0

ANALISIS TEORI BEHAVIORISME DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 (0)

Elisa Kristiyanti April 26, 2021

Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar teori “pendidikan standar” dan teori kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi adalah outcomes-based curriculum dan oleh karena itu pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari Standar Kompetensi (SK). Demikian pula penilaian hasil belajar dan hasil kurikulum diukur dari pencapaian kompetensi. Keberhasilan kurikulum diartikan sebagai pencapaian yang dirancang dalam dokumen kurikulum oleh peserta didik. Seperangkat kompetensi tersebut merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kompetensi untuk kurikulum 2013 dirancang antara lain adalah adanya kompetensi inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan (kognitif dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi inti adalah kualitas yang harus dimiliki peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran KD yang diorganisasikan dalam proses pembelajaran aktif.

ANALISIS TEORI PEMBELAJARAN BEHAVIORISTIK DENGAN PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DI LAPANGAN

Teori behaviorisme dalam kurikulum 2013 dipakai dalam kegiatan diawal (pendahuluan) dan diakhir (penutup), sedangkan untuk kegiatan inti pembelajaran lebih banyak menggunakan teori kontrukstivisme. Kurikulum 2013 meskipun didominasi dengan teori belajar konstruktivisme, akan tetapi tidak lepas dari teori behaviorisme. Dalam prinsip penyusunan RPP kurikulum 2013 yang termuat dalam Standar Proses bahwa RPP harus memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi karena dalam proses pembelajaran dibutuhkan pemberian umpan balik dan tindak lanjut. Selain itu dalam standar proses pelaksanaan pembelajaran juga dijelaskan bahwa dalam mengelola kelas guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung dan guru mendorong dan menghargai peserta didik untuk bertanya dan mengemukakan pendapat.

Selain itu, salah satu indikator bahwa kurikulum 2013 tidak lepas dari teori behaviorisme adalah bahwa dalam proses pembelajaran guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapai. Hal ini sesuai dengan teori instruksional Gagne. Gagne sebagai salah satu tokoh behaviorisme mengungkapkan 9 kondisi instruksional yaitu salah satunya “inform learner the objectives” atau menginformasikan kepada peserta didik mengenai tujuan yang akan dicapai. Selain itu dalam kegiatan pendahuluan pembelajaran menurut standar proses bahwa guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari.

1 2 3 4 5

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar