8

Ayo Berkreasi dengan Sampah ! (+7)

Rusdi Mustapa May 10, 2015

SAM_4629

Berkreasi dengan sampah ? Bagaimana bentuknya ? Mungkin pertanyaan ini muncul saat membaca judul di atas. Namun inilah yang telah saya jalani bersama siswa/siswi MAN 1 Surakarta. Pembelajaran sejarah yang saya ampu, mencoba untuk juga memasukkan pendidikan life skill pada siswa, dalam hal ini dengan membuat media pembelajaran yang berasal dari sampah. Sampah yang saya maksud di sini adalah sampah yang ada di sekolah, yang biasanya hanya dibuang di tempat sampah atau dibakar. Dalam kesempatan ini saya mengajarkan kepada siswa/siswi  bagaimana membuat media pembelajaran berbahan dasar sampah.
Pada mata pelajaran sejarah saya mengajak siswi-siswi saya membuat papan display sejarah. Apa itu ? Display sejarah adalah tempat untuk meletakkan informasi sejarah yang bisa dipajang di pojok-pojok ruangan. Bahan yang digunakan adalah kardus-kardus bekas. Ide ini muncul ketika melihat di koperasi sekolah banyak teronggok kardus yang tidak terpakai dan hanya memnuhi ruangan tanpa ada yang memanfaatkan. Saya bertanya kepada petugas koperasi biasanya kardus-kardus ini digunakan untuk apa. Menurut petugas koperasi biasanya hanya dibuang atau paling jelas ya dibakar. Mendengar informasi itu saya mencari ide bagaimana memanfaatkan kardus bekas itu untuk dimanfaatkan menjadi barang yang lebih berguna. Timbullah ide membuat papan display. Karena saya mengampu sejarah maka saya berencana membuat papan display sejarah.
Untuk melaksanakan ide ini saya sengaja akan melibatkan siswa dalam pembuatannya. Untuk proyek ini saya melibatkan siswi kelas XI IPA 2 Boarding School MAN 1 Surakarta. Saya lemparkan ide kepada mereka dalam bentuk tugas membuat media sejarah dengan menggunakan bahan kardus bekas. Barangkali, karena istilahnya “tugas” mau tak mau mereka mengikuti dan melaksanakan. Konsep dan bahan – bahan membuat papan display sejarah sudah diberikan kepada siswa. Pada hari yang ditentukan di jadwal pelajaran sejarah, siswi-siswiku mulai melaksanakan tugas membuat papan display sejarah secara berkelompok. Untuk melaksanakan tugas ini mereka tidak perlu repot-repot mencari kardus. Mereka saya suruh untuk meminta kepada pihak koperasi sekolah yang sebelumnya telah saya beritahu tentang tugas ini. Pada hari sebelum pelaksanaan membuat tugas ini, mereka berbondong-bondong datang ke koperasi sekolah dan meminta kardus-kardus yang mereka butuhkan. Ternyata cukup banyak juga kardus yang mereka bawa dan tentu saja hal ini meringankan petugas koperasi sekolah yang biasanya harus kebingungan untuk membuang kardus-kardus tersebut.

SAM_4553

Bahan dasar kardus bekas yang akan disulap menjadi papan display sejarah

Pada tugas ini mereka saya tugaskan membuat display sejarah seputar kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia. Ada 6 kelompok yang bekerja dalam tugas ini sesuai dengan jumlah tema yang ditentukan yaitu :

1. Kerajaan Kutai

2. Kerajaan Mataram Kuno

3. Kerajaan Tarumanegara

4. Kerajaan Singasari

5. Kerajaan Kediri

6. Kerajaan Majapahit

Mereka diberi keleluasaan mengembangkan tema dalam bentuk papan display yang beraneka ragam. Semua informasi sesuai dengan bagian masing-masing kelompok juga dikembangkan sendiri oleh siswa. Sehingga kreativitas dan kerjasama yang kompak sangat diperlukan dalam tugas ini. Mereka membagi tugas masing-masing kelompoknya. Ada yang menggunting kardus untuk dibuat pola papan display, ada yang mencari informasi seputar kerajaan di internet, ada juga yang membuat hiasan-hiasan untuk papan display sejarah mereka.

SAM_4557

Mulai membuat bentuk papan display sejarah

Ingin lihat proses membuatnya ? ini dia….

Waktu satu jam pelajaran yang tersedia memang kurang mencukupi untuk membuat media pembelajaran ini. Sehinnga saya menyampaikan kepada mereka untuk dilanjutkan pada pertemuan berikutnya. Di pertemuan yang kedua, sudah mulai nampak bentuk papan display buatan siswi-siswiku dengan berbagai aneka warna bentuk dan hiasan. Mereka benar-benar menikmati tugas yang diberikan. Hal ini terlihat dari keseriusan mereka dalam membuat tugas tersebut.

SAM_4590

Papan display sejarah yang mulai terlihat hasilnya

SAM_4600

Dari tugas ini selain untuk lebih memudahkan pemahaman siswa atas materi yang disampaikan, ada tujuan lain yang coba saya sampaikan yaitu mengkampanyekan lingkungan sekolah yang hijau ( Green School ). Konsep green school dalam tugas ini adalah bagaimana siswa bisa memanfaatkan sampah yang ada di sekitar mereka diubah menjadi barang atau benda yang berguna. Siswa di ajak tidak hanya membuang sampah ke tempat sampah tapi juga bagaimana memanfaatkannya sebagai bahan membuat hasil karya yang bisa di pajang atau bahkan bisa dijual. Namun dalam kesempatan ini tujuan yang ingin saya sebarkan ke siswa adalah kepedulian akan lingkungan yang bersih dengan memanfaatkan sampah-sampah yang ada di lingkungan sekolah. Karena itu di akhir tugas saya meminta mereka memajang hasil karyanya di seputaran sekolah agar pesan yang ingin disampaikan bisa dibaca oleh teman-teman yang lain. Mereka saya minta menempatkan papan display tersebut di sudut-sudut sekolah sembari diberikan pesan-pesan yang intinya mengajak siswa untuk lebih peduli pada kebersihan dan keindahan sekolah. Antusiasme siswa dalam melihat hasil karya siswi-siswiku ternyata sangat luar biasa. Mereka banyak bertanya tentang karya yang telah dibuat, seperti terbuat dari apa, berisi tentang informasi apa dan sebagainya. Di situlah siswi-siswiku memberikan penjelasan sekaligus mengkampanyekan tentang green school yang telah saya canangkan.

SAM_4649

Pesan-pesan yang diselipkan

SAM_4640

Antusiasme siswa 

Mau lihat hasil karyanya ? ini dia….

 

* “Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10″

o

Comments (8)

  1. Pak Rusdi telah memberikan pembelajaran yang berhraga pada kita sebagai Guraru ! Di kemajuan teknologi ternyata sampah bisa jadi barang berharga jika dikelola oleh guraru kretatif seperti pak Rusdi.

    Salam Persahabatan Pak dari ONE SM USA = Urang Sunda Asli !

  2. Mari sama-sama saling menginspirasi buat kemajuan pendidikan Indonesia.
    Salam persahabatan juga buat temen-temen guraru yang lain. moga tetep semangat dalam mencerahkan putra-putra bangsa terbaik

    Oke pak Umar Tholib, segera meluncur ke T.K.P

    Pak Iwan Sumantri : Salam juga dari Solo pak, mari saling menginspirasi

    Monggo pak Saleh mendidik, kita bisa menjadi guraru yang kreatif semua

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar