0

Bahaya Putau (Heroin) (0)

oloan February 22, 2021

Heroin sendiri masuk dalam jenis narkoba ilegal karena memiliki efek samping yang berbahaya, cepat diserap ke dalam otak, dan bisa membuat orang sangat ketagihan hingga sulit berhenti.

Jenis narkoba ini hadir dalam bentuk bubuk putih atau cokelat yang bisa digunakan dengan cara disuntik, dihirup, atau dihisap. Efek langsung yang didapatkan dari penyalahgunaan heroin adalah perasaan senang dan tenang.

Namun, setelah efek awal ini, pengguna jadi tidak bisa berpikir jernih serta bolak-balik merasa mengantuk dan terjaga. Selain itu, pengguna juga bisa mengalami efek samping, seperti:

1.Kesulitan bernapas

2.Kemerahan pada kulit

3.Mulut kering

4.Pupil menyempit

5.Mual

Sementara itu, overdosis heroin atau putaw bisa menyebabkan pengguna mengalami hipotensi, bibir dan kuku membiru, kaku otot, kejang, henti napas, hingga kematian.

Jika digunakan dalam jangka panjang, heroin dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti:

1.Gangguan Mental, misalnya kecanduan heroin, gangguan cemas, halusinasi, dan depresi

2.Insomnia atau susah tidur

3.Kerusakan pembuluh darah akibat penggunaan jarum suntik berulang kali

4.Abses atau infeksi di lokasi suntikan

5.Disfungsi seksual

6.Siklus haid tidak teratur

Selain itu, penggunaan heroin, terutama dalam bentuk suntikan, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit yang ditularkan melalui darah, misalnya HIV dan hepatitis.

Putau (Heroin)

Heroin alias Heroisch diambil dari Bahasa Jerman (Hero). Pada tahun 1070-an heroin menyerbu generasi muda dalam bentuk morfin.

Nama-nama lain dari putau heroin yang dikenal ditengah-tengah masyarakat adalah Bedak, Putih, Pe-Te, Etep, dll.

Heroin berasal dari optium poppy, bunga yang tumbuh di iklim panas dan kering. Bunga ini menghasilkan bahan yang lengket, dari bahan inilah heroin, opium, morfin, dan kokain dibuat.

Heroin dihasilkan dari getah cairan opium poppy yang diolah menjadi morfin. Lalu dengan proses tertentu menghasilkan putau.

Heroin disebut juga putau. Bentuknya berupa bubuk putih hingga coklat tua. Heroin murni berbentuk bubuk putih, sedangkan heroin yang tidak murni berwarna hingga coklat tua. Pemakaian heroin dengan cara menghirup asapnya setelah bubuk heroin dibakar di atas kertas timah pembungkus rokok, atau menyuntikkannya langsung ke pembuluh darah setelah bubuk heroin dilarukan dalam air (aqua).

Dampak Penyalahgunaan Putau/Heroin

Gejala-gejala awal yang dialami oleh pengguna heroin/putau pemula :

•Merasakan kenyamanan yang tidak wajar (fly)

•Bersikap kasar dan acuh tak acuh terhadap orang lain

•Menghilangkan rasa nyeri

•Berbicara tidak jelas (cadel) karena gangguan pada gerakan lidah

•Daya ingat menurun (pelupa)

•Setelah mengkonsumsi heroin akan timbul rasa ngantuk yang berkepanjangan sehingga dapat tidur sehari semalam.

•Tidak dapat berkonsentrasi dengan baik, akibatnya prestasi sekolah menurun.

•Malas mandi dan jarang berganti pakaian (badannya lusuh)

•Gatal-gatal di kulit, terutama di sekitar hidung

•Selera makan berkurang akibatnya badannya menjadi kurus kering

•Tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya secara wajar.

Gejala-gejala pada pemakaian heroin yang sudah ketagihan, apabila pemakainya dihentikan (putus zat) :

•Rasa sakit pada seluruh badan

•Matanya berair dan hidungnya selalu ingusan

•Badannya gemetaran

•Jalannya sempoyongan

•Rasa mual, muntah, dan diare

•Jantungnya berdebar-debar

•Nafsu makan berkurang

•Susah tidur

Gejala-gejala overdosis

•Pernafasan menjadi sangat lambat dan dangkal

•Denyut jantung dan nadi lambat

•Tekanan darah menurun

•Kesadaran menurun dan dapat berlanjut menjadi koma dan kematian

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar