2

Anak Anak Rindu Bermain (0)

Zubaili July 29, 2021

Pagi tadi, saat keluar rumah, saya disajikan pemandangan yang membuat pikiran saya bernostalgia ke masa kecil. Saya melihat beberapa anak kecil yg sedang girangnya bermain. Walau matahari pagi tadi cukup menyengat kulit kepala karena panasnya minta ampun. Tapi tidak dengan anak-anak kecil tadi. Saya melihat beberapa orang anak kecil tetap semangat bermain, walau peluh membasahi tubuh mereka.

Cuaca panas tak menyurutkan semangat anak-anak untuk bermain sepakbola. Senang rasanya melihat keceriaan mereka yang bermain sepakbola. Sesekali terdengar suara suara riuh sambil berlari karena telah berhasil mencetak gol ke gawang lawan. “Gool, gool, tambah lagi gool nya” terdengar suara dari sana, dan di sudut lain terdengar suara “yok, kita balas cetak gol”. Begitu bersemangatnya mereka bermain bola bak sedang mengikuti olimpiade Tokyo.


Namanya juga anak-anak. Tentunya mereka senang dengan dunia bermain. Bermain bagi mereka laksana emas yang begitu berharga bagi kita yang dewasa. Bahkan, saat sedang belajar di sekolah pun mereka menginginkan belajar sambil bermain. Tidak melulu harus serius dalam belajar sehingga membuat mereka cepat bosan. Wajar saja, namanya juga anak anak.

Apalagi dengan kondisi pandemi seperti sekarang. Mereka sangat haus akan permainan, ingin bermain dengan kawan-kawannya yang seusia, sudah lama tak bermain dengan kawan-kawannya seperti Tempoe Doeloe saat pandemi belum menyerang negeri yang kita cintai ini. Rasa rindu pastinya mereka rasakan.

Padahal bermain adalah dunia mereka, dan mereka impikan. Sama halnya seperti kita waktu kecil dulu, pasti akan merasa sedih kalau dilarang bermain oleh orang tua kita. Dan ini juga mereka rasakan, walau sebagian anak yang pendiam tidak menyampaikannya. 

Bermain bagi anak anak dapat meningkatkan kreativitas, membantu pertumbuhan dan perkembangan, meningkatkan pemikiran, membentuk daya imajinasi anak. Dengan demikian, permainan apa saja selama tidak menyimpang dari norma yang berlaku dalam masyarakat, termasuk bermain sepakbola seperti yang saya lihat saat keluar dari rumah tadi, sedikit banyaknya bermanfaat bagi perkembangan si anak.

Sebagai orang tua, biarkanlah mereka bermain sejenak dengan kawan-kawannya, tentunya juga perlunya pengawasan orang tua untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 

Sebagai guru, juga sangat berperan penting dalam perkembangan anak didiknya. Saat mengajar, kita juga harus membuat anak didik aktif, jangan pasif. Salah satunya dengan membuat game /permainan, sehingga suasana belajar menjadi lebih hidup. Dalam proses pembelajaran, metode kooperatif learning tipe make a match misalnya. Salah satu tipe yang menurut saya sangat cocok digunakan untuk anak-anak.

Akhirnya. Mari kita merenungkan sebuah ungkapan Sayyidina Ali bin Abi Thalib,

“Jangan paksa anakmu untuk menjadi seperti dirimu karena mereka tidak terlahir di zamanmu.”

Salam literasi,

Akhii | Zubaili

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar