4

Belajar di Rumah Jangan Memberatkan (0)

Supadilah S.Si November 6, 2020

Belajar Di Rumah Jangan Memberatkan – Karena wabah virus Covid-19, sekolah diliburkan. Dalam bahasa yang lebih halus, dinamakan belajar di rumah. Sudah dua pekan dilaksanakan, kebijakan belajar di rumah ini menuai respon yang cukup sengit.

Banyak orang tua yang mengeluhkan tugas dari sekolah terlalu sulit. Misalnya membuat video kegiatan. Pada akhirnya, orang tua yang mengerjakan. Padahal, orang tua juga belum menguasai teknologi ini.

Coba lihat dengan kita, deh. Meskipun kita akrab dengan gawai, belum tentu kita menguasai aplikasi ini itu yang menunjang pembelajaran, kan?

Apalagi, sifatnya belajar dari rumah itu mendadak. Kita tidak siap menghadapinya. Akhirnya kita kewalahan saat kondisi ini datang. Mau tidak mau kita belajar dengan segera. Akhirnya ada satu kondisi yang dipaksakan.

“Saya jadi uring-uringan sama anak. Diajarin ngeyel. Ogah-ogahan” curhat seorang ibu di kantor pusat informasi lingkungan kami. Yang saya maksud kantor ini adalah motor tukang sayur. Dari zaman baheula, tukang sayur masih menjadi tempat tukar menukar informasi. Dari sana informasi tersebar dengan cepat dan massif.

Di hari biasanya, tukang sayur di serbu ibu-ibu. Namun, kali ini, seperti menyesuaikan kondisi pula, tukang sayur agak sepi. Hanya ada tiga ibu-ibu.

“Saya sampai dua jam-an mbikin video anak, Bu. Saya jadi nggak bisa ngerjain tugas rumah,” timpal ibu yang lain.

Anak saya masih TK. Libur juga. Namun, belum ada penugasan dari sekolah. Syukurlah. Namun, saya bisa merasakan kegemasan dari ibu-ibu depan saya itu. 

Bisa jadi, memang berat tugas dari sekolah. Mungkin gurunya lihat dari buku sekolah. Banyak lho yang sering mengeluhkan konten buku. Kabarnya, pelajaran anak-anak zaman now berat-berat. Berbeda dengan konten mata pelajaran zaman doeloe. 

Kegiatan Rumah Yang Menyenangkan

Di tengah kerisauan para orang tua tentang tugas anaknya, jangan lupa untuk memanfaatkan waktu liburan dengan melakukan kegiatan yang seru dan menyenangkan.

Meskipun bukan kita meminta kondisi ini, liburan menjadi satu keberkahan bagi banyak orang. Ya, dengan liburan ini, kita orang tua bisa memiliki waktu yang lebih banyak untuk kebersamaan dengan keluarga. 

Agar bisa memilih kegiatan yang menyenangkan terutama untuk anak-anak karena objek utamanya adalah anak-anak maka orang tua perlu bertanya pada anak. Tentang perasaannya, tentang keinginannya, dan usulan kegiatan apa yang mau dilakukannya.

Lalu hasilnya diskusikan dengan anak. Pilih kegiatan yang bisa dilakukan. Dengan tetap menyesuaikan situasi saat ini. Misal anak mau berenang di waterboom. Lha ini kan tidak mungkin dilakukan. Sebab kita tidak dianjurkan untuk keluar. Maka pilihlah kegiatan yang tetap bisa dilakukan di rumah.

Maen badminton, berkebun, mendirikan tenda atau kemah di depan rumah, bersih-bersih rumah, main sepeda, dan lainnya.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar