3

Balada Bu Ratih (2) (0)

Tantri January 17, 2021

Makin hari makin matang kemampuan bu Ratih. Kini kemampuannya semakin berkembang. Dia tidak lagi kaku atau mengalami kesulitan dalam mengajar.

tentu saja perkembangan ini berkat bimbingan teman-teman gurunya.
Di depan kelas Bu Ratih sekarang ini  mengajar dengan penuh percaya diri

Siswanya pun melihat perubahan pada diri Bu Ratih. namun sebetulnya proses tersebut tidaklah terjadi begitu saja.

Bu Ratih,  selain belajar berbagai teori pendidikan juga melakukan persiapan.  setiap akan mengajar, Bu Ratih melatih berbicara di depan cermin. Bicara sendiri. Agar terbiasa ngomong di depan kelas.

Bu Ratih juga selalu mengatur strategi pembelajaran, mengelola strategi mengajar dan lainnya.

“Makin hari aku lihat Bu ratih ini makin percaya diri aja nih,” kata Pak Yanto .

Tentu saja ini pujian yang membanggakan Bu Ratih. tapi dia jelas tidak mau besar kepala. Karena bagaimana pun juga guru bisa saja mengalami kemunduran atau kesalahan. kalau terlampau percaya diri, tidak takut jadi bumerang. Dirinya rugi sendiri.

“Alhamdulillah Terima kasih Pak.saya masih terus belajar. Mohon bimbingannya ya,” kata Bu Ratih rendah.

“Ya Bu. Bisa bisa justru nanti bisa saja kami belajar dari Bu Ratih,” kata Pak Yanto. “Dan kalau sudah banyak menguasai apa-apa jangan pelit berbagi ya Bu,”

“Ya Pak, tentu saja saya juga Terima kasih banyak atas guru yang telah membantu saya,” jelas Ratih

“Kalau ada yang saya bisa bagikan bantu kepada bapak ibu saya akan bantu. Sebab bapak ibu yang telah dulu membantu saya,” jelas Bu Ratih.

Ini ibaratnya berlatih tak mau seperti kacang lupa kulitnya. bagaimana dulu dia belajar banyak kepada guru-guru temannya di sana.  ketika dia sudah menguasai banyak hal atau akan memiliki pengetahuan yang berbeda dari guru lainnya maka dia tahu balas budi

Saat ke sekolah bukan hanya buku materi pelajaran yang dia bawa ke sekolah tapi beberapa buku seputar pendidikan dia masukkan juga ke dalam tasnya.

Seakan meminum air laut yang tiada pernah  menghilangkan haus. itu juga yang dialami Bu Ratih. semakin dia banyak membaca semakin banyak yang dia tidak ketahui. Maka dia terus saja membaca berbagai buku tentang pendidikan.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah sikap rendah hati dari bu Ratih. dia tidak ingin dianggap sok-sokan. Dia tidak menganggap dirinya lebih baik dan lebih berilmu daripada yang lain.

dia selalu ingat bahwa dulunya dialah yang belajar dari para seniornya.

“Bu Ratih apa nggak berat bawa buku sebanyak itu,” tanya  Pak Amin saat melihat bu Ratih mengeluarkan beberapa buku dari tasnya.

“Berat sih, Pak. Tapi kan saya pakai motor jadi nggak terlalu kerasa,” jawab Bu Ratih.

‘Hehehe bisa aja bu Ratih ini. Tapi baguslah. Bu Ratih itu suka baca ya?”

“Ya Pak saya suka baca. Eh tapi sebenarnya awalnya mah nggak suka baca.  tapi karena butuh, karena perlu. Ya mau nggak mau saya  banyak membaca buku,” jawab Ratih dengan ramah.

Comments (3)

  1. Kisah inspiratif. Pokoknya baca agar tambah ilmu. “Iqro” (Bacalah) begitulah wahyu yg pertama diturunkan kpd Nabiullah Muhammad SAW. perintah kpd qt smua ummatnya diabadikan diawal Surah Al-A’la di dalam kitab suci Alqur’an.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar