3

Belajar Sambil Bermain : Papan Rangking Satu (+3)

In'am Al Fajar December 4, 2014

Dulu, diantara sekian kuis-kuis yang beredar di televisi, ada satu acara yang membuat saya tertarik. Rangking satu, begitu nama acara kuis ini. Kuis dengan format yang terbilang sederhana sebenarnya. Seluruh peserta – yang jumlahnya ada 100- hanya bertugas untuk berlomba menjawab pertanyaan dengan benar.

Oleh tim “rangking satu”, masing-masing peserta dibekali sebuah papan dan spidol. Tugas tiap peserta tak lain adalah menjawabi soal-soal yang dilempar host. Dengan cara ; membubuhkan jawaban di papan yang disediakan. Ada sekira beberapa waktu untuk mencari dan membubuhkan jawaban.

Teeet…… begitu waktu menjawab habis, seluruh peserta diharuskan mengangkat papan miliknya, untuk unjuk jawaban masing-masing. Nah, siapa peserta yang salah memberi jawaban, otomatis akan tersisih dari kuis ini. Yang tersisih mesti keluar dari barisan peserta kuis. Di tengah barisan peserta, hanya menyisakan mereka dengan jawaban yang benar.

Pertanyaan demi pertanyaan pun terus digulirkan oleh host. Yang salah menjawab harus meninggalkan kuis. Begitu seterusnya. Dari soal ke soal berikutnya, jumlah peserta pun semakin menyusut jumlahnya. Pertanyaan yang diajukan pun kian beragam topiknya.

Sampai pada akhirnya, usai pertanyaan kesekian, permainan akan berhenti, kala barisan menyisakan satu peserta. Peserta terakhir inilah yang berhak meraih predikat sebagai rangking satu, dan menggondol hadiah utama.

Terkait dengan pembelajaran di dalam kelas, meski dengan format lebih sederhana tentunya, Permainan rangking satu ini bisa digunakan sebagai pembukaa belajar. Cukup efektif dan menyenangkan. Papan dan spidol bisa kita ganti dengan secarik kertas dan pulpen.
Untuk memulai permainan ini kelas, tiap siswa harus menyiapkan selembar kertas dan pulpen. Usai siap, guru yang bertindak sebagai host pun bisa mulai melempar soal. Terkait dengan mata pelajaran yang tengah diampu.

Peraturan yang diterapkan pun sama dengan kuis sebenarnya. Siapa yang menjawab dengan salah otomatis tersisih. Dia yang salah berarti tak boleh menjawab pertanyaan berikutnya. Berikan terus pertanyaan hingga tersisa satu siswa. Untuk menambah semangat siswa, guru juga memberi hadiah pada siswa “rangking satu”. Tak harus mahal tentunya. Sebuah alat tulis, semisal, pulpen, penggaris, stabilo atau yang lainnya, tentu cukup bagi siswa. Bukan pada hadiahnya, tapi pada pencapaiannya “mengalahkan” siswa yang lain. Siswa akan bangga mendapat hadiah dari bapak atau ibu gurunya, berkat prestasi yang diraihnya di “rangking satu”.

Salam Kreatif.

In’am Al Fajar – http://catatanpakguru.blogdetik.com

 

Comments (3)

  1. Ya pak Fajar, belajar sambil bermain amat menyenangkan. Cara di atas bisa digunakan sebagai satu alternatif pembelajaran. Guru dapat menyusun RPP terkait cara tsb, hati2 dalam menyiapkan alur pembelajaran, keterkaitan konsep, tak lupa memulainya dengan kejadian sehari-hari yg dialami siswa dll. Salam kenal dan salam kreatif pak. Thx sharingnya.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar