2

Apa itu sujud sahwi? (0)

Ayuma Sofyati March 9, 2021

Pernah lupa ? Pasti. Yang namanya manusia tempatnya salah dan khilaf , lupa adalah salah satu sifat manusia . Pepatah Arab mengatakan “al-insanu makanul khata’ wa nisyan ” yang berarti manusia itu tempatnya salah dan lupa. Karena sifat lupa yang melekat pada manusia itu maka hal itu bisa terjadi dalam situasi dan kondisi apapun dan kapanpun termasuk saat mengerjakan ibadah sholat.

Namun Allah SWT  dengan sifat al-Gaffar nya ( maha pengampun ) memberikan Tata cara kepada manusia yang terlupa ketika sholat yaitu dengan melakukan ‘Sujud sahwi’ . Sujud sahwi  merupakan bentuk kemurahan Allah kepada hamba-Nya

Apa itu sujud sahwi?

Menurut bahasa atau ‘lughoh’ kata sahwi itu artinya ‘lupa’  jadi yang dimaksud dengan sujud sahwi ialah sujud yang dilakukan ketika karena kita  lupa atau ragu dalam pelaksanaan ibadah sholat. Sementara secara ‘ istilah ‘ sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan di akhir shalat atau setelah shalat untuk menutupi cacat dalam shalat karena meninggalkan sesuatu yang diperintahkan atau mengerjakan sesuatu yang dilarang dengan tidak sengaja.

Allah dengan sifat  maha  Rahman dan juga rahimnya, dengan kita lupa pada saat sholat tersebut tidak serta Merta menjadikan sholat yang kita lakukan menjadi batal.

Hukum melaksanakan sujud sahwi

Hukum melaksanakan sujud sahwi adalah sunah. Artinya jika dilaksanakan akan  lebih baik dan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa dan sholatnyapun  tetap sah.

Hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari berikut ini menjelaskan akan hal ini: 

Dari abu Hurairah r.a ia berkata: Nabi SAW bersama kita shalat zuhur atau ashar, lalu (baru dua rakaat) beliau salam, maka zul-Yadain mengatakan kepada Nabi : Wahai Rasulullah ! Apakah salatnya berkurang ? Lalu Nabi SAW bersabda : Apakah benar apa yang dikatakan nya? Mereka menjawab: Ya. Lalu beliau (menambah lagi ) salat dua rakaat , kemudian beliau sujud dua kali .( H.R.Al- Bukhari : ) 

Sebab-sebab sujud sahwi

  1. Ragu-ragu tentang jumlah rakaat yang telah di kerjakan. Orang yang mengalami keraguan seperti ini hendaknya mengambil hitungan rakaat yang lebih sedikit , kemudian baru menambahkan rakaatnya
  2. Lupa tidak ta – syahud ( tahiyat) awal , atau lupa tidak membaca doa qunut bagi yang terbiasa membacanya.
  3. Lupa kelebihan jumlah rakaat, rukuk, atau sujud.

Dijelaskan lebih jauh dalam hadits berikut ini:

Hadits Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ

“Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, tiga ataukah empat rakaat maka buanglah keraguan, dan ambilah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata shalatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan.” (HR. Muslim no. 571)

Wallahu A’lam bissawab

About Author

Ayuma Sofyati

Saya adalah seorang guru di SMP Negeri 2 Pontang Kabupaten Serang Banten juga blogger . Senang menyerap ilmu dan senantiasa belajar belajar dan belajar karena saya adalah pembelajar .Guraru adalah salah satu wadah untuk menyerap ilmu. Salam sukses !

View all posts by Ayuma Sofyati →

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar