, misal pertemanan air dan gula, hehehe. Insya Allah Guraru dapat mencobanya. Salam takzim.

  5. @Bu Mia: Thx responnya. Sebenarnya pembelajaran itu dapat disederhanakan melalui merumpamaan/pengandaian sebagai humor yang mengena karena terkait pembinaan karakter. Pengalaman sehari-hari harus diangkat menjadi contoh, sehingga dapat dihayati dengan baik oleh siswa. Insya Allah ide ini dapat digunakan untuk pelajaran apapun. Silakan mencobanya bu. Salam perjuangan.

  6. Hahaha, sejak tahun 1973 hingga sekarangpun guru kimia bu, hanya saya pernah menulis khusus kimia di web ini, hehehe gak ada yang respon. Sedang di sini tujuannya agar bisa saling respon, senang dapat masukan. Masukan itu amat memotivasi kita untuk terus menulis dan meningkatkan terus layanan bangsa, hehehe. Thx responnya bu. Nih saya kan harus menyesuaikan diri dengan Guraru, ya inilah jadinya, postingan harus bermanfaat bagi yang lain. Salam sukses ibu.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar