0

Bahaya Ekstasi (Ecstasy) (0)

oloan February 22, 2021

Ekstasi (Ecstasy)

Nama lain dari ekstasi yang sering dikenal di tengah-tengah masyarakat, adalah : INEX, I, KANCING, ETC, dll.

Ekstasi (MDMA) atau (Methylenedioxy methamphetamin) adalah jenis psikotropika Golongan I. Ekstasi merupakan bagian atau turunan dari amfetamin. Amfetamin adalah salah satu diantara sekian banyak jenis narkoba yang sering dikonsumsi para pecandu narkoba di tanah air.

Amfetamin merupakan jenis obat-obatan stimultant yang daya kerjanya merangsang saraf pusat.

Ekstasi dikemas dalam bentuk tablet dan ada juga berbentuk kapsul. Ekstasi adalah salah satu jenis amfetamin yang tergolong recreational drug karena banyak disalahgunakan dalam momen pesta dan rekreasi.

Peredaran gelap ekstasi sering terjadi di diskotek, bar, karaoke, dan semacamnya.

Ekstasi termasuk jenis narkoba yang pengguna dan pengedarnya cukup banyak di Indonesia. Ekstasi punya ciri khas, jika dikonsumsi efeknya bisa menimbulkan ketagihan. Ekstasi mempunyai efek yang berbeda pada setiap pengguna. Antara lain menyebabkan paranoid, yaitu kelainan jiwa yang ditandai rasa takut dan curiga yang berlebihan, merasa seolah-olah dikejar-kejar atau ditindas.

Beberapa hal tentang ekstasi :

•Dapat mendorong tubuh melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum. Aktivitas yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan dan dapat meninggal dunia karena terlalu banyak minum air akibat rasa haus yang berlebihan.

•Zat kimia berbahaya sering dicampur meracik pil setan ini sehingga berakibat buruk bagi orang yang menenggaknya. Tidak heran kalau ekstasi produksi gadungan di campur dengan insektisida, pil BK, DDT, malah ada yang mencampurkannya dengan serbuk kaca yang dihaluskan, racun tikus, dan pestisida. Gunanya untuk mempercepat zat terserap ke dalam tubuh dan apabila hal tersebut sering dilakukan, maka dinding lambung perut akan terluka oleh serbuk kaca tadi.

•Ekstasi menyebabkan denyut nadi cepat.

Dampak Penyalahgunaan Ekstasi

Gejala-gejala yang dialami pengguna ekstasi :

•Timbul rasa gembira secara berlebihan. Banyak orang mengkonsumsi ekstasi untuk tujuan bersenang-senang. Ekstasi banyak digunakan oleh anak-anak muda agar dapat berpesta/disko sepanjang malam. Karena saking gembiranya kadang-kadang sampai lepas kendali sehingga tidak malu-malu melakukan pesta seks.

•Tidak mau diam, selalu ingin bergerak (hiperaktif).

•Mengalami halusinasi penglihatan, dekat bisa tampak jauh, dan jauh bisa tampak dekat, kalau berkendaraan tentu sangat berbahaya.

•Berkeringat secara berlebihan

•Nafsu makan berkurang

•Mual dan muntah

•Rasa haus sekali

•Berbicara sangat lancar, tetapi pembicaraannya kacau

•Tekanan darah meningkat

•Denyut nadi bertambah besar

Gejala-gejala putus zat bagi pemakaian ekstasi yang sudah ketagihan

•Rasa cemas yang berlebihan

•Banyak keringat dan gemetar

•Susah tidur

•Sakit kepala dan pusing-pusing

•Mual dan muntah

•Merasa sakit seluruh badan, suhu badan meningkat dan menurun.

Gejala-gejala pada pemakaian ekstasi yang berlebihan (over dosis)

•Rasa cemas dan gelisah yang berlebihan

•Penglihatan kabur

•Berkeringat secara berlebihan

•Badan gemetar

•Jalan sempoyongan

•Mudah tersinggung (pemarah)

•Mual dan muntah

•Susah tidur

•Nafsu makan berkurang

•Tekanan darah meningkat

•Denyut jantung bertambah cepat

•Pecahnya pembuluh darah di otak (stroke) yang dapat mengakibatkan kematian.

Batas Toleransi

Seseorang yang membutuhkan jumlah zat lebih banyak untuk memperoleh efek atau akibat yang sama setelah pemakaian berulang kali.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar