14

Belajar Dengan Menghafalkan Definisi? Benarkah? (+5)

Bu Etna @gurutematik February 5, 2014

Selamat Siang Guraru. Suatu hari ketika saya membimbing kelompok belajar di rumah salah satu siswa, saya sempat terkejut sebab mereka meminta untuk diberi latihan cara menghafal definisi. Alhamdulillah mereka tak begitu melihat perubahan wajah saya. Saya tidak memberi cara menghafal, namun melatih nalar agar konsep-konsep yang abstrak beserta keterkaitannya dapat membentuk mind map yang bagus di memori jangka panjang mereka. Saya harus menyadarkan mereka bahwa hafal belum tentu mengerti dan akan mudah lupa.

Saya mengajar mereka hanya 1 (satu) tahun pelajaran, ketika mereka duduk di kelas XII IPA. Sedang hafalan tentang definisi yang ditanyakan merupakan pelajaran kelas X semester satu. Konsep-konsep tersebut digunakan sebagai dasar untuk mempelajari materi semester satu kelas XII, tepatnya kimia unsur atau kimia anorganik. Diantara definisi yang ditanyakan mengenai sifat periodik unsur, yaitu tentang energi ionisasi. Berdasarkan pengalaman, kimia unsur menjadi sulit dan banyak terjadi salah konsep ketika menjawab soal-soal olimpiade, ujian akhir, maupun tes masuk perguruan tinggi.

Berikut gambar dari sebagian siswa yang sedang berlatih menalar konsep energi ionisasi dengan kata-kata sendiri. Alhamdulillah mereka bersedia belajar melalui penalaran, meski awalnya terasa lama.

Belajar Kelompok

Melalui teknik bertanya saya membimbing mereka untuk menalar konsep energi ionisasi. Bimbingan ini harus dilakukan secara bertahap melalui urutan logis. Pertanyaan berikutnya harus mengacu pada jawaban siswa, agar tidak terjadi loncatan pemikiran.

“Sayang, jelaskan dengan menggunakan kata-katamu sendiri pengertian dari energi ionisasi yang terdiri atas 2 istilah yang disatukan.”

Mereka berdiskusi sebentar, kemudian salah satu menjawab.

“Sejumlah energi yang menyertai pembentukan ion bu.”

“Bagus sayang. Nah sekarang jelaskan lebih lanjut tentang pembentukan ion.”

Mereka tampak berpikir beberapa saat. Salah satu dari mereka menjawab.

“Suatu proses terbentuknya ion dari atom netralnya. Ehm … benar ya bu?”

“Benar sayang. Semua harus fokus pada peristiwa ionisasi ya. Nalar kalian harus panjang, ibu bantu melalui pertanyaan berikutnya. Sekarang kalian berpikir melalui contoh. Berikan dahulu satu contoh.”

“Natrium boleh bu?”

“Oh boleh sayang, itu contoh yang bagus. Natrium selalu digunakan untuk contoh dan sering sekali ditanyakan dalam ujian. Nah jelaskan energi ionisasi dari natrium.”

Mereka berdiskusi lagi, baru salah satu mengangkat tangan. Mereka sudah memahami aturan diskusi dan tanya jawab yang sering saya terapkan pada saat-saat tertentu. Cara ini saya lakukan untuk bimbingan nalar yang tak mampu mereka lakukan dalam kelompok, walau sudah ada tutor sebayanya.

“Na logam gologan I A memiliki elektron valensi 1. Ketika bereaksi akan melepaskan satu elektronnya, membentuk ion positif satu.”

“Bagus. Untuk melepaskan elektron tersebut diperlukan atau dibebaskan energi?”

“Diperlukan bu, sebab elektron itu terikat oleh inti dan dalam keadaan mengelilingi inti.”

“Hebat sayang. OK apakah energi yang diperlukan itu dinamakan energi ionisasi?”

“Oh iya bu. Iya benar.”

“Jadi begitu ya bu penjelasannya.”

“Benar sayang. Sekarang tulislah persamaan reaksi dari perubahan tersebut.”

Mereka tampak makin antusias, alhamdulillah. Pada awal pelatihan memang perlu waktu yang agak longgar, sebab menghilangkan atau mengurangi blok otak tidaklah mudah. Namun ketika proses berpikir sudah mengikuti urutan logis dan penalaran berangsur-angsur baik, Insya Allah mereka makin kritis dan penyusunan kalimat makin kreatif. Bagaimanapun penalaran jauh lebih bermakna dalam belajar dibanding hafalan. Hafalan tingkat berpikirnya C-1, sedang pelalaran mulai dari C-2, C-3 hingga C-6. Untuk C-1 murni, konsep hanya berada dalam memori jangka pendek yang sewaktu-waktu dapat hilang (Rote Learning). Sedang C-2 hingga C-6 telah memasuki memori jangka panjang dan antar konsep telah terkait satu sama lain membentuk mind map.

Demikianlah sepenggal contoh pelatihan nalar suatu konsep dalam kimia yang sering hanya dihafalkan oleh siswa. Dampak yang sangat terasa ketika mereka belajar kimia unsur di kelas XII yang akhirnya terpaksa dihafal sebab tak cukup waktu. Dampak ini dapat berakibat fatal. Diantaranya, sebagian siswa, mahasiswa, bahkan guru tidak begitu menyukai kimia unsur. Marilah Guraru kita latih nalar siswa. Insya Allah bisa.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (14)

  1. saya sempat terkejut sebab mereka meminta untuk diberi latihan cara menghafal definisi. Alhamdulillah mereka tak begitu melihat perubahan wajah saya. Saya mengajar ketika mereka duduk di kelas XII IPA. Diantara kumpulan definisi yang ditanyakannya mengenai sifat periodik unsur, yaitu tentang energi ionisasi. Berikut gambar dari sebagian siswa yang sedang berlatih menalar konsep energi ionisasi dengan kata-kata sendiri,
    ——————————————————————————
    maaf, Bu, kok rasanya terlalu melompat, ya?

  2. Amin ya rabbal alamin. Ya itu bu, pelajaran kok dihafal, kan hanya di memori jangka pendek, belum masuk ke memori jangka panjang utk menjadi mind map. Tercecer, rote learning, hilang lagi donk. Thx so much bu Sri. Bu saya kangen lho, kenapa ya. Hehe. Kapan bisa duduk-duduk dan berbincang, serta tertawa lepas? Hahaha. Salam.

  3. Pak Tri GP @gurukimiaasyik silakan menulis pembelajaran SPU yg menurut bpk hafalan, sy bantu cara menalarnya agar tidak rote learning. Jangan berhenti visual saja pak, hrs ke HOTS, high order thinking skills. Silakan kunjungi blogku, Insya Allah bisa bpk kembangkan dg IT canggih bpk. Sip deh. Working as a solid team is much better than doing alone. Hehehe.

  4. Pak Namin, benar – masih ada guru yang memenita anak menghafalkan definisi dan beberapa soal juga mempertanyakan definisi itu. Kata mereka bunyi definisinya harus persis buku cetak. Ampun, saya kadang kebingungan mengatasinya. Ketika anak mengikuti saranku untuk dinalar, kalimat tidak perlu persis, eh ternyata nilainya dikurangi, hehehe. Ikut prihatin deh pak. Insya Allah guru-guru segera menyadari hal ini.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar