3

Belajar Menyenangkan Bersama Buku (+2)

Lutfi Retno Wahyudyanti May 12, 2015

Baca Buku

Sejak dulu, saya bermimpi memiliki sekolah sendiri. Sekolah tempat murid-muridnya belajar dengan gembira. Sebelum hal itu terwujud, saya memulainya dengan berbagai kegiatan literasi untuk anak. Saya percaya, jika membaca banyak buku, orang memiliki lebih banyak pilihan untuk hidup yang baik. Tapi cinta pada buku memerlukan pembiasaan. Jarang ada anak yang tiba-tiba menyukai buku. Harus ada orang dewasa yang mengenalkan kalau buku teman yang menyenangkan.

Saya dengan bantuan beberapa relawan pernah membuat perpustakaan keliling di Desa Borobudur. Kali pertama kami datang membawa mobil perpustakaan, anak-anak datang berkerumun. Tapi tidak ada seorang pun yang tertarik untuk membaca. Untuk membuat mereka menyukai buku, kami membuat berbagai kegiatan dan mengaitkannya dengan buku.

Saat mendongeng misalnya. Kami mengambil ceritanya dari sebuah buku. Di sela-sela bercerita, kami menyelipkan ajakan untuk membaca sendiri bukunya. Supaya mereka mengetahui cerita lengkapnya. Kami juga berpromosi jika ada banyak buku lain dengan cerita yang tidak kalah menarik. Mereka harus baca sendiri.

Mendongeng

Lain waktu, kami menggambar bersama. Anak-anak di sana tidak kami perbolehkan menggambar gunung seperti yang biasa mereka lakukan. Kami meminta mereka meniru gambar-gambar yang ada di buku. Mau tak mau, mereka membuka buku. Anak-anak tersebut mulai membaca tulisan tiap kali menemukan gambar yang menarik.

Pernah juga saya membawa laptop dan LCD proyektor. Saya bercerita tentang mimpi saya berkeliling Indonesia. Dahulu, saya menganggap hal tersebut mustahil. Di keluarga saya, liburan merupakan hal mewah. Kami hanya berpergian saat menjenguk saudara. Tapi ternyata saya bisa melakukannya setelah bekerja. Saya menunjukkan foto-foto tempat yang pernah saya kunjungi di seluruh Indonesia. Mulai dari pantai-pantai cantik di Aceh, hutan alam di Kalimantan, sampai anak bermain babi di Papua. Ada beragam cerita di sana. Mata mereka berbinar-binar melihat hal yang berbeda dengan desanya. Mereka juga ingin melihat sendiri tempat-tempat tadi.

Saya berkata ada banyak hal menarik di luar sana. Kalau suka membaca buku, mereka akan tahu kalau dunia tidak sesempit desa tempat mereka tinggal. Bacalah buku supaya cerdas. Semoga, suatu saat nanti mereka bisa datang ke tempat yang mereka lihat di buku. Bisa jadi kelak mereka pergi lebih jauh daripada saya.

Baca yuk baca

Saya juga pernah mengadakan kegiatan membacakan buku di Tempat Penitipan Anak Beringharjo. Di sana, saya dan teman-teman menemani anak-anak berumur di bawah 5 tahun membaca buku. Mulanya, mereka tidak tertarik dengan buku. Bagi anak-anak tadi, buku adalah benda asing. Orangtua mereka tidak menyukai buku. Juga tidak pernah mengenalkan buku pada anaknya. Anak-anak di tempat penitipan tadi mendatangi kami karena ingin bermain bersama. Mereka senang mendapat perhatian dari orang dewasa. Mereka menikmati kami peluk atau kami ajak ngobrol saat membaca buku bersama.

Lama kelamaan, anak-anak ini mulai menyukai buku. Tiap kami datang, mereka heboh menarik-narik kami ke ruang tengah yang biasa kami pakai untuk membaca buku. Mereka mulai memilih buku yang mereka suka untuk kami bacakan. Kadang, anak-anak tadi berebut dengan teman yang lain. Sebagian juga tidak sabar membuka buku. Tiap bulan ada buku sobek gara-gara dipakai berebut dengan teman lain. Kami membiarkan hal tersebut. Bukankah guna buku untuk dibaca? Lebih baik mereka rusak daripada tidak tersentuh.

Sejak pindah di Jakarta, saya kesulitan mengumpulkan relawan untuk membuat kegiatan perpustakaan keliling. Tapi saya tidak berhenti membuat orang menyukai buku. Sekarang saya dan beberapa teman mengelola program berbagibuku. Kami mengumpulkan perpustakaan-perpustakaan komunitas di seluruh Indonesia. Tiap bulan, kami mengirim buku ke perpustakaan yang letaknya di pinggir hutan, pesisir pantai, atau pucuk gunung. Kami harap, akan lebih banyak orang di Indonesia membaca buku. Saya percaya saat seseorang banyak membaca buku, ia akan lebih mudah mengumpulkan informasi. Ia juga tahu jika dunia itu luas. Lebih beragam daripada lingkungan yang biasa ia datangi.

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar