4

Ayo Jadi Bajak Laut – Steve Jobs (+1)

Ameliasari Kesuma June 13, 2012

Membaca buku tebal ini di halaman-halaman awal sudah bikin saya geli, bagaimana tidak ulah duo Steve, Jobs dan Woz mengingatkan ulah murid murid saya di kelas dan di sekolah. Yang paling membuat saya terpingkal dan keinget sampai sekarang adalah saat Woz membuat semacam remote untuk mengacaukan frekuensi TV. Saat nonton TV bareng di asrama tempat Woz tinggal, dia akan menekan tombol remote buatannya itu, saat frekuensi TV tiba tiba kacau maka salah satu penonton akan berdiri dan memukul mukul TV tersebut, dan Woz tinggal melepas tombol remotenya maka layar akan bening kembali, hal ini dilakukan berulang ulang, hingga ada satu penonton yang rela memegang antena TV agar gambar yang ditampilkan tetap bening….hahahaha Usil yaa

Jobs dan Woz duo anak anak cerdas, kreatif dan inovatif, perbedaannya hanya pada Jobs yang nekat dan sinting, karena karya karya dan ulah mereka itulah membuat mereka menjadi kesulitan di sekolah. Tapi hal hal itu menurut saya yang membuat Jobs jadi orang inspiratif sepanjang masa.

Saya jadi ingat jika ulah anak anak maksudnya murid murid saya yang terkadang agak gila dan aneh aneh, gak mematuhi aturan yang tidak jelas, dan kritis. Anak anak ini sebenarnya adalah anak anak cerdas, namun terkadang kita tidak bisa menerima bentuk kecerdasan mereka. Membaca buku Isaacson ini membuat saya menyadari bahwa jika anak anak tersebut kuat mental, tahan banting dan tahu betul apa yang dilakukannya maka suatu saat mereka akan menjadi orang besar.

<!–more–>
Sejarah hidup Jobs juga tidak mulus, "dibuang" oleh orang tua kandungnya, memiliki orang tua angkat yang baik hati tapi pas pasan, aksi nekat yang sering merepotkan teman teman dekat dan orang tuanya, keyakinannya bahwa suatu saat akan ada komputer sebesar tangan, perfeksionis dan pikiran pikiran gila nya. Namun justru itu yang membuatnya berbeda.

Saya terkesan sekali dengan produk Apple, laptop pemberikan adik, tiba tiba jatuh dan penyok di bagian siku luar antara layar dengan PC nya atau apa ya istilahnya..(. hehe.. ) penyok cukup dalam sekitar 1cm, tapi sama sekali tidak mempengaruhi kualitas tampilan monitor dan PC hardisk keyboard semua berjalan seperti semula sampai sekarang. Kereen kan..

Menurut saya Jobs adalah manusia pembelajar, saat Markkula menulis mengenai filosofi pemasaran Apple yang antara lain berbunyi "bagaimana memahami kebutuhan konsumen dengan baik dibandingkan dengan perusahaan lain" (p.102) prinsip ini semakin kesini jadi berubah Jobs memiliki prinsip sendiri bahwa "konsumen tidak tahu apa yang mereka inginkan sampai kami tunjukkan kepada mereka apa yang mereka mau"

Saya sempat terhenyak saat membaca pertama kali kalimat ini beda bangett sama teori pemasaran yang ada di kepala. Tapi disinilah dahsyatnya, sehingga muncullah IPad, Phone, IPod touch, yang walau mahal, namun produknya elegan, pertama kali ada, berkualitas dan tahan banting.

Saya belum pernah membaca buku karya Walter Isaacson yang lain, Isaac menulis biografi Steve dengan detail, ada beberapa saya tidak paham terutama mengenai microprocessor, semiconductor, bahasa BASIC dan lain lain istilah komputer dan elektronika, sulit membayangkan membuat permainan game untuk Atari dengan 45 chip, walau saya tidak mengerti istilah istilah itu namun saya bisa dapet feel nya bagaimana mereka Jobs dan Wozniak berjibaku yang akhirnya membuat saya terkagum kagum memabaca tahapan tahapan kelahiran Apple. Bravo dan angkat topi buat Isaacson ..:)

Jobs termasuk penganur Budha Zen, hippies, jarang mandi, tidak suka pakai alas kaki, vegetarian buah-ada keyakinan jika dia diet vegetarian buah maka akan mencegah produksi lendir di tubuhnya, menangkal bau badan, walau tidak pakai deodoran dan tidak mandi-padahal sebenarnya teori ini salah-(p.55)
 

evolusi produk apple..:)

Sifat keras Jobs, perfeksionis dan seenaknya sendiri diulas blak blakan oleh Isaacson. Karakter Jobs ini tentu saja terbawa pada saat dia memimpin Apple.
Jobs memiliki keyakinan bahwa aturan tidak berlaku pada dirinya, bahkan ketika kenyataan tidak sesuai dengan keinginannya maka Jobs akan mengabaikannya (p.153). Sifat Istimewa dari Uberman (manusia adikuasa) secara alami ada pada dirinya "jika sekarang jiwa itu menuruti keinginannya sendiri maka dia yang pernah kalah di dunia sekarang akan menaklukkan dunia" The Spoke Zarathustra-Nietzsche
<!–more–>
Jobs memiliki sifat memberontak dan kemauan keras yang tertanam kuat dalam kepribadiannya. Idenya selalu berubah, sifat keras nya kadang terkesan kasar, apalagi ketika rapat bersama timnya, ide ide yang diutarakan selalu dikatai sampah walau seminggu kemudian pendapat Jobs tentang ide sampah tersebut bisa berubah menjadi ide brillian dan seringkali dianggapnya sebagai idenya sendiri…*ah tepok jidat deh..

Idealisme dan sifat perfeksionisnya tingkat tinggi, dia tidak mau membuat produk asal jadi asal laku, dia ingin menghasilkan produk hebat dan sempurna, anda bisa membuktikannya pada produk produk yang dihasilkan Apple sempurna dan totaly new. Walau banyak produk merek lain yang mengadopsi produknya, namun tidak ada yang bisa menyaingi detail kesempurnaan produk Apple.

Menurut Hoffman, Jobs memiliki insting untuk mengetahui kapan seseorang berpura pura atau benar benar mengetahui sesuatu, dia tahu bagaimana memanipulasi orang, memojokkan mengintimidasi, namun hal tersebut membuat kau juga ingin mendapatkan persetujuan darinya, yang akan mendorongmu untuk melakukan pekerjaan terbaikmu.
Jobs memiliki cara untuk memoticasi seseorang dengan memberikan gambaran besarnya, dia bisa memberikan alasan yang pas, saat dia menginginkan sesuatu dari produk Applenya, loading hanya 10 detik, kepraktisan dan kemudahan penggunanya kelak, dia mencipta sesuatu sebelum konsumen tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Terus terang saya naik turun membaca buku Isaacson ini, ada kepribadian Jobs yang tidak saya suka, ada kekecewaan karena kekaguman saya pada Jobs. Namun semakin kesini, semakin saya kagum pada sifat pembelajar sejatinya

The First Macintosh

Eya buat yang bertanya tanya kenapa tulisan review tentang steve jobs berseri? atau kenapa saya tulis review ini?

Saya mengikuti klub baca buku IGI (Ikatan Guru Indonesia) klub ini barusan saja ada, dan buku pertama yang harus dibaca guru guru anggota klub baca ini adalah buku karya Walter Isacsoon-Steve Jobs. Kami janjian tanggal 1 Juni akan diskusi tentang buku ini di milis, oleh karena itu, beberapa artikel saya sebelum dan kedepan akan saya isi tentang perasaan saya, pemaknaan saya terhadap buku setebal 742 halaman ini

Pada tulisan sebelumnya saya ungkapkan bagaimana naik turunnya perasaan saya mengikuti kisah Jobs ini. Di buku ini semua tentang Jobs ditelanjangi oleh Isaacson, dan Jobs sama sekali tidak keberatan untuk itu. Saya dengar proses penulisan buku ini sama sekali tanpa campur tangan Jobs, dia tidak mau membaca kisahnya dalam buku ini sebelum jadi masuk ke percetakan. Hal ini mengindikasikan Jobs orang yang obyektif, dia menyadari sekali semua proses kehidupannya. Kesalahan yang dilakukan, jatuh bangunnya, keburukannya, semuanya, seolah ia ingin menyatakan bahwa dia bukan manusia sempurna, namun ia ingin terus belajar untuk itu. *ah walau saya juga sangsi kalau dia mau mengakui kesimpulan saya ini..:)

<!–more–>
Dalam kehidupan ini, sangat biasa jika seseorang pernah gagal dan melakukan kesalahan,yang hebat adalah ketika seseorang tersebut mau mengakui kegagalan dan kesalahannya sebagai proses pembelajarannya di universitas besar kehidupan ini. Saya selalu melihat seseorang sekarang, penilaian saya terhadap seseorang adalah penilaian sekarang, saya tidak mau tahu dengan sejarah orang tersebut sebelum ini, karena saya menyadari benar bahwa manusia berproses untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Saat membaca bagian "menjadi bajak laut", saya jadi ingin suatu saat bekerja dengan kepala sekolah yang memiliki manajemen ala Jobs. Menjadi bajak laut bukan angkatan laut, artinya menjadi seseorang yang berani berontak, berani berbeda, berani memegang prinsip, berani mempertanggungjawabkan ide nya,
Di bagian cerita itu, dikisahkan bagaimana anggota tim Jobs, secara diam diam melakukan pekerjaan yang ditentang oleh Jobs–karena mereka memiliki pendapat yang berbeda.
Namun pada akhirnya ketahuan juga oleh Jobs, dan apa yang dilakukannya?
"Jobs menyampingkan harga dirinya dan berterimakasih pada mereka karena tidak mematuhinya dan melakukan hal yang tepat, lagi pula itulah yang akan dilakukan oleh Jobs seandainya dia berada dalam situasi mereka"… ah so sweet ya

Ini kepribadian yang saya sukai, berani mengakui kesalahan, dan mau mengakuinya di depan orang banyak. Karakter Jobs ini membuat ia dibenci sekaligus di sukai teman teman dan musuh musuhnya.

Ada lagi hal yang menarik, saat merancang komputer Macintosh, Jobs sangat memperhatikan detail hingga ke papan PC nya, dia protes cip memory dipasang sangat jelek, salah seorang insinyurnya protes "yang penting kan memorynya jalan", Jobs menjawab "Aku ingin agar cip memory itu dibuat seindah mungkin, mesipun tempatnya berada di dalam kotak. Seorang tukang kayu yang hebat tidak akan menggunakan kayu jelek untuk membuat bagian belakang sebuah lemari, meskipun tak seorang pun akan melihatnya, keindahan dan kualitas harus diperhatikan sepanjang waktu."
Jobs juga meinginkan keindahan kotak komputer, karena penampilan luar juga sangat penting dalam penilaian atas suatu produk, karena Jobs ingin Macintosh terasa luar biasa.

Yang mengesankan dari Jobs adalah, ketika desain ini selesai, dia mengumpulkan semua tim Mac, untuk menyelenggarakan semacam upacara, dengan menandatangani karya mereka. Tanda tangan ini nantinya akan diukir dibagian dalam setiap komputer Mac. Keren ya bagaimana Jobs sangat menghargai pekerjaan tim nya..
 

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar