Author Archives

3

Kurikulum Jangan Sampai Menjadi “Mesin Pembunuh” Kejeniusan Anak

Sawali Tuhusetya January 2, 2013 +2

Liburan akhir semester gasal baru saja usai. Dunia persekolahan kita kembali menggeliat dan ceria oleh celoteh dan perilaku anak-anak. Semester genap segera dimulai. Anak-anak dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya memancangkan tekad untuk menjadi generasi masa depan yang “utuh” dan “paripurna”. Mereka kembali memasuki “masyarakat baru”; masyarakat mini yang memberikan ilustrasi bagaimana seharusnya mereka belajar

2

Bahasa Gaul dalam Perspektif Pragmatik

Sawali Tuhusetya December 3, 2012 +1

Kehadiran bahasa prokem (bahasa gaul) dalam pergaulan sosial di negeri ini agaknya tidak makin menyurut, tetapi justru makin meluas. Ruang-ruang publik makin kuyup dengan idiom-idiom bahasa gaul. Tidak hanya digunakan di kalangan remaja perkotaan, tetapi juga telah merambah ke daerah-daerah pinggiran dan pedesaan akibat mobilitas urbanisasi yang kian sulit terkendali.

2

Ungkapan Verbal yang Mengukuhkan Bias Gender

Sawali Tuhusetya October 29, 2012 +2

Kesetaraan gender pada hakikatnya merupakan strategi untuk mencapai kesetaraan melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas seluruh kebijakan dan program di berbagai bidang kehidupan dan sektor pembangunan.

5

Menciptakan Orkestrasi Pembelajaran melalui Quantum Teaching

Sawali Tuhusetya October 17, 2012 +3

Paulo Freire, sang kontroversial dari Brasil pernah melontarkan kritik tajam terhadap atmosfer dunia pendidikan “gaya bank” yang dianggap hanya melanggengkan kekuasaan kaum penindas terhadap sesamanya. Para siswa didik sengaja didesain untuk menjadi penurut dan anak mami. Naradidik hanya diperlakukan sebagai objek dan bukan subyek.

2

Reformasi Sekolah, Kepemimpinan Feodalistis, dan Perubahan Kurikulum

Sawali Tuhusetya September 28, 2012 +1

Ketika rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto tumbang pada bulan Mei 1998, serta-merta angin reformasi berhembus kencang di berbagai lapis dan lini kehidupan masyarakat. Kran demokrasi yang selama ini mampet(-pet) terbuka lebar-lebar hingga nyemprot ke mana-mana. Unjuk rasa marak di jalan-jalan protokol. Rakyat seperti terbebas dari ruang karantina dan sel penjara yang busuk. Atmosfer sosial dan politik menjadi demikian bebas dan terbuka.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar