8

Alih-alih Membiarkan Murid Mencontek (+1)

Botaksakti May 8, 2012

Menyaksikan tayangan berita soal UASBN SD pada hari pertama kemarin sungguh memrihatinkn. Dugaan kecurangan begitu nyata dipertontonkan. Di Banten, disinyalir kecurangan itu direstui Kepsek(Trans7,7/5/2012). Terlihat jelas bagaimana anak-anak SD itu dengan bebasnya saling bertanya jawab tanpa teguran dari pengawas ruang. Ketika hal itu dikonfirmasi kepada pengawas, alasannya sungguh ‘manusiawi’.


“Kan mereka masih SD, Pak, kalau diawasi secara ketat nanti mereka menjadi stress!”, begitu kilah seorang pengawas.


Benar barangkali bahwa siswa SD masih sangat anak-anak. Betul pula mungkin kalau diawasi secara ketat mereka bisa ketakutan. Dan betul pula hal itu bisa saja membuat mereka tidak bisa mengerjakan soal dengan baik. Hanya saja, itu tentu bukan berarti membebaskan mereka untuk saling bertanya jawab tentang jawaban ujian dengan temannya.
Membebaskan mereka sedemikian rupa sama artinya dengan membiasakan mereka berlaku curang. Padahal mereka masih SD. Jangankan sejak dini, namanya kecurangan itu tidak perlu dibiasakan saja bisa berkembang dengan baik, kok, apa lagi ini dibiasakan sejak SD. Maka patut dipertanyakan sikap para pengawas itu khususnya, dan ‘mental’ SDM di pendidikan dasar secara umum.


Pengawasan secara ketat bukan berarti harus menegur dengan keras, apalagi kasar, peserta yang diduga melakukan kecurangan. Pengawas bisa memilih kalimat yang sesuai dengan siswa yang dihadapinya. Pun, lebih dari itu pengawas bisa mengkondisikan sejak awal agar para siswa tidak sampai berbuat seperti itu.


Demikian juga para guru. Alih-alih membiarkan mereka bergantung dari contekan lebih baik meyiapkan siswanya dengan pengajaran yang efektif. Seperti pernah saya tuliskan terdahulu, bahwa kalau hanya untuk memersiapkan siswa menempuh UASBN/UN cukup dengan memelajari apa yang tertuang di kisi-kisi yang dikeluarkan oleh BNSP. Kisi-kisi ini dengan mudah bisa ditemukan di internet. Masalahnya, apakah para guru SD itu mau/mampu melakukannya?


 

Comments (8)

  1. Bahkan dalam ujian2 akgir semester saya selalu memberi nilai plus pada siswa yg jujur mengerjakan sendiri, dan memberi nilai terendah bagi yg nyontek meskipun nilai ujiannya bagus, bahkan yg dicontekpun dapat hukuman karna lalai menjaga kerahasiaan jawabannya

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar