0

Anak-Anak Menyanyikan Lagu Dewasa? (0)

AfanZulkarnain March 2, 2021

Belakangan sebuah kompetisi menyanyi lagu anak mulai mencuri perhatian banyak orang. Anak-anak tersebut memiliki suara yang teramat memukau. Mereka mencuri hati para juri dengan nada-nada yang begitu nyaman didengarkan. Bukan hanya juri, pemirsa pun dibuat terpikat dengan lantunan lagu-lagu yang mereka nyanyikan. Tak sedikit video penampilan mereka menjadi viral. Beberapa masuk ke dalam daftar video paling populer di Youtube.

Namun, anak-anak tersebut mayoritas menyanyikan lagu-lagu orang dewasa. Tentu, bertema cinta. Ada peserta yang membawakan lagu “Terlanjur Mencinta.”, ada juga yang menyanyikan lagu “Somebody to Love”, ada juga yang sangat apik membawakan lagu dangdut populer, “Kejora.”

Meski begitu tidak sedikit yang membawakan lagu orang dewasa, namun liriknya masih bersahabat dengan usia anak-anak. Contohnya, yang sempat masuk jajaran trending youtube, seorang peserta menyanyikan lagu bertema cinta kepada ibu, Ummi Tsumma Ummi. Ada juga yang membawakan lagu yang menceritakan rasa rindu pada seorang ayah. Lagu yang pernah dipopulerkan oleh Rinto Harahap ini memang populer di generasi manapun.

Namun, fenomena anak yang menyanyikan lagu orang dewasa sudah ada sejak dulu. Bila kita cari di youtube, banyak sekali lagu-lagu yang dinyanyikan oelh anak-anak yang liriknya, menurut penulis, amat berbahaya bagi perkembangan psikis mereka. Sebut saja lagu Lelaki Kardus. Lagu yang bercerita tentang seorang anak yang benci kepada ayahnya karena kawin lagi. Bahkan dilirik lagunya , diceritakan bahwa ibunya minta cerai dan kerap dipukuli ayahnya.

Dikutip dari Tirto.id, seorang psikolog Ratih Ibrahim mengatakan kepolosan anak jadi tercederai jika mendengarkan lagu orang dewasa yang liriknya belum sesuai dengan usia mereka. Seharusnya diajarkan bahwa makna cinta kasih itu adalah cinta kasih yang bagus, namun seringnya mereka menyanyikan lagu patah hati, tentang perselingkuhan , dan lain sebagainya akan menanamkan konsep bahwa cinta antara sesama manusia tidak sebaik yang semestinya dihayati oleh mereka.

Dalam artikel tersebut juga disebutkan dampak apabila seorang anak menyanyikan lagu dewasa yang liriknya tak sesuai dengan usia mereka. Diantaranya adalah kerusakan jiwa anak, terganggunya cara mereka menalar, terganggunya persepsi anak tentang hidup, dan berpotensi membuat mereka lebih cepat dewasa.

Lagu anak sangatlah berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan diri anak. Aspek fisik, emosi, kecerdasan, maupun sosial anak akan berkembang jika mereka kerap mendengarkan dan menyanyikan lagu bertema positif. Anak-anak pun dapat belajar mengungkapkan perasaan senang, sedih, lucu, atau kagum lewat lagu.

Namun dewasa ini, jarang sekali lagu-lagu anak yang populer. Berbeda dengan tahun 90-an yang kaya akan lagu-lagu anak. Dari era Trio Kwek-Kwek hingga Sherinna. Oleh karena itu, penting bagi orang dewasa untuk memilihkan lagu yang tepat untuk anak-anak. Sebenarnya banyak lagu yang dinyanyikan orang dewasa, namun liriknya masih sesuai dengan usia anak-anak. Lagu berlirik positif tentunya. Sebut saja lagu yang diciptakan Melly Goeslaw yang berjudul Bunda. Ada juga lagu yang dipopulerkan oleh Padi yang berjudul Sahabat Selamanya. Atau “Pasti Bisa” yang dipopulerkan oleh Citra Scholastika.

Aku pasti bisa (pasti bisa)
Menikmati semua dan menghadapinya (menghadapinya)
Aku yakin pasti bisa

Dan ‘ku jalani hidupku dengan senyuman

Saya menulis lagu ini sambil mendengarkan sebuah album kompilasi lagu anak yang dibawakan oleh peserta sebuah kompetisi menyanyi lagu anak. Ya, dahulu, tahun 2000-an ada kompetisi yang pesertanya murni menyanyikan lagu anak. Afi Junior. Banyak peserta kompetisi tersebut membawakan lagu “Kebunku”, “Becak”, sampai “Pelangi.”. Lagu yang memang harusnya dibawakan anak-anak di kompetisi menyanyi lagu anak.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar