10

Asyiknya Bikin Resensi (+2)

Agus Firman June 14, 2012

Hari Rabu kemarin menjadi salah satu hari terhebat dalam hidup. Betapa tidak, dari jam delapan pagi sampai jam empat sore, saya berkegiatan nyaris tanpa henti. Dari jam 08.00 sampai jam 13.30, saya mengikuti IHT bersama rekan rekan guru yang lain. Selain jadi peserta, saya pun berkesempatan untuk menyampaikan hasil pelatihan beberapa pekan ke belakang tentang pendidikan karakter. Selanjutnya, kami bersama sama bertukar pikiran mengenai pendidikan karakter. Setelah pelaksanaan IHT, saya tidak bisa ikut pulang bersama guru guru yang lain, karena anak anak ekskul Tulisan Barudak sudah menunggu. Yah, saya memang telah meminta mereka untuk kembali ngumpul, karena kegiatan ekskul sempat terhenti karena pelatihan yang harus saya ikuti serta kegiatan UKK

.
Dan selama dua jam berikutnya, saya bersama ke sembilan anak ekskul mempelajari bagaimana cara membuat resensi buku. Kami pun melihat contoh-contoh resensi buku yang terdapat di internet. Setelah dibagi ke dalam empat kelompok, saya biarkan mereka mencari buku yang akan mereka buat resensinya di perpustakaan. Beberapa dari mereka langsung menemukan buku yang mereka cari, sementara yang lainnya masih berdebat dengan rekan kelompoknya. ‘Ah coba saja semua anak di sini memiliki ketertarikan yang sama terhadap buku seperti mereka


Ide untuk meminta mereka membuat resensi muncul karena kekhawatiran akan rendahnya minat baca anak. Selama ini perpustakaan menjadi tempat paling sepi di sekolah. Pihak sekolah bukannya tidak mau selalu membuka perpustakaan, namun karena tidak adanya tenaga pustakawan. Sekolah pun khawatir bila anak anak dibiarkan di perpustakaan tanpa bimbingan, karena  sering terjadinya kerusakan bahkan kehilangan pada koleksi buku buku sekolah.

Kiri: Siska, Ani dan Dede Ina tengah mendiskusikan buku yang mereka buat resensi nya
Kanan: Nurul mencatat, dan Eli memberikan masukan

 


Udah pak!” Ucap Sri, yang memang terlebih dahulu menemukan buku untuk ia resensi. “Ya, langsung aja masukin ke blog, kamu sudah tau kan caranya Sri?”
Sri mengangguk. Saya pun langsung mengambil kamera untuk mengambil gambar buku buku yang mereka buat resensinya, untuk nanti diletakan bersama resensi yang mereka buat.

Kiri dekat: Sri tengah memberikan arahan kepada Kurnia bagaimana membuat entry di Blog,
Kanan jauh: Ida dan Evi berbagi tugas dalam membuat tulisan nya.

 

Sri memang anak yang cerdas, tanpa saya minta pun ia membiarkan rekannya untuk mengetik tulisannya, sementara ia memberikan bimbingan. Yang lainnya pun menyusul menyelesaikan tulisannya. Tapi, mereka tidak bisa langsung mengetik hasil tulisannya, karena komputer yang ada hanya dua. Sambil menunggu giliran mengetik, kami bermain gitar sambil nyanyi nyanyi.


Sayangnya, tidak semua anak sempat menyelesaikan tulisannya, karena tanpa disadari langit tiba tiba menjadi mendung. Ida, Evi dan Nurul yang harus pulang berjalan kaki selama hampir dua jam, merasa khawatir mereka akan terjebak hujan di tengah jalan. Saya pun tidak menahan mereka lebih lama, dan melanjutkan kegiatan bersama anak anak yang lain sampai jam empat sore.
 

Ah, hari rabu itu langit yang tengah hujan seolah tersenyum pada diri ini, 'Semoga mereka tetap diberikan kesabaran dalam menjalani semua ini Ya Rabb'

Oh iya, buat yang baca, maen ya ke Tulisan Barudak , diantos. 😀

Comments (10)

  1. @pengelolaguraru: Sebetulnya blog sekolah saya buat sebelum blog ini, hanya saja tidak ada dukungan dari pihak manajemen, termasuk kru yang lainnya. Jadi blog tersebut mandeg. Kalo harus diceritain lengkapnya, saya sdkit malu mas… 😀
    @isnapuryanta: Wah ide keren tuh, tapi bisa ga y? Hmmm.. nanti saya coba deh, semester depan… hihihihi. Iya nanti saya mau posting di sana ah…
    @mrbedel: Salam kenal mas, terima kasih atas dukungannya. Ya, saya tengah mencoba menularkan virus nge-blog ke sekolah sekolah terdekat, cuma karena kemaren terjadi insiden pencurian komputer di sekolah yang hendak saya tulari, jadina terhenti sementara…. 😀

  2. @ayoberbagiilmu: Wah terimakasih atas dukungannya… 😀 Semoga saja langkah saya tidak pincang.
    @isnapuryanta: Terimakasih mas, saya malah baru tau barusan jam dua siang. Sedikit malu sebenarnya, karena saya tidak tahu kenapa bisa masuk final, padahal cuman curhat. 😀

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar