1

Belajar Luring atau daring (0)

YANSAR October 18, 2020

Belajar daring atau Luring

Sebelum pandemi guru sebenarnya juga dituntut untuk menguasai teknologi, ada banyak media yang bisa digunakan dalam pembelajaran dalam kelas dengan menggunakan teknologi. Seperti Microsoft 365 dan beberapa aplikasi pembelajaran dari perusahaan IT. Tetapi bagaimana dengan di daerah 3T.

Apa sih itu 3T ?. 3T itu sendiri adalah singkatan dari daerah terdepan, terluar dan tertinggal. Sebelum saya bertugas di kalimantan barat, saya sebelumnya adalah alumni SM3T angkatan 3 tahun 2013 yang di tempatkan di Papua Barat Kabupaten Tambrauw sebagai guru di SMAN 1 fef dan membantu juga di SMPN 1 fef distrik fef.

Di kabupaten Tambrauw khususnya di distrik Fef tempat saya bertugas, untuk mengakses dari kota sorong melalui 2 jalur yaitu laut dan darat. Melalui darat di tempuh dengan waktu kira – kira 6 jam dengan melewati bukit, tepi sungai dan terkadang jalan yang diakses berupa lumpur bahkan kendaraan roda empat tidak bisa melintas di sebabkan jalan yang berlumpur yang sangat dalam sehingga harus di tarik dengan alat berat. Bahkan untuk menunggu alat berat menarik mobil yang kami tumpangi harus bermalam karena alat berat dari lokasi mobil yang di tumpangi jauh dari tempat alat berat sehingga harus menunggu dulu mereka datang.

Untuk sampai di tempat tugas memang sebuah perjuangan, dengan menempuh bukit dan lumpur. Di fef, saya mengajar dengan apa adanya tanpa dengan bantuan teknologi karena waktu itu fef masih menggunakan listrik tenaga surya, sehingga terbatas untuk malam hari

Setelah selesai bertugas di papua barat kabupaten tambraw distrik fef, saya sekarang bertugas di kalimantan barat kabupaten melawi sebagai PNS yang diangkat pada tahun 2017 melalui program GGD dari kemendikbud. Tempat tugas saya di SMP Negeri 1 Menukung Kecamatan Menukung. Akses menuju tempat tugas di tempuh dengan 3 – 4 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Di sekolah tepat saya bertugas itu walaupun berada di posisi kecamatan namun tempat sekolah saya bertugas harus di akses dengan perahu karena letaknya di seberang sungai dengan tanpa fasilitas listrik dengan jaringan internet yang tidak stabil. Listrik yang ada di kecamatan hanya bisa mulai jam 05.00 sore sampai jam 06.00 pagi karena PLN hanya mengandalkan tenaga diesel. Sehingga tidak mampu mengaliri listrik di sekolah karena posisi di seberang sungai.

Saya mengajar di SMPN 1 menukung sangat jarang menggunakan teknologi bahkan tidak pernah menggunakan teknologi dalam kelas. Saat pandemi covid-19 yang semakin melonjak mengharuskan siswa belajar di rumah, sehingga kami bingung untuk melakukan pembelajaran daring. Posisi siswa yang sekarang belajar di rumah dengan akses di tempat mereka yang tidak ada jaringan dan jauh dari kecamatan yang akses menuju kesana harus melewati jalan yang licin ketika musim hujan, bahkan ketika musim hujan kendaraan roda dua maupun empat kadang tidak bisa melintas. Saya mencoba untuk mengikuti bimtek dengan salah satunya menggunakan microsoft 365 dan kemudian mencoa menerapkan sebagai pembelajaran daring. Namun tidak semua siswa bisa mengakses microsoft 365 tersebut karena banyak kendala seperti mereka masih banyak yang belum  mempunyai laptop, alat telekomunikasi berbasis android dan tingkat ekonomi keluarga jadi kami memutuskan pembelajaran luring dengan cara mengantar tugas ke rumah – rumah siswa walaupun jauh dan menantang dan mengharuskan lewat sungai menggunakan perahu.

Tetap mengikuti Protokol kesehatan dan semoga pandemi segera berakhir.

#WritingCompetition

#NewNormalTeachingExperience

Comments (1)

  1. Selamat Malam 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar