25

Ancaman untuk Blogger (+7)

Botaksakti February 20, 2014

Kemarin,ada sebuah posting tajam tapi pas di web ini. Diposting oleh seorang maestro IT yang sudah tidak diragukan lagi kompetensinya. Apa itu? Ya, tentangΒ  mengapa kok yang nangkring di artikel pilihan ‘hanya’ postingan personil admin?

Bagaimanapun, kelugasan seperti itu patut diapresiasi. Butuh keberanian untuk bertindak seperti itu tanpa perlu berlindung di balik nama bayangan. Saya sendiri termasuk yang tidak berani bertindak secara lugas seperti itu.Kenapa? Biarlah menjadi rahasia saya hehehehe!

Postingan kemarin itu menjadi semakin menarik manakala muncul sebuah komentar:

“sebaiknya admin memang jangan terlalu narsis, masukan yg positif dari ibu Amiroh. Ini juga jadi otokritik buat saya dalam mengelola blog lainnya”

Entah dari mana menarik benang makna ‘narsis’ untuk menjuluki terlalu ‘nongol’nya postingan personil admin. Julukan ini mengisyaratkan tentang adanya kesengajaan demi sebuah kepentingan. Boleh jadi, itu memang benar adanya, tetapi bisa juga sebaliknya.

‘narsis’, sepertinya memang menjadi ancaman utama seorang blogger. Ini berkaitan dengan hakikat kegiatan ‘ngeblog’ itu sendiri, yang sejatinya menjadi alat untuk menunjukkan eksistensi sang blogger. Dan secara kasar, ini sama saja dengan upaya untuk ‘narsis’.

Berupaya menunjukkan eksistensi memang menjadi hak setiap orang. Artis boleh jadi dengan mengeksplor kemampuan akting atau menyanyinya. Olah ragawan dengan prestasi yang diraihnya. Dan blogger, tentu dengan blognya(apapun jenis isinya). Hanya saja, sepertinya memang banyak blogger yang terjebak hanya sekedar ‘narsis’. Ciri khasnya, ada yang bilang: mengulang-ulang sebuah topik yang sama dengan kalimat ‘sedikit’ berbeda, memberi label keberhasilannya sendiri, dannnnn……………(silakan dilanjutkan sendiri :D)

Oleh karenanya, mungkin ada baiknya seorang blogger belajar untuk bisa ‘eksis’ tanpa perlu ‘narsis’. Kalaupun ingin menampilkan keberhasilan ada baiknya dibungkus dalam sebuah ‘bahasan’ yang tidak secara langsung menyebutkan keberhasilan tersebut. Biarkan pembaca yang memahami keberhasilan tersebut. Biarkan pula pembaca yang memberikan apresiasi atas keberhasilan itu. Semoga dengan demikian kita akan menjadi blogger yang selamat dunia akhirat!

Comments (25)

  1. Ha..ha.. Saya suka 2 paragraf terakhir.
    Kalau mau NABIS (narsis abis..bukan nama anggota guraru loh ya πŸ˜‰ ) emang sebaiknya di blog sendiri aja..terserah mau ngapain.
    Kalau di blog bersama, memang sebaiknya spt yang tertuang pada paragraf terakhir.
    Jadi narsis boleh2 aja, asal tahu tempatnya.. gitu ya #kira2 ?

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar