6

BELAJAR DARING ASIK MENGGUNAKAN WHATSAPP AUTO RESPON (0)

SAHID AGUS NUR HAMID October 18, 2020

Sebagaimana yang disampaikan oleh Mendikbud Nadiem Makarim bahwa Covid membawa perubahan dalam setiap aspek kehidupan terutama dalam pendidikan. Pendidik (Guru), orang tua, dan peserta didik harus menerima dan melakukan perubahan agar dapat bertahan dalam situasi pandemi Covid-19, yakni menerima perubahan sistem pembelajaran dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Situasi ini semakin menyadarkan penulis sebagai pendidik bahwa pembelajaran bisa terjadi dimanapun, kapanpun, dan dilakukan oleh siapapun. 

 Dalam hal ini selaku pendidik/penulis berusaha untuk menerapkan bentuk pembelajaran baru dengan tanpa tatap muka. Strategi pembelajaran yang penulis lakukan adalah dengan cara Daring/online denganmenggunakan media sosial whatsapp. Alasan menggunakan media ini dikarenakan whatsApp merupakan aplikasi sosial media yang ringan pengoperasiannya,  dengan koneksi 3G/4G atau wifi untuk komunikasi data. Dengan menggunakan whatsApp (WA) guru dan siswa dapat melakukan obrolan online, berbagi file, bertukar foto atau data yang lain. Pengguanaan whatsApp atau WA grup akan membantu menyebarkan informasi penting dengan sangat cepat dan efisien  sekali.

Hampir semua lapisan masyarakat dari usia anak – anak, remaja, dewasa dan orang tua menggunakan aplikasi WA dalam HP android. Saat ini hampir semua sekolah , baik di desa maupun di kota banyak yang menggunakan aplikasi WA untuk sarana komunikasi. Oleh karena itu  penggunaan WA atau  Grup WA sebagai media pembelajaran sangatlah mendukung  proses pembelajaran bagi guru di sekolah .

 Pembelajaran dilakukan melalui aplikasi Whatsapp. Guru membentuk grup whatsapp yang berisikan seluruh siswa, kebetulan mayoritas siswa memiliki Android, meskipun mereka menggunakan milik orangtuanya. Hal ini tidak masalah, dikarenakan siswa  tetap dapat mengakses penyampaian materi belajar dan tugas-tugas yang disampaikan guru melalui grup WA. Pembelajaran dilaksanakan dengan berkomunikasi dengan siswa melalui grup WA, memberi bimbingan secara individual melalui Chat pribadi (japri), sekali waktu menyelenggarakan Video Call (4 siswa) secara bergiliran, dan sebagainya. Proses penilaian dilaksanakan dengan beberapa cara, salah satunya menggunakan aplikasi whatsapp autorespon.

Dalam pemberian soal menggunakan aplikasi ini, siswa sangat bersemangat. Mereka antusias dalam belajar, terutama ketika guru memberikan soal-soal ulangan melalui whatsapp auto respon.  Antusias ini ditunjukkan dengan respon siswa yang segera mengerjakan soal-soal yang diberikan dan ramai berkomentar di grup WA. Guru menjadikan suasana belajar lebih fleksibel dengan memberi dispensasi kepada siswa yang belum bisa mengerjakan karena kondisi jaringan yang tidak stabil misalnya, guru juga memfasilitasi kesulitan yang dialami siswa dengan memberikan tutorialnya melalui hasil screen recording tentang cara melaksanakan ujian yang dibagikan ke grup. Hal ini dilakukan agar siswa dapat mengerjakan soal dengan langkah yang benar.

Seusai pembelajaran, guru meminta siswa memberikan kesan atas pembelajaran yang telah dilakukan, dan banyak komentar positif dari siswa tersebut. Sebagian besar siswa merasa tertantang menerima paket soal dengan cara pemberian dan tampilan yang berbeda, dimana siswa langsung menjapat respons otomatis apakah jawabannya benar atau salah. Hal ini memicu semangat dan menumbuhkan keinginan siswa untuk mengurangi rasa penasaran mereka dengan mengerjakan soal lebih berhati-hati.  Siswa juga senang menerima jumlah nilai secara langsung, sehingga guru tidak perlu lagi mengoreksi hasil jawaban, tinggal merekapnya saja.  

Selama pembelajaran menggunakan strategi ini  terdapat kelebihan dan kelemahan. Beberapa kelebihannya adalah siswa belajar dengan antusias, Persentase daya tangkap terhadap indikator pembelajaran meningkat. Siswa mendapatkan pengalaman baru dengan menjawab soal dengan cara yang berbeda. Guru mengapresiasi hasil kerja siswa dan memberikan komentar secara individu untuk memotivasi belajarnya. Kondisi ini akan berdampak positif bagi keterlangsungan pembelajaran dari rumah.

 Adapun kelemahannya adalah tidak semua siswa mampu menahami instruksi yang diberikan dengan baik. Lemahnya tingkat literasi yang dimiliki siswa menyebabkan mereka keliru melaksanakan perintah. Sehingga menyebabkan Jawaban otomatis dari system di autorespon menolak dan meminta siswa mengulang jawaban, Selanjutnya siswa semakin bingung dan bertanya kepada guru melalui obrolan pribadi, namun karena masih dalam kondisi disetting untuk Ujian, maka autorespon kembali menjawab dengan otomatis. Akhirnya guru mengubah settingan terlebih dahulu dan meminta siswa memulai dari awal.

Kelemahan selanjutnya adalah Aplikasi ini tidak langsung merespon jawaban siswa, sehingga siswa menunggu dan mengulangi jawabannya, menyebabkan terjadi kesalahan . hal ini disebabkan kondisi jaringan yang tidak stabil, baik dari pihak guru maupun dari jaringan siswa. Jadi untuk kelancaran, guru dan siswa harus berada dalam kondisi jaringan yang stabil dan lancar.

Kendala diluar teknis pembelajaran adalah adanya jumlah keterlibatan siswa yang tidak bisa diprediksi, karena ada saja siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran pada waktu yang telah ditentukan, sehingga berakibat pada terlambatnya memahami materi dan menyampaikan tugas-tugas belajarnya. Fenomena yang muncul adalah  bagi siswa yang mengunakan HP orang tua/kakanya untuk belajar online, tidak tertutup kemungkinan orangtua/kakaknya yang mengerjakan ulangan tersebut. Hal ini susah dikondisikan, karena siswa sekolah dasar rata-rata belum memiliki HP sendiri, mereka masih menggunakan HP orangtua atau kakaknya.

Kendala selanjutnya adalah masih ada peserta didik yang tidak mengikuti kegiatan tersebut. Peserta didik tidak dapat memanfaatkan pembelajaran  dengan media social whatsapp dengan sebaik-baiknya. Hal ini diperkirakan penyebabnya adalah telepon pintar dari peserta didik digunakan tidak hanya oleh peserta didik, tetapi digunakan oleh anggota keluarga lainnya. Atau bisa juga disebabkan karena orang tua peserta didik tidak mengijinkan putra putrinya menggunakan telepon pintar, mengingat untuk peserta didik usia SD masih memerlukan bimbingan dalam penggunaan telepon pintar. Dengan kondisi demikian, dimungkinkan peserta didik tidak maksimal dalam penggunaan telepon pintar untuk media pembelajaran. Penyelesaian dari permasalahan tersebut adalah guru memberitahukan program kegiatan penggunaan telepon pintar ini kepada orang tua peserta didik. Sehingga antara orang tua peserta didik dan guru terjalin kerjasama dan saling mendukung satu sama lain dalam upaya meningkatkan hasil belajar.

Dari penyampaian di atas, pembelajaran daring/pembelajaran jarak jauh menjadi salah satu cara yang dilaksanakan oleh sebagian besar pelaku pendidikan di negeri ini bahwa di dunia. Oleh karena itu, menggunakan hal-hal baru dalam pelajaran sangatlah penting, Inovasi pembelajaran yang dilakukan guru ini untuk menumbuhkan inisiatif belajar dan semangat siswa, setelah sekian lama mereka belajar dari rumah, tentu sudah sangat sering mereka mengalami kejenuhan atau adanya rasa abai akan belajarnya. Hal ini perlu disiasati oleh guru agar siswa dapat terus belajar dan dapat melalui proses belajar dengan menyenangkan dan berkesan.

Guru sebagai pengajar perlu keluar dari zona nyaman mereka dan belajar menaklukkan sistem pembelajaran daring yang mungkin bagi sebagian pengajar sesungguhnya masih merupakan sesuatu yang baru. Mereka belajar mengutak atik berbagai menu dari platform digital yang sebelumnya tidak pernah digunakan agar dapat memberikan pengajaran yang terbaik bagi anak didik mereka. Peran keluarga atau orang tua juga tidak kalah penting dalam pembentukan tim yang positif ini. Orang tua perlu menciptakan suasana kondusif di rumah agar anak dapat belajar dengan serius namun tetap merasakan joy atau suka cita belajar di rumah. Sistem belajar secara daring atau online menuntut komitmen dan kedisiplinan tinggi dari siswa   Dengan didukung pengajaran menarik dari pengajar serta suasana belajar yang menyenangkan di rumah, siswa dapat tetap mengikuti proses belajar mengajar dari rumah sampai dimungkinkan kembali belajar di sekolah. Beberapa kondisi dapat menjadi kendala bagi terlaksananya proses belajar mengajar di rumah dibutuhkan sebuah kepemimpinan yang bijak serta pengambilan langkah-langkah strategis untuk mengatasi kendala yang ada. Sehingga pembelajaran dan pendidikan anak tetap berjalan pada koridornya dan anak tidak mengalami kerugian atas kondisi belajar yang berada dalam keterbatasan ini.

Comments (6)

  1. Selamat Malam 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar