14

Bagaimana masalah pembuangan sampah di daerah Guraru? (+3)

Bu Etna @gurutematik January 15, 2014

Selamat Malam Guraru. Alhamdulillah, musim hujan banyak membawa berkah. Daerah tropis tempat kita hidup ini telah diguyur oleh air hujan. Bagaimanapun manfaat air amat besar bagi seluruh alam semesta dan seisinya. Tanah kering, daun dan ranting berguguran, persediaan air batang pohon minim, selokan kosong, lumpur mengering, dan udara panas menjadi berangsur-angsur berubah. Allahu Akbar, musim telah berganti, di sana sini sudah tampak makin hijau, tanaman banyak yang berbunga, udara sejuk membuat kita makin sehat dan rileks melakukan kegiatan apapun, hingga istirahat sekalipun.

Namun sayang sekali, musibah selalu saja menyertai suatu kebahagiaan. Musibah, mengapa dalam hidup ini sering terjadi musibah? Apakah musibah itu sebagai ujian Allah SWT? Sebenarnya musibah itu dibuat atau diciptakan sendiri oleh orang yang kurang bersyukur, suka mengeluh, protes, menyalahkan orang lain, berbuat seenaknya sendiri, tidak disiplin, dan sejenisnya. Astaqfirullah. Insya Allah kita tak termasuk orang-orang seperti itu. Kita seharusnya pandai bersyukur, tidak malah menyalahkan Allah SWT.

Sampah

Guraru, tumpukan sampah seperti gambar di atas terdapat di mana-mana. Kalau sampah itu di tampung di suatu tempat khusus yang di kelilingi dengan tembok tinggi dan agak jauh dari pemukiman, it’s no problem. Para petugas sampah Insya Allah dapat melakukan tugasnya dengan baik. Namun apakah yang terjadi sebenarnya? Apakah setiap sampah penduduk dapat di ambil oleh petugas sehingga setiap pelosok Indonesia menjadi bersih? Nayatanya tidak. Bahkan di setiap jarak tertentu ketika kita keliling kota misalnya, ya Allah, pemandangan dan bangunan bagus yang megah itu ternyata di sudut tertentu terdapat sampah bertebaran. Di pinggir jalan juga sering kita temui sampah yang mulai membusuk tak terjamah. Musibah terjadi, udara terpolusi, reproduksi virus melaju dengan pesat, pilek, batuk, sakit perut, diare, pusing, sesak nafas, dan banyak penyakit lain yang dibawa oleh ganas dan canggihnya kerumunan virus berebut masuk dalam tubuh kita.

Hingga kini pembuangan sampah masih menjadi masalah besar. Lingkungan hidup banyak yang terpolusi akibat pembusukan sampah. Apalagi sekarang sedang musim hujan. Sampah terbawa oleh air ke mana-mana. Belum lagi gas hasil pembusukan sampah yang menyebar dengan leluasanya, berlari-lari di udara bebas. Udara bersih di lingkungan yang bersihpun akan tercemar.

Marilah Guraru, dari diri sendiri, keluarga kita, sanak saudara, anak didik, kita beri contoh dan kita himbau untuk selalu membersihkan lingkugan sekitar. Insya Allah melalui Go Clean dan Go Green, lingkungan makin sehat, sebab tak tersedia media reproduksi virus. Walaupun secara bertahap, dan jumlah individu yang menyadari hal ini sedikit, kita tetap melakukannya. Semoga ajakan ini bermanfaat, amin.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (14)

  1. Salam kenal ibu, benar disekolah kami juga mengalami masalah tentang pembuangan sampah.Padahal kami tinggal di pedesaan namun masih sulit sekali mengatasi masalah sampah, hal ini terjadi karena kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan yang masih saja dilakukan oleh para siswa. berbagai cara dilakukan belum berhasil membuat sekolah kami bersih

  2. Selamat bergabung bu Mia, senang berkenalan dengan ibu, Insya Allah sharing, saling respon dan diskusi di sini membawa dampak positif diberbagai aspek kehidupan. Khususnya kita tingkatkan kesadaran dan kepedulian dari kita sendiri, kemudian selalu berupaya berbuat yang terbaik di setiap saat di mana saja, kapan saja. Insya Allah dengan ketekunan, kesabaran, keikhlasan kita untuk terus berjuang, suatu saat walau lambat kita dapat memetik hasilnya. Tidak apa-apa, terus maju pantang mundur, kita ajak yang mau saja bu. Seperti sharing di sinipun, kalau kita rajin, sabar, terus menulis dan posting, membaca dan merespon, Insya Allah kita makin terampil, dan wawasan makin luas, sehingga modal untuk melayani bangsa dapat membuat bangsa Indonesia jaya, amin. Thx responnya bu, salam perjuangan.

  3. Menurut saya ini topik ini menarik ya Bu Etna. Apalagi banyak guru yang aktif bukan hanya di kelas tetapi dalam berbagai kegiatan masyarakat. Semoga semakin menginspirasi kita semua dalam berbuat baik untuk linkungan kita. Terima kasih Ibu.

  4. Bagus itu pak Sukani, di tempatku juga. Namun di daerah tetangga ada tumpukan sampah. Agak jauh atau dekat, limbah gas hasil pembusukannya bahaya, sebab akan menyabar ke-mana-manaapalagi musim hujan. Kita harus terus galakkan go clean dan go green ini, antar RT, RW, kelurahan, dst.nya, sekolah juga. Thx responnya, salam sehat. Oh ya tolong diinfokan ke rekan Guraru terdekat ya, alamat kopdarnya, thx.

  5. Setiap hari ditemukan sampah di pinggir jalan berasal dari orang yang di rumahnya gak punya lahan, gak punya bak sampah, sampah rumah sehariannya di kemas masuk plastik oleh isterinya dan pagi-pagi/mungkin subuh-subuh sambil suaminya (siapa, entah dimana tinggalnya) berangkat kerja sampahnya dibawa lalu di lempar di sekitar pinggir jalan yang sepi dari pantauan masyarakat RW 03 Bedahan. Kalau kita berangkat kerja sekitar pukul 6.30 he he he sampah tak bertuan beronggokan seperti habis dilempar sambil takut-takut. Semoga orang tersebut mendapat hidayah

  6. Iya pak Subhan, masih banyak orang yang berlaku seperti itu. Semestinya petugas kampung mengkoordinir pembungan sampah dll ya pak. Saya juga sering melihat seperti itu dan membuangnya jauh dari kampungnya. Semoga mereka mendapat hidayahNya. Terima kasih responnya dan salam takzim.

  7. Iya bu Mugi, bagaimana ya cara terbaik, gas hasil pembusukannya itu racun dan mudah menyebar ke mana-mana. Di luar negeri yang pernah kudatangi itu tak seperti di tempat kita lho bu. Ada dendanya. Insya Allah masyarakat kita ke depan bisa lebih menyadarinya ya bu. Thx responnya. Salam sehat.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar