5

Apa Saja Dampak Positif Pandemi Covid-19 Bagi Dunia Pendidikan? (0)

Ega Bekti November 13, 2020

Dunia masih terguncang oleh pandemi Covid-19. Berbagai upaya dilakukan untuk segera mengakhiri pandemi, serta memastikan agar pandemi tidak mengganggu semua sektor kehidupan, termasuk pendidikan.

Di tengah maraknya pandemi, bidang pendidikan harus terus mendapat publisitas agar tidak dirugikan. Kami tentu tidak ingin pandemi Corona mengancam dunia pendidikan.

Berbicara tentang dunia pendidikan berarti berbicara tentang sains. Dimana ilmu pengetahuan telah memainkan peran besar dalam membuat penemuan-penemuan besar untuk kebaikan umat manusia sejak awal dunia diciptakan.

Eropa, yang saat ini sangat berjaya dalam teknologi dan sains, pernah berdiri di “zaman kegelapan”, saat sains belum dikenal dan kegelapan menyelimuti. Kemudian tibalah zaman penciptaan sains yang mengirim dunia pada episode baru yang penuh dengan penemuan.

Pandemi Covid-19 telah mengantarkan era kekhawatiran dan tantangan di dunia saat ini. Ada kendala yang harus dihadapi di tengah kekhawatiran dan kecemasan. Kenyataannya, tantangan ini akan melahirkan peluang baru untuk menyelesaikan berbagai masalah.

Pandemi Corona, dilihat dari sudut pandang publik terbaru, menimbulkan banyak tantangan bagi komunitas pendidikan. Namun, kita harus melihat sesuatu dari sudut yang berbeda, sehingga tantangan dapat diubah menjadi kemungkinan untuk memajukan bidang pendidikan.

dampak positif covid terhadap dunia pendidikan
dampak positif covid terhadap dunia pendidikan

Pandemi Covid-19 yang diketahui memiliki banyak dampak negatif ternyata juga berdampak positif bagi lingkungan pendidikan. Agar tetap fokus dalam pencapaian target pendidikan Indonesia yang lebih maju, efek positif ini akan menginspirasi mereka untuk melewati masa-masa sulit.

  1. Memicu Percepatan Transisi Pendidikan

Sebagai upaya untuk menghindari pandemi berpindah, pandemi Covid-19 yang tidak terjadi di gudang berkontribusi pada penutupan sekolah. Sebagai gantinya, skema Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) telah dimulai oleh pemerintah.

Institusi pendidikan, guru, siswa bahkan orang tua tentunya diharapkan mampu melek teknologi dalam sistem PJJ berbasis teknologi. Hal inilah yang memicu percepatan transformasi teknologi pendidikan di kawasan ini. Hal ini tentunya berdampak positif karena pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan sejalan dengan keberlangsungan sukses era Revolusi Industri 4.0.

  1. Muncul banyak aplikasi untuk pembelajaran online

Karena pandemi Corona, percepatan transformasi teknologi pendidikan telah memungkinkan banyak platform meluncurkan berbagai aplikasi pembelajaran online untuk mendukung PJJ.

Belajar #DariRumahAja berhasil karena banyaknya aplikasi pembelajaran online. Dengan menyediakan fitur yang mempromosikan pembelajaran online, maka dibuatlah aplikasi pembelajaran online.

Aplikasi eStudy merupakan salah satu aplikasi yang memiliki fitur-fitur keren, user interface yang ramah, teruji, dan stabil. Salah satu solusi PJJ yang paling disarankan untuk digunakan adalah program ini.

  1. Jumlah Kursus Gratis Online

Di tengah pandemi Covid-19, kursus online gratis mulai marak. Beberapa organisasi bimbingan belajar menyediakan kursus online gratis atau beberapa dengan harga diskon.

  1. Munculnya Imajinasi Tanpa Batas

Pandemi Corona menyebabkan munculnya teori-teori baru. Untuk menemukan vaksin Covid-19, para ilmuwan, peneliti, dosen, bahkan mahasiswa pun berupaya melakukan eksperimen.

Seperti yang dilakukan alumni UGM yang dengan membuat masker yang bisa dicuci kembali membantu mengatasi kekurangan masker. Tak hanya itu saja, kecerdikan lain yang tak kalah menarik, seperti mahasiswa dari Rumah Bahasa UI yang menjadi relawan dan membantu mengedukasi masyarakat untuk Covid-19.

  1. Kolaborasi Orang Tua dan Guru

Siswa pasti akan menghabiskan waktu belajar di rumah selama pandemi ini. Agar siswa dapat terus belajar online dengan sukses, ini melibatkan kerjasama kreatif antara orang tua dan guru.

Selain itu, selama pembelajaran online, kemitraan kreatif akan mengatasi berbagai keluhan. Ini akan berdampak positif baik sekarang maupun di masa depan pada dunia pendidikan.

  1. Penerapan Ilmu dalam Keluarga

Ini menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk mengaplikasikan informasi di antara keluarga ketika semua sekolah tutup dan #BelajarDariRumah. Baik hanya membuka percakapan kecil atau mengajari keluarga informasi yang dipelajari.

Hal ini berperan penting dalam meningkatkan pemahaman sains oleh siswa dengan implementasi langsung. Informasi yang diterapkan secara langsung tidak hanya berdampak pada pihak yang menerapkannya, tetapi juga bagi yang memperolehnya.

  1. Kembangkan Mental Optimis

Dalam bukunya yang berjudul Positive Thinking Therapy, Dr. Ibrahim Elfiky (Maestro Motivator Muslim World) mengatakan bahwa untuk melakukan perubahan positif dalam hidup, maka mulailah dengan Tawakal kepada Allah. Kami akan mendapatkan kekuatan ilahi untuk melakukan perbaikan dengan cara itu. Sejak mengganti emosi kita dengan pikiran yang membangun, keadaan jiwa akan dipengaruhi oleh hal ini.

Herbert Spencer dari Universitas Harvard menyatakan dalam Kedokteran Energi bahwa lebih dari 90% penyakit tubuh disebabkan oleh roh. Ini disebut Penyakit Psiko-Somatik. Artinya, tubuh (somo) dipikirkan dan dipengaruhi oleh jiwa (psiko). Ini menyiratkan bahwa kita memiliki tantangan untuk tidak memberi ruang bagi penciptaan pola pikir negatif. Sebaliknya, sikap optimis harus ditegakkan agar pandemi Corona tidak menimbulkan bahaya sedikit pun.

Comments (5)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar