2

BAPAKKU DALANG TERHEBAT (0)

Dyna Rukmi Harjanti Soeharto February 24, 2021

Kuakui kenanganku akan bapak bercampur baur antara baik dan buruk. Karena perceraiannya dengan ibu, di masa remajaku bapak menjadi orang yang menorehkan luka terdalam. Aku tak hendak menyesali perceraiannya dengan ibu, kuanggap itu sebagai kisah hidup mereka yang tak ingin kucampuri. Tetapi jika sekarang kubuka lagi lembaran saat bersama beliau, aku mengenangnya sebagai bapak terbaik yang dipilihkan Allah untukku.

Bapak memang bukan ayah yang sempurna, tetapi bapak adalah ayah terbaik untukku. Beliau seorang guru Bahasa Inggris di beberapa sekolah swasta, jadi bekerja hanya sesuai jam mengajarnya saja. Beliau mempunyai banyak waktu bersama kami, tiga anaknya. Beliau juga yang mendampingi kami belajar di rumah dan memberikan soal-soal latihan. Beliau sangat keras untuk ini. Dalam pikiran beliau, kami bertiga harus berprestasi terbaik di sekolah. Itu artinya kami harus selalu masuk dalam jajaran 3 besar peringkat kelas. Untuk itulah beliau berjuang mendampingi belajar kami dengan keras dan tegas. Bahkan beliau akan menambah jam belajar kami saat ujian.

Sepertinya begitu menakutkan ya Bapakku? Tidak juga. Dalam keseharian beliau sangat dekat dengan kami. Khususnya aku, yang katanya anak kesayangan beliau. Jika ada yang diinginkan, kakak atau adikku akan meminta bantuanku untuk merayu bapak, dan memang sering berhasil. Kami sering menghabiskan waktu di malam hari untuk bermain atau menonton televisi, atau bahkan sekedar mengobrol sambil melihat bintang di teras belakang. Semua permainan pernah kami mainkan di rumah, bersama bapak dan ibu. Ada catur, halma, scrabble, monopoli, domino, dan remi.

Yang paling kukenang dan tersimpan sebagai harta karun dalam memori masa kecilku bersama bapak adalah saat kami menghabiskan malam di teras belakang sambil melihat bintang. Di sana, sambil menunjuk bintang-bintang yang bertebaran di langit, beliau akan mendongeng. Yang sering beliau sampaikan adalah kisah pewayangan, dari Ramayana maupun Mahabarata. Di akhir kisah akan beliau sampaikan hikmah di balik kisah tersebut.

Ada satu kisah yang sampai saat ini masih melekat di ingatanku, yaitu tentang dua bersaudara Sumantri dan Sukrasana. Sumantri seorang ksatria yang tampan dan perkasa, mempunyai adik Sukrasana yang jelek dan cebol tetapi sakti mandraguna. Keduanya saling menyayangi dan selalu bersama. Keadaan berubah ketika Sumantri mulai mengabdi kepada raja di kota. Sumantri yang malu dengan kondisi fisik adiknya tidak mau lagi mengajak adiknya itu ke kota, sedangkan Sukrasana yang sangat mencintai kakaknya tidak mau ditinggal. Di akhir cerita, Sumantri yang berniat menakut-nakuti adiknya dengan panah karena tidak mau diikuti oleh Sukrasana yang jelek itu, malah tidak sengaja melepaskan panah itu dan membunuh adiknya.

Setiap berkisah, bapak selalu mampu menghipnotis kami untuk mendengarkan, bahkan turut merasa kesal, marah, sedih, dan gembira, seperti perasaan sang tokoh cerita. Jika anak-anak jaman itu banyak yang sudah mulai meninggalkan wayang sebagai tontonan favorit, maka tidak denganku. Aku rela menunggu sampai malam untuk ikut menonton wayang bersama bapak. Bahkan saat aku menangis karena kecewa pada ibu yang tidak mengajakku pergi bersama kakak dan adik, bapak berhasil membuatku tertawa gembira dengan mengajakku menonton wayang kulit di televisi. Saat ibu datang aku sudah melupakan kekecewaanku tadi.

Sekarang kepada anak-anakku sering kukisahkan tentang kakek mereka yang unik itu. Meski kami pernah mengalami masa-masa pahit dalam hubungan kami, saat ini aku hanya ingin mengenang yang baik-baik saja dari beliau sebagai bekalku dalam mendidik dan mendampingi anak-anakku. Karena kuakui, masa kebersamaanku dengan bapak yang sering berkisah itu telah banyak menancapkan nilai-nilai positif yang menjadi peganganku dalam menjalani hari-hari dewasaku kini. Terima kasih bapak, atas kisah-kisah indah yang sering engkau ceritakan kepada kami.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar