2

Belajar Gerak Peluru dengan Roket PVC (+7)

Rudy Hilkya May 2, 2013

Sebelumnya roket yang pernah kami coba adalah roket air (berisi air) dan itu sepertinya sangat umum karena berbagai foto tentang roket air jauh lebih banyak dibandingkan roket PVC.

PVC atau plastik polyvinil Chlorida yang menjadi sebutan untuk pipa paralon sebenarnya merupakan patrum paling ideal untuk dijadikan roket sederhana, menggunakan ruang sempit yang akan diisi dengan udara hasil pampatan pipa peluncur (launcher) selanjutnya ditembakkan dengan gerak mendadak memberikan momentum untuk meluncurkan roket tersebut.

Dengan panjang lebih kurang 10 cm – 27 cm dimodifikasi dan diperbaiki arah kemudi secara aerodinamis dengan sayap-sayap atau Fin, maka roket angin menjadi alternatif menyenangi olah raga dirgantara atau pelajaran Fisika secara sederhana. Hal ini kemudian pernah diujicobakan oleh SDN-Langkai 8 Palangka Raya.

Roket-roket yang dibuat oleh siswa kelas XI IA-2 sungguh mantab walau ada beberapa yang tidak bisa terbang jauh disebabkan peluncurnya masih perlu modifikasi dan beberapa roket sepertinya harus disesuaikan lagi sayap-sayapnya tapi ada juga roket karya Iwan Vixion, Katon Sandy, dan Widya Rahma yang sanggup mencapai jarak sekitar 50 meter hanya berkekuatan tenaga udara yang dimampatkan dalam pipa.
Terbukti dengan bermain roket angin tidak basah, tidak repot, pompa angin tidak cepat rusak, dan lagi roket lebih kuat, lebih ramping, lebih kuat karena badannya sangat kekar dibandingkan botol air mineral.

Peristiwa ini pernah dilakukan pada pertengahan tahun 2011 beberapa bulan setelah kejadian Roket Air yang menghajar menembus kaca mobil Toyota Fortuner namun sekali lagi hanya karena keajaiban Tuhan, mobil tersebut tidak mengalami kecelakaan dan pengemudi yang ada di dalamnya dan selanjutnya berteman baik dengan sekolah kami dapat menerima dan memaklumi “kenakalan” pengetahuan pelajar mengenai roket.

Roket bertenaga udara kedap berprinsip seperti momentum impuls atau kejutan udara yang sangat jenuh dalam tabung penyimpan udara dari pompa bertekanan. Jika tekanan pompa melebihi 50-70 psi diyakini tabung peluncur bocor atau meledak bahkan terlepas yang berarti membawa kemungkinan bahaya.
Karena itu upayakan tekanan udara dalam tabung peluncur hanya pada 50-70 psi saja. (1 atm = 14,7 psi). Dengan menggunakan tabung pipa PVC berdiameter 3/4 inci sebagai batang roket dan pipa berdiameter 1/2 inci sebagai peluncur. Modifikasi lain peluncur ini dapat disesuaikan seperti peluncur portabel layaknya bazooka.

Roket ini kemudian dilombakan pada peringatan hari besar di SMAN-2 Palangka Raya pada tahun 2011 itu.

About Author

Rudy Hilkya

Guru Fisika di SMAN-2 Palangka Raya, aktif berkicau di http://twitter.com/fisikarudy, juga menulis di blog pribadi http://fisikarudy.wordpress.com, mendirikan klub Fisikarudy di facebook selain bisa ditemui bertwitter di @fisikarudy - line, whatsapp juga SMS ke 0811-5204-209 sekarang aktif menjadi reviewer di http://rudyhilkya.com/ juga pada blog abal-abal http://rudykit.blogspot.com, rudyhilkya.wordpress.com

View all posts by Rudy Hilkya →

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar