4

Anda Guru? Siapakah sebenarnya Anda? (+3)

Botaksakti September 18, 2014

“Kuliah di mana, Neng?”, tanya saya via BBM kepada keponakan di Lampung.

“Unila, Om, Pendidikan Kimia!”, jawabnya riang.

“Woh, keren dong!”

“Emang gitu, Om? Kok bisa? Yang keren jadi gurunya atau kimianya?”

“Ya dua-duanya!”

“Kok, bisa?”

Begitulah, guru memang ‘sesuatu’. Banyak sisi yang bisa digunakan untuk melihat perihal ‘guru’. Ada sisi pengabdian, ada sisi profesionalisme, ada sisi hati, dan sebagainya.

Maka, banggalah menjadi guru. Bukan tanpa alasan, konon ada lima belas sebab mengapa profesi guru patut dibanggakan. Kelimabelas keutamaan itu mencakup dimensi spiritual maupun material. Bahwa kewajiban mengajar itu merupakan perintah Tuhan memberi makna pada ketika guru mengajar maka sebenarnya ia telah melaksanakan perintah Tuhan itu. Dari situ pula maka guru juga dianggap sebagai pembangun atau setidaknya montir peradaban.

Dilihat dari sejarah, guru juga memiliki peran penting. Banyak pendiri bangsa yang sejatinya adalah guru. Ini berarti, bangsa ini berdiri dengan pondasi jiwa-jiwa pengabdian. Mengabdi kepada kehidupan.

Dalam bingkai pengetahuan, guru sebenarnya juga paling berhak untuk terdepan selalu up date. Bagaimana tidak, mereka harus menunjukkan jalan kepada siswanya menuju masa depan. Andai guru tidak tahu jalan ke masa depan, yang berupa ilmu pengetahuan, bagaimana mungkin mereka bisa melakukan tugasnya?

Akan tetapi,menjadi guru sebenarnya juga bukan pekerjaan yang mudah. Meski patut dibanggakan, ada beberapa sisi keutamaan yang bisa menyedihkan. Bagaimana tidak, salah satu keutamaannya adalah……..harus siap dilupakan. Artinya, guru tak boleh menyesal bila mana muridnya berhasil dan kemudian melupakan jasa mereka begitu saja. Nah, mungkin ini yang kembali harus para guru timbang kembali. Bagaimana?

 

Sumber bahan:

http://portalsemarang.com/inilah-15-alasan-mengapa-profesi-guru-selalu-patut-dibanggakan

 

Comments (4)

  1. benar profesi sebagai guru sungguh mulia… itu terjadi apabila melaksanakan tugas dengan sepenuh hati nya… namun di lain pihak diatas semua kesejahtraan yang telah diberikan pemerintah …. ada juga guru yang mengannggap pekerjaan nya itu hanya lah sebuah pekerjaan sampingan… ngantor hanya sekali seminggu… bisa juga disebut pengangguran terselubung yang dibayar pemerintah….

    dan juga jika dia seorang tenaga horer yang bekerja pada sekolah negeri… guru honorer akan menjadi tulang punggung nya.. bekerja dengan gaji yang minin tapi dituntut harus bekerja dengan profesional tanpa diperhatikan kesejahtraannya… 😀

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar