0

ANALISIS TEORI BEHAVIORISME DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 (0)

Elisa Kristiyanti April 26, 2021

TEORI BELAJAR BEHAVIORISME

Teori belajar behaviorisme menekankan bahwa faktor eksternal dan dampaknya memiliki peranan dalam perubahan perilaku seseorang. Teori behaviorisme menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses pemberian tanggapan atau respon terhadap stimulus yang dihadirkan, dan hasilnya dapat diukur dan diamati. Teori ini memandang individu sebagai makhluk reaktif yang dapat memberikan respon terhadap lingkungan. Seseorang dianggap belajar sesuatu apabila sudah menunjukan adanya perubahan tingkah laku, dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami peserta didik dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Menurut teori behavioristic, apa saja yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa saja yang dihasilkan oleh peserta didik (respon) semua harus bisa diamati, diukur, dan tidak boleh hanya implisit (tersirat). Faktor lain yang penting adalah faktor penguat, penguat disini diartikan sabagai segala sesuatu yang dapat memperkuat timbulnya respon. Bila penguatan ditambah (positive reinforcement) responpun akan semakin dikuatkan begitu sebaliknya jika penguat dikurangi (negative reinforcement) responpun akan tetap dikuatkan.

KURIKULUM 2013

Pengembangan kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. Beberapa hal yang menjadi konsep ideal dari kurikulum 2013 adalah :

  • Kompetensi lulusan diharapkan dapat memiliki karakter mulia, ketrampilan yang relevan dan pengetahuan – pengetahuan terkait.
  • Materi pembelajaran pada kurikulum 2013, relevan dengan kompetensi yang diburuhkan, materi esensial dan sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
  • Proses pembelajaran, berpusat pada peserta didik, sifat pembelajaran kontekstual dan buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan.
  • Penilaian, menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotor secara proposional dan penilaian tes dan portofolio saling melengkapi.
  • Pendidik dan tenaga kependidikan, memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal dan motivasi belajar.
  • Pengelolaan kurikulum, pemerintah dan daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan, satuan pendidikan memapu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, dan potensi daerah, pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks sebagai pedoman.

1 2 3 4 5

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar