0

Bangkitnya Usaha di Masa Pandemi (0)

Supadilah S.Si April 28, 2021

Sudah 3 tahun ini kami tak pulang kampung. Kangen orangtua, pasti. Banten-Jambi tidak jauh. Tapi bukan masalah jarak melainkan kondisi yang belum memungkinkan.

“Mas, lebaran ini mau ngasih apa buat Mamak?”

“Lha rencana kamu mau ngasih apa Dek?” aku balik bertanya.

“Kita kirim baju aja gimana, Mas?”

“Apa nggak sebaiknya dikirim uang aja Dek? Biar Mamak yang beli sendiri baju supaya pas selera warna dan ukurannya?”

“Ya kurang pas kalau cuma ngasih uang. Kurang berkesan bagiku, Mas”

“Oh iya ya. Kadang kerasa kurang sopan. Ya udah, baju juga nggak papa. Mau beli atau ambil di rumah aja, Dek?”

“Lha menurut Mas?”

“Ambil di rumah aja. Manfaatkan yang ada,”

“Ya udah, Mas. Bantu milihin ya. Ntar dikirim atas nama Tantri ya,”

“Ya udah. Terserah Tantri aja,”

Setiap lebaran, kami mengirim ke orangtua. Dan biasanya ada ‘sedikit’ trik; Kalau kiriman dialamatkan ke rumahku, maka nama pengirimnya adalah nama istriku. Kalau kiriman dialamatkan ke rumah istriku, maka nama pengirimnya aku.

Begitu juga saat mengirimkan uang. Kalau ngirim ke mamakku, yang nelfon atau ngabari adalah istriku.

Meskipun tidak seberapa banyak, kami selalu ngirimi orang tua. Alhamdulillah sudah rutin setiap bulan.

Tentu saja tak bisa mengandalkan gaji sebagai guru. Nah, untuk menambah penghasilan keluarga di tahun 2014 kami memanfaatkan ruangan di samping rumah menjadi sebuah gerai. Menjual pakaian, makanan dan minuman herbal, buku-buku, dan lainnya. Masih belum fokus pada satu barang.

Awalnya gerai ini kami kelola sendiri. Lantaran semakin berkembang, kami pun berniat mengangkat pegawai atau admin.

“Mas, ini ada 10 yang daftar jadi admin, lho.”

“Wah, banyak juga,”

Setelah beberapa hari diadakan seleksi wawancara langsung akhirnya didapat satu orang admin. Kata istri anaknya cekatan, sopan, dan mau belajar. Sekalian membantu dia. Meskipun seorang perempuan, dia jadi tulang punggung keluarga juga. Ibunya single parent.

Untuk lebih serius, kami mengurus SIUP. Alhamdulillah nggak lama mengurusnya. Gratis pula. Jadi banyangan susah mengurus izin usaha, itu nggak bener.

Malah saat mengurus itu kami bisa kenalan dengan beberapa anggota dinas koperasi. Dari perkenalan itu kami dapat informasi beberapa peluang usaha, pemodalan, atau ilmu usaha.

Setelah ada admin, gerai semakin maju. Kami menambah jualan makanan olahan setengah matang atau Frozen. Dari satu freezer menjadi dua freezer dengan ukuran lebih besar.

Seperti gelombang, usaha pasti ada naik dan turun. Pandemi akibat Covid-19 membuat ekonomi turun. Termasuk UMKM pun terkena dampaknya. Gerai kami juga kena dampaknya. Pelanggan agak sepi. Penghasilan menurun.

Padahal, biaya operasional tetap besar. Pekan demi pekan berganti, kondisinya masih sama. Sampai berlangsung dua bulan lamanya. Ah, semoga pandemi segera berlalu. Agar kita kembali bangkit termasuk dalam ekonomi.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar