0

Area Kritis Pintu Masuk Informasi Otak Manusia (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 23, 2021

Panca indera manusia sebagai alat tangkap stimulus dari luar yang merupakan perekam informasi bagi otak. Panca indera ini masih pada tahap pikiran sadar manusia. Dengan adanya sikap manusia menerima informasi dari panca indera dan lingkungan maka sebelum diteruskan ada satu bagian dalam otak manusia yang di CA ( Critical Area) sebagai tempat berlangsungnya adaptasi informasi. Peristiwa ini penting diketahui karena dalam proses pembelajaran berkaitan dengan 3 aspek yakni kognitif, afektif, dan psikomotor.

Berawal dari penerimaan terhadap informasi yang ada maka akan masuk pada otak bawah sadar yang mempenagruhi sikap seseorang terhadap stimulus dari luar berupa masalah atau perintah, pengetahuan atau yang lainnya dan lama untuk diingat. Yang dalam hal ini juga mendukung pada pengembangan dan konsisten dalam melakukan kerja atau psikomotorik seseorang.

Proses penyerapan informasi dari luar saling berkaitan, sebagai contoh ketika seorang anak belum mengetahui/mengenal api, suatu hari anak merasa sakit karena terpercik api, maka berdasarkan pengalamannya terbentuk struktur penyesuaian skema pada struktur kognitif anak tentang “api” bahwa api adalah sesuatu yang membahayakan oleh karena itu harus dihindari, ini dinamakan adaptasi. Dengan demikian, ketika ia melihat api, secara refleks ia akan menghindar. Semakin anak dewasa, pengalaman anak tentang api bertambah pula. Ketika anak melihat ibunya memasak memakai api, ketika anak melihat bapaknya merokok menggunakan api, maka skema yang telah terbentuk disempurnakan, bahwa api bukan harus dihindari tetapi dapat dimanfaatkan. Proses penyesuaian skema tentang api yang dilakukan oleh anak itu dinamakan asimilasi. Semakin anak dewasa, pengalaman itu semakin bertambah pula. Ketika anak melihat bahwa pabrik-pabrik memerlukan api, setiap kenderaan memerlukan api, dan lain sebagainya, maka terbentuklah skema baru tentang api. bahwa api bukan harus dihindari dan juga bukan hanya sekedar dapat dimanfaatkan, akan tetapi api sangat dibutuhkan untuk kehidupan manusia. Proses penyempurnaan skema itu dinamakan proses akomodasi. ( Wina Sanjaya, 2010:132). Implementasi dalam pembelajaran ketika mengajarkan suatu materi pelajaran kita harus tahu tentang apa yang sudah dikuasai oleh siswa sehingga dalam proses adaptasi, asilmilasi dan akomodasi siswa melalui nya dengan baik. Proses ini terjadi pada CA ( Critical Area).

Suatu informasi atau pengetahuan untuk segera masuk pada alam bawah sadar seorang siswa maka ada penyaring informasi yang ada pada CA. Informasi yang masuk ke bawah sadar agar menjadi bertahan lama di otak bawah sadar manusia sehingga masuk dalam LTM ( Long term memory), jika pengetahuan atau pelajaran yang diperoleh dalam LTM ini maka siswa dengan mudah mengingatnya. Disamping mudah mengingat juga, ketika berupa pesan-pesan moral maka seorang siswa dengan mudah menerima ke dalam otak bawah sadarnya dan melaksanakannya. Kasus penolakan terhadap himbauan, atau yang dikenal dengan anak yang nakal karena tidak mematuhi nasehat dari guru atau orang tua, karena belum masuk ke dalam otak bawah sadarnya, proses informasi terhambat di CA dengan proses adaptasi, asilmilasi, dan akomodasinya. Kita harus bijaksana untuk menyelami apa sudah didapat informasi sebelumnya, maka sangat penting sekali kita memahami karakter siswa, mau mendengar keluahan siswa, berikan kesempatan siswa untuk menyampaikan apa yang sudah diketahuinya.

Proses penyaringan dapat dinonaktifkan dengan menggunakan metode hypnotis. Hypnotis dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal yaitu dengan pengkondisisan suasana kelas, performa pengajar, dan penggunaan bahasa dalam kalimat pembuka yang menenangkan siswa. Suasana kelas meliputi tentang : suasana kelas
besih? rapi atau berantakan, rusak, panas/dingin, penerangan, suara, sunyi atau ramai. Dikondisikan agar proses penerusan informasi ke otak bawah sadar menjadi lancar. Performa pengajar , meliputi : performa pengajar
pakaian ,bau badan, wajah, mata, rambut, kumis dan lain-lain juga harus dikondisikan senyaman mungkin bagi siswa. Kalimat pembuka dalam pembelajaran berupa kalimat yang menenangkan.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar