0

Belajar Kearifan Lokal (0)

Thurneysen Simanjuntak March 25, 2021

Sebulan terakhir, saya dan peserta didik belajar tentang topik kearifan lokal.

Menurut hemat saya, topik yang satu ini sangat penting dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat globalisasi dan modernisasi terus menggempur budaya kita. Begitu juga dengan perubahan yang semakin hari semakin cepat menggelinding.

Situasi yang demikian tentu akan membuat budaya dan identitas kita dapat tergerus. Jika masyarakat tidak peduli dengan budaya kita.

Bangsa kita yang besar dengan keragamannya, tentu tidak lepas dari kekayaan budaya. Bahkan kalau kita bandingkan dengan seluruh negara di muka bumi ini, negara kita tergolong negara yang sangat kaya dengan budaya. Bisa dibilang tiada tandingnya.

Kekayaan budaya di negeri kita tentu tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan kearifan lokalnya juga. Sesungguhnya, apakah yang dimaksud dengan kearifan lokal tersebut?

Menurut S. Swarsi, kearifan lokal merupakan kebijaksanaan manusia yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional. Kearifan lokal adalah nilai yang dianggap baik dan benar sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama, bahkan melembaga.

Sementara menurut Undang – Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Memberikan pengertian tentang kearifan lokal, yaitu nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat antara lain untuk melindungi dan mengolah lingkungan hidup secara lestari.

Dari defenisi tersebut saya bisa menyimpulkan bahwa kearifan lokal tersebut mencakup nilai – nilai yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat untuk melindungi dan mengolah lingkungan hidup lestari.

Melihat defenisi yang sangat baik dan positif tersebut, tentu kearifan lokal tersebut layak dijaga dan dilestarikan.

Pertanyaannya bagaimana caranya? Kita harus memulai dari diri kita sendiri, lingkungan keluarga atau lingkungan terdekat kita.

Nah, sebagai pendidik, tentu kita memiliki kesempatan yang baik untuk menularkan dan melakukan sosialisasi kepada anak didik. Berharap mereka memiliki kesadaran dan bahkan menjadi pelaku kearifan lokal dalam hidup bermasyarakat.

Mari kita memperkenalkan dan menggali kearifan lokal yang dekat dengan diri mereka, baik dalam keluarga maupun pergaulan mereka.

Menariknya, ketika kami belajar tentang kearifan lokal akhir-akhir ini, saya bukan saja memperkenalkan dan menggali kearifan lokal yang dekat dengan diri mereka. Saya menantang anak didik untuk turut melakukan sosialisasi dan memengaruhi orang lain untuk melestarikan kearifan lokal melalui media online. Mereka tampak antusias. Mereka juga menyadari bahwa dengan pembelajaran ini mereka mendapat “insight” baru.

Setelah melakukan pembelajaran tentang kearifan lokal, saya pun mencoba meminta komentar dari mereka. Salah satunya komentar yang saya dapatkan berkata bahwa :

“Pengetahuan saya makin berkembang tentang kearifan lokal, mengetahui banyak ternyata dalam kehidupan sehari-hari, dengan aktivitas kecil yang kita tidak sadari seperti menggunakan bahasa daerah, membaca cerita rakyat dan menggunakan batik adalah salah satu bentuk menjaga kearifan lokal.”

Semoga saja pembelajaran ini bukan sesaat, tetapi menjadi sesuatu yang “enduring understanding” bagi mereka, hingga mereka kelak telah mengambil peran pemimpin di negeri ini. Salam

___________________

Sumber Referensi :

Kun Maryati dan Juju Suryawati. 2013. Sosiologi Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Penerbit Erlangga

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar