5

Bagaimana Nasib Guru TIK Setelah Kurikulum 2013 Diberlakukan (+3)

ibnufajar75 March 27, 2013

Guru TIK

Tentang informasi bagaimana kelanjutan dari guru-guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) setelah nanti diberlakukan kurikulum 2013, mulai ada kejelasannya. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pada Struktur Kurikulum 2013 tidak ada lagi mata pelajaran Teknologi Informatika dan Komputer (TIK), bukan berarti gurunya akan menganggur. Guru TIK tetap akan memiliki peran penting. Mereka bisa dimasukkan dalam Pusat Teknologi Pendidikan yang ada di sekolah untuk membantu guru dalam mempersiapkan materi ajar.

“Jadi guru TIK tetap akan berperan dalam kurikulum 2013,” jelas Dr Haris Iskandar, Direktur Pembinaan SMA Direktorat Jendral Pendidikan Menengah kepada wartawan di FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (16/3). Persoalannya, bagaimana agar mereka tetap mendapatkan tunjangan sertifikasi, sekarang tengah dipikirkan.

Haris Iskandar menyadari belum seluruh guru mampu menyiapkan materi ajar dengan secara multi media. Padahal kurikulum 2013 adalah kurikulum teknologi yang pelaksanaan banyak mengandalkan kerja tim. Terkait dengan itu ia ingin menempatkan para guru TIK dalam sebuah wadah yang diberi nama Pusat Teknologi Pendidikan yang ikut membantu para guru.

Dr Haris Iskandar datang ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk mewakili Wakil Menteri sebagai pembicara dalam seminar Pemetaandan Pengembangan Mutu Pendidikan Menyongsong Pemberlakuan Kurikulum 2013. Dalam seminar itu, Haris menilai, saat ini belum seluruh guru mampu menyiapkan materi ajar dengan memanfaatkan multimedia. Karena itu, lanjutnya, Kemdikbud akan menempatkan guru TIK dalam sebuah wadah baru yang nanti akan diberi nama Pusat Teknologi Pendidikan untuk membantu para guru mempersiapkan materi ajar secara multimedia.

Meski demikian, Haris mengakui masih ada persoalan yang terkait dengan sertifikasi guru TIK. Yakni, menemukan jalan keluar bagaimana caranya agar guru TIK yang sudah alih tugas itu tetap memperoleh tunjangan sertifikasi.
 “Persoalannya, bagaimana agar mereka tetap mendapatkan tunjangan sertifikasi, sekarang tengah dipikirkan,” tandasnya. Dijelaskan, sebelum kurikulum 2013 diterapkan lebih dulu akan dilaksanakan pelatihan bagi para guru yang dijadwalkan pada Mei-Juni. “Pelatihan dilakukan pada masa libur sekolah, agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Ini sebagai kesiapan para guru,” ujarnya. Yang menarik dalam kurikulum baru ini semua siswa dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) wajib mengikuti kegiatan Pramuka. Kegiatan ini menjadi wajib karena untuk pembentukan karakter siswa.

Sumber : KRjogja.com

Tagged with: , ,

Comments (5)

  1. Masalahnya memang tidak sederhana : guru TIK tidak lagi mengajar sehingga tidak memenuhi SKB 5 Menteri (guru harus mengajar 24 jam per minggu) – maka sesuai dengan sanksi yang termaktud dalm SKB 5 Menteri : guru TIK tidak berhak atas tunjangan sertifikasi. KALAU DR.HARIS ISKANDAR MENGATAKAN : SEDANG DIPIKIRKAN JALAN KELUARNYA …. ya namanya tidak menyelesaikan masalah … karena harus mengganti SKB 5 Menteri itu atau kalau SKB 5 Menteri itu dilanggar oleh Kemdikbud dengan tetap memberi tunjangan untuk guru TIK, Keputusan Mendikbud itu rawan digugat …… kalau Kemdikbud sibuk menghadapi gugatan, tunjangan tetap tidak bisa dicairkan dan sudah keburu Pemilu 2014 : dan pemenang Pemilu 2014 mengganti Mendikbud … atau PAN dimana Mendikbud bernaung tidak lolos Parliamentary Threshold ….masalah akan makin rumit

    Masalah Pramuka yang menjadi kegiatan wajib : apakah hal ini tidak menyalahi azas kepanduan di seluruh dunia yang sifatnya suka rela – Jadi keanggotaan Pramuka tidak bisa diwajibkan. Kalau diwajibkan, sifatnya akan massal : jumlah anggota Pramuka akan banyak sekali – siapa Pembinanya? Apakah Pembina asal comot atau harus memenuhi kualifikasi Pembina yang mempunyai tanda kecakapan khusus? Apakah Pembina juga bersifat suka rela (tidak dibayar) seperti prinsip Pembina Pramuka selama ini ???

  2. masalah tik….senasib dengan masalah penggabungan ipa yang begitu menyenangkan dikelas bawah diintegrasikan dengan pelajaran lain…kepramukaan yang juga menjadi wajib membuat banyak pembina dan semua membutuhkan latihan yang serius….karena pramuka tidak sekedar bernyanyi…..tunjangan masih nyangkut….ya….semoga lekas cair….

  3. Haris : Sedang difikirkan jalan keluarnya ?
    Harusnya berfikir sebelum memberlakukan sebuah kebijakan. Menjadi Guru TIK itu tidak asal jadi saja. Bagaimana ketika kami membantu mereka (Guru Lain) Mendapatkan Sertifikasi Mata Pelajarannya ?
    Sekarang tiba-tiba harus “Sertifikasi Ulang” sesuai dengan Mata Pelajaran pengganti TIK. Itu hanya buang buang waktu saja.
    Kata orang Sunda, yang artinya “Kalo berfikir jangan gimana nanti” tapi “Berfikirlah nanti gimana”

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar